
Begitu sampai diparkiran mobilnya Dito segera masuk dan belum berniat segera pulang. Dito hanya diam didalam mobilnya sambil termenung.
"Kog bisa ya gue salah nomer? Masa iya dia bohongi gue kalau dia memang sebenernya kurir paket? Eh tapi kan tadi uda gue cariin didalam rumah memang gak ada tanda-tanda bahwa dia kurir paket sih." gumam Dito bermonolog.
"Apa jangan-jangan gue salah nomer ya? Coba sih tar gue lihat di laptop." lanjut Dito.
Sebelum benar-benar beranjak pergi dari sana, Dito melihat tangan yang diperban oleh Rani. Tiba-tiba saja terlintas senyuman Rani yang tadi sempat dia perhatikan tanpa sepengetahuan Rani.
"Manis juga tu anak." lirih Dito sambil tersenyum sambil terus memandangi tangan Dito yang terluka.
Sedetik kemudian Dito tersadar dari lamunannya.
"Eh manis apaan! Jelek gitu, mana tadi pagi uda numpahin jus ke baju gue." geram Dito.
Padahal dari lubuk hati Dito yang paling diam, dia menyangkal perkataannya sendiri.
__ADS_1
"Ni perban harus gue lepas, tar kalau Mama tahu bisa-bisa seluruh dokter dirumah sakit disuruh datang ke rumah." gumam Dito sambil berusaha melepas perban.
"Auuhh..!" seru Dito, yang merasa sedikit perih dan sakit karena dengan sengaja melepas perban yang melekat.
Dito sudah bersiap akan membuang perban tersebut melalui kaca jendela mobilnya, tetapi tiba-tiba saja dia urungkan kemudian dia taruh perban bekas tersebut di dashboard mobilnya.
Kemudian setelah itu Dito segera menyalakan mesin mobilnya dan benar-benar pergi dari sana. Karena sang Mama sudah beberapa kali menghubunginya kembali.
...----------------...
Sedangkan didalam kamar, Rani baru saja selesai melakukan rutinitasnya sebelum tidur. Dan saat ini dia sedang berbaring di ranjangnya dan melihat langit-langit kamarnya yang akhir-akhir ini menjadi suatu kebiasaan untuknya jika dia berbaring di ranjang.
"Masa iya ini salah satu cara juga karena dia naksir gue? Kayak yang diomongin Tuti sama Mbak Anita?" lanjut Rani.
"Arrggghh....! Mikir apaan sih gue? Gak mungkinlah dia suka sama gue, secara hidup gue biasa-biasa aja gak ada yang istimewa." seru Rani sambil mengacak rambutnya karena frustasi.
__ADS_1
"Uda ahh mendingan gue tidur karena besok mesti ke kampus pagi-pagi daripada harus mikirin orang aneh kayak Kak Dito." ucap Rani yang akan bersiap tidur.
"Cieee Kak Dito hahaha." Rani tertawa karena merasa geli sendiri dengan panggilan yang tadi mereka berdua sudah sepakati. Sambil Rani terbayang pertemuan intens mereka yang tanpa mereka sengajai.
Akhirnya Rani pun benar-benar terlelap karena merasa capek hari ini bertukar shift dengan Sasa apalagi ada kejadian tidak menyenangkan yang membuat Rani harus mencucikan baju dari investor di cafenya.
Dan esok hari Rani akan sedikit lebih santai, karena dia ke kampus hanya sebentar saja untuk mengisi beberapa hal dan setelah itu banyak waktu untuk Rani bersantai sebelum dia bekerja di shift sore.
Tetapi sebelum benar-benar terlelap, Rani sudah menghubungi Sasa jika besok mereka akan kembali bertukar shift seperti biasa.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiah jangan lupa 🙏
__ADS_1
Selamat hari vote ya kak 🥰
Sebarin voteny juga donk kak 🙏