
Begitu sampai di meja makan Dito langsung disuguhkan dengan makanan sederhana menurutnya karena berbeda sekali dengan menu makanan yang selalu disajikan dirumah kedua orang tuanya. Tetapi itu semua tidak membuat Dito merasa ilfeel karena memang Dito tidak pernah pilih-pilih soal makanan.
"Wah kayaknya enak nih." seru Dito dan dia segera duduk dikursi yang ada.
Kemudian tanpa ragu mengambil piring dan akan mulai mengisinya dengan nasi dan lauk yang ada.
Tetapi Rani hanya diam saja disampingnya, tentu saja dia melihat apa yang dilakukan Dito. Rani merasa heran orang seperti Dito begitu sangat tergiur melihat menu masakan sederhana itu.
"Kog malah berdiri aja disitu? Uda buruan, gue uda laper." ucap Dito dengan melihat kearah Rani.
Rani pun akhirnya duduk dikursi satunya lagi dan mulai juga ikut mengambil piring dan lauk.
"Kak Dito ngapain kog sarapan disini sih? Tadi dirumah gak dikasih makan apa?" tanya Rani polos, karena pikirnya orang seperti Dito tidak mungkin tidak ada sarapan sebelum keluar dari rumah.
"Kalau makan jangan banyak omong." jawab Dito tegas.
Akhirnya membuat Rani terdiam dan menuruti perkataan Dito.
"Enak juga masakannya." batin Dito sambil sedikit melirik Rani yang tengah menikmati makanannya.
Tidak membutuhkan waktu lama keduanya pun selesai makan, dan Rani sedang membereskan piring kotor mereka dan mencucinya. Dito pun masih terlihat duduk tenang dikursinya dengan segelas air putih didekatnya yang masih dia minum.
"Kapan-kapan masakin kayak gini lagi ya." ucap Dito.
__ADS_1
Rani yang sedang mencuci piring pun menoleh kearah Dito dengan mengerutkan kening. Tetapi Rani melihat Dito yang cuek saja berkata seperti itu tanpa beban.
"Emang Rani istrinya apa suruh masakin." gumam Rani, dia pikir Dito tidak mendengar tetapi ternyata Dito mendengarnya dengan sangat jelas.
"Lu mau gue jadiin istri? Kapan lu siap?" tanya Dito serius.
"Eh gak, Rani gak ngomong apa-apa." jawab Rani takut kemudian dia segera melanjutkan pekerjaannya.
Dito pun hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat Rani yang ketakutan dari arah belakang.
Keduanya saat ini sedang duduk diteras. Dito tidak ingin segera berangkat ke cafe karena merasa nyaman berada didekat Rani. Apalagi jika dia ingat perkataan Ibunya tadi malam tentang makan malam nanti dan akan dikenalkan dengan seseorang membuat moodnya berantakan. Maka dari itu dia memilih berada didekat Rani untuk sementara waktu.
"Katanya lu libur hari ini?" tanya Dito membuka pembicaraan.
"Trus mau kemana?" tanya Dito ingin tahu kegiatan Rani hari ini.
"Gak kemana-mana, paling cuma ambil baju Kakak aja trus balik tidur lagi hehe." jawab Rani dengan tersenyum memamerkan gigi putihnya.
"Ya uda kalau gitu tar malam gue kesininya ambil baju gue." ucap Dito.
"Eh jangan Kak!" seru Rani.
"Kan Rani bilangnya besok aja di cafe." lanjut Rani.
__ADS_1
"Lu kan gak kemana-mana cuma tidur doank." ucap Dito.
"Iya siangnya kan tidur, kalau malam Rani mau pergi." jawab Rani.
"Kemana?" tanya Dito lagi.
"Ada lah. Uda deh Kakak mendingan berangkat aja, kan uda dapet sarapan." usir Rani.
"Lu ngusir gue?" tanya Dito dengan menggoda Rani, karena dia memang berniat akan segera pergi.
"Iya." jawab Rani.
"Oke. Thanks buat sarapannya jangan lupa kapan-kapan masakin gue lagi." ucap Dito sambil bangkit dari duduknya.
"Gue balik." lanjutnya sambil mengusak kepala Rani.
"Heem." Rani hanya menjawab dengan deheman saja.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa kak 🙏
__ADS_1