Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 36


__ADS_3

"Terima kasih." ucap Rani begitu selesai minum dan meletakkan kembali ke meja.


"Hmmm.." jawab Dito dengan anggukan.


Rani pun kembali melanjutkan acara makannya yang tinggal sedikit itu.


"Kenapa harus lusa gue ambil bajunya di cafe? Besok kan bisa." tanya Dito.


"Kan tadi Rani uda bilang kalau besok libur, jadi ya lusa aja ambil di cafe." jawab Rani sambil menutup bungkus nasi goreng dan membuangnya karena dia sudah selesai makan.


"Kalau gitu besok malam gue ambil disini." ucap Dito sedikit memaksa karena tanpa dia sadari dia ingin bertemu dengan Rani setiap hari.


"Jangan Kak, besok Rani gak ada." jawab Rani karena dia ingat bahwa dia diundang makan malam oleh Ibu yang dia tahu bernama Anya Pramestika dari kartu namanya.


"Emangnya kemana lu?" tanya Dito ingin tahu.


"Hmmm... Ya mau pergi aja." jawab Rani, karena gak mungkin dia menjelaskan kepada Dito.


"Iya juga sih, siapa gue gak berhak juga tanya-tanya." batin Dito.


Akhirnya mereka berdua pun terdiam dengan pandangan mata yang jauh menerawang ke depan.

__ADS_1


"Ow iya Kak." Rani membuka pembicaraan, sehingga membuat Dito menoleh kepadanya.


"Gimana soal paket Kakak? Beneran Kak suer Rani bukan kurir paket dan gak mungkin nyembunyiin paket Kakak." ucap Rani meyakinkan.


Dito hanya tersenyum karena melihat Rani yang begitu panik. Sejujurnya dia juga tidak menuduh Rani tetapi awal tahu bahwa itu nomor Rani membuat Dito salah sangka.


"Uda gue urus. Gue minta maaf ternyata gue yang salah masukkan nomor." jawab Dito.


Dan jawaban itu membuat Rani bernafas lega. Karena setelah kejadian waktu itu membuat Rani terus berpikir dan membuatnya tidak tenang. Dan waktu itu Dito segera mengecek kembali ternyata dia yang salah. Kemudian Dito segera menghubungi nomor yang benar dan sudah dia urus.


"Gue balik uda malam, buruan masuk habis itu gue pulang." ucap Dito seraya bangkit berdiri.


"Iya." jawab Rani singkat tetapi dia masih tetap duduk.


"Ya uda pulang ya pulang aja sih. Rani masih mau disini kog." jawab Rani cuek.


"Masuk Ran!" tegas Dito.


"Ran!" ulang Dito karena Rani hanya diam saja.


Rani pun bangkit berdiri dan saat ini mereka berdiri berhadapan.

__ADS_1


"Setelah lu masuk tutup pintu gue langsung pulang. Oke." ucap Dito seraya mengusak pelan kepala Rani.


Rani hanya bisa melongo dibuatnya.


"Ow ya thanks buat nasi goreng pedesnya." lanjut Dito dengan tersenyum.


Kemudian Dito memberi tanda kepada Rani untuk segera masuk dan Rani pun menurut. Dia masuk kemudian perlahan menutup pintu. Setelah yakin pintu tertutup Dito segera berlalu pergi dari rumah Rani. Tetapi dari balik tirai Rani mengintip kepergian Dito. Sekali lagi dia dibuat heran oleh sikap Dito akhir-akhir ini.


"Aneh banget sih tu orang. Kenapa juga jantung gue ini? Sakit apa ya?" gumam Rani yang memegang dadanya karena dia pikir bahwa dia sakit jantung.


Rani pun segera mengunci pintu kemudian masuk ke kamarnya dan bersiap akan beristirahat.


Sedangkan didalam mobil Dito terlihat terus tersenyum sambil membayangkan kebersamaannya dengan Rani baru saja.


Kemudian dia segera melajukan mobilnya untuk kembali pulang ke rumah orang tuanya. Karena akhir-akhir ini dia lebih memilih pulang ke istana orang tuanya yang dekat dengan kost Rani daripada harus jauh-jauh pulang ke apartemennya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


Double up ni kak 🥰


__ADS_2