
Dito segera masuk ke dalam rumah. Begitu dia ingin menuju ke kamarnya dilantai dua dia mendengar suara orang yang berbincang-bincang diruang makan.
"Uda dateng? Trus naik apa? Ah bodo amat emang gue pikirin." batin Dito.
Mbak Minah memberitahukan kepada Bu Anya bahwa Dito sudah datang. Begitu melihat Dito melewati mereka, Bu Anya segera memanggil.
"Dito.. Sini!" panggil Bu Anya.
"Dito? Ah mungkin Dito yang lain" batin Rani.
Dito pun mau tidak mau menghampiri kedua orang tuanya dan memberi salam kepada mereka. Dito tidak sempat melihat Rani karena Rani duduk membelakanginya dan Dito memang tidak mau melirik sekalipun karena dia pikir memang itu adalah orang lain.
"Dito, ini kenalin. Namanya Rani." ucap Bu Anya ketika Dito akan duduk dikursinya.
Mendengar nama Rani, Dito pun menoleh dan menatap ke arah perempuan yang duduk di ruang makannya. Seketika Rani pun menatap ke arah Dito.
Keduanya pun saling terkejut karena memang tidak menyangka sama sekali dengan pertemuan mereka.
"Rani.."
"Kak Dito..."
__ADS_1
Lirih mereka bersamaan. Bu Anya dan Pak Bagas yang melihat mereka terkejut pun justru merasa senang karena berhasil memberi kejutan untuk mereka.
"Lhoh kalian sudah saling kenal?" tanya Bu Anya berpura-pura.
"Emmmm..." jawab mereka bersamaan, karena bingung akan memberi menjawab apa.
"Rani karyawan di cafenya Kelvin." jawab Dito akhirnya.
"Ow kalau itu Mama juga tahu." ucap Bu Anya.
"Rani.. Ini Dito anaknya Ibu, yang mau Ibu kenalin ke kamu tapi ternyata kalian sudah kenal." lanjut Bu Anya dengan tersenyum.
Rani hanya menanggapinya dengan tersenyum kaku karena dia juga bingung akan menjawab apa.
"Uda ayo kita makan, nanti aja kita lanjutin ngobrolnya." ucap Bu Anya memulai acara makan malam mereka.
Mereka pun makan dengan nyaman dan sesekali diselingi dengan mengobrol ringan.
Dito dan Rani sesekali saling melirik, seakan saling bertanya kenapa mereka bisa berada di situasi sekarang ini.
Selesai makan Rani diajak Pak Bagas untuk ke ruang keluarga sekedar mengobrol bersama. Sedangkan Bu Anya pergi ke dapur menyiapkan cake yang sudah dibuat oleh Rani untuk mereka nikmati bersama diruang keluarga. Dan Dito pun mengikutinya menuju dapur.
__ADS_1
"Mama kog tahu kalau Rani karyawannya Kelvin?" tanya Dito yang terus mengikuti sang Mama yang sedang menyiapkan.
Dito merasa penasaran sejak tadi kenapa sang Mama bisa tahu bahwa Rani karyawan Kelvin, padahal Dito tidak pernah bercerita sama sekali.
"Ya tahu lah, kemarin kan Papa sama Mama makan di cafenya Kelvin trus dompet sama ponsel Mama ketinggalan di meja. Untung aja Rani yang menemukan, kalau orang lain Mama gak tahu bakal dikembalikan apa gak. Makanya Mama undang Rani makan malam sebagai ucapan terima kasih dan mau Mama kenalin ke kamu. Eh ternyata kamunya uda kenal." ucap Bu Anya panjang lebar.
Dan Bu Anya sempat melirik ke arah Dito karena ingin melihat bagaimana reaksi Dito. Dito pun hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Tetapi ternyata kamu gak suka juga sama Rani, ya udah nanti Mama...."
Belum selesai Bu Anya berbicara Dito sudah memotongnya.
"Bukan gak suka Ma. Ya... Jalani dulu aja." jawab Dito ambigu.
Karena dia tidak yakin apakah Rani juga akan mau dengannya.
Bu Anya hanya tersenyum dan menepuk pelan bahu Dito sambil berlalu meninggalkan Dito di dapur.
...****************...
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏