Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 50


__ADS_3

Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Tidak memerlukan waktu lama, akhirnya Dito sampai juga di cafe miliknya. Ya, Dito mengajak Rani ke cafe miliknya. Dito segera keluar begitu sudah memarkirkan mobilnya dengan diikuti oleh Rani yang masih bingung kenapa Dito membawanya kesana karena Rani memang belum tahu jika cafe tersebut adalah milik Dito.


"Ayo buruan!" ajak Dito sambil menggandeng tangan Rani yang berjalan lambat dibelakangnya agar berjalan disampingnya.


"Kita mau ngapain kesini Kak? Rani bentar lagi kerja." ucap Rani yang terpaksa ikut dengan Dito. Tetapi Dito tidak menjawab pertanyaan Rani dia hanya diam saja sambil masuk ke dalam cafe.


Di dalam cafe mereka disambut beberapa karyawan Dito. Dan ada juga orang yang selama ini menjadi tangan kanan Dito untuk menghandle cafe yang bernama Anton.


"Siang Bos. Wah cewek baru nih." sapa Anton dan sengaja menggoda bos nya, karena melihat Dito yang menggandeng tangan Rani.


"Bos? Oh jadi ini cafe nya Kak Dito?" gumam Rani sambil melihat sekeliling cafe.


"Siapin makan siang dua trus bawa ke ruangan." ucap Dito kepada Anton tanpa menjawab pertanyaan Anton.


"Siap Bos." jawab Anton.


Kemudian Dito mengajak Rani ke ruangannya dengan tetap menggandeng tangan Rani. Begitu sampai di ruangannya Dito segera duduk dikursinya sedangkan Rani melihat-lihat ruangan Dito yang tidak terlalu besar tersebut.


"Jadi ini cafe Kakak?" tanya Rani tanpa menoleh kepada Dito.


"Hmm..." jawab Dito dengan deheman karena dia masih harus mengecek beberapa hal sebelum keluar lagi dari cafe karena dia berniat akan mengantar Rani ke tempat kerjanya yaitu di cafe Kelvin.


Tidak berapa lama seorang karyawan mengantar makan siang mereka dan meletakkan di meja kemudian segera pamit keluar.


"Makan dulu, habis itu gue antar kerja." ucap Dito sambil duduk di sofa dan mengambil makanan miliknya.


Rani pun mengikuti apa yang diperintahkan Dito. Dia segera duduk didepan Dito dan mengambil makanan miliknya.


"Makasih Kak." ucap Rani tulus.

__ADS_1


"Hemm.. Gue gak tahu lu suka makanan apa jadi gue samain aja sama punya gue." jawab Dito.


"Rani suka makan apa aja kog Kak hehe." ucap Rani dengan tersenyum.


Dito hanya meliriknya saja. Kemudian mereka menikmati makan siang mereka dalam diam. Dan tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun selesai. Rani segera menumpuk piring kosong dan menatanya agar nanti memudahkan yang akan mengambilnya.


"Gue mau denger jawaban lu sekarang." ucap Dito tiba-tiba.


"Aduh mampus gue! Kirain dia lupa soal kemarin. Gue harus jawab apa nih?" batin Rani.


"Jawaban apa Kak?" tanya Rani pura-pura tidak tahu.


"Yakin lu gak tahu?" tanya Dito memastikan, Dito sampai berdiri dan berjalan mendekat ke arah Rani.


"I-iya Rani gak tahu." jawab Rani masih tetap dalam pendiriannya untuk berbohong.


"Jangan kayak gini Kak! Iya-iya Rani jawab." jawab Rani sambil mendorong bahu Dito agar menjauh darinya dan hal itu membuat Dito terkekeh.


"Ya uda sekarang apa jawaban lu? Gue gak mau denger lu nolak gue, gue maunya lu terima gue trus kita nikah." ucap Dito tegas.


"Yee maksa. Mana bisa gitu." gerutu Rani.


"Bisalah. Dan lu harus mau." jawab Dito sambil kembali menggoda Rani dengan mendekat ke arah Rani.


"Ihh jangan gini Kak!" rengek Rani.


"Makanya jawab iya dulu." ucap Dito yang kembali ke posisi duduknya.


"Tapi Rani bukan siapa-siapa Kak. Nanti Kak Dito bakal nyesel kalau milih Rani. Karena kita beda jauh." lirih Rani.

__ADS_1


"Kata siapa? Perlu lu tahu ya, gue sama keluarga gue gak pernah memandang seseorang dari status sosial ekonominya. Yang penting gue nyaman pasti bakal gue pilih. Lu gak perlu minder kayak gitu. Gue tulus uka sama lu Ran." jawab Dito sambil duduk mendekat ke arah Rani dengan menggenggam tangan Rani yang saat itu sedang bertautan di kakinya.


"Tapi Kak..." belum selesai Rani berbicara Dito sudah memotong perkataannya.


"Sssttt!" ucap Dito sambil menempelkan telunjuknya dibibir Rani.


"Lu juga suka sama gue kan?" tanya Dito dengan menatap mata Rani dan saat itu Rani juga tengah menatapnya.


Rani hanya menjawabnya dengan anggukan setelah terdiam cukup lama. Dan bersamaan dengan itu senyum merekah di kedua bibir Dito. Dan entah perasaan dari mana keduanya pun terhanyut dalam perasaan yang sama. Masih dalam posisi saling pandang keduanya pun terlihat semakin mendekat dan bibir mereka pun hampir bertemu.


Tetapi tiba-tiba saja Anton menyelonong masuk ke ruangan Dito yang saat itu memang sedang terbuka.


"Bos file nya sud...." Anton seketika berhenti di depan pintu ketika melihat kedua orang diruangan tersebut yang akan berciuman.


"Uupppss! Sorry." lanjut Anton sambil terkekeh kemudian pergi dari ruangan Dito tetapi sebelumnya dia menutup pintunya terlebih dahulu.


Sedangkan kedua orang yang hampir saja tertangkap basah tersebut sama-sama terkejut kemudian melepaskan pegangan tangan mereka dan duduk menjauh.


"Shiitt!" kesal Dito.


Tentu saja Dito merasa kesal karena ini adalah momen yang pas tetapi Anton telah merusaknya. Rani pun menjadi salah tingkah dia merasa malu karena hampir saja berciuman dengan Dito yang baru saja menyandang status sebagai kekasihnya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


Double up ni kak 🥰

__ADS_1


__ADS_2