
Seperti apa yang sudah dikatakan Dito kemarin, dia benar-benar menghubungi Anton kemudian menyiapkan seorang karyawan yang akan dipindahkan sementara ke cafe Kelvin.
Karyawan tersebut tentu saja tidak keberatan karena dia menerima gaji yang sama dan bahkan cafe Kelvin lebih dekat dari rumahnya daripada cafe Dito. Karena memang Dito sudah mempertimbangkannya.
...----------------...
Saat ini Rani dan Bu Anya dalam perjalanan menuju Mall di pusat kota. Bu Anya yang diantar oleh sopir sudah membuat janji sebelumnya dengan Rani bahwa akan dijemput dan mereka akan memilih perhiasan bersama.
"Bagaimana, sudah keluar dari kerjaan kan Ran?" tanya Bu Anya membuka pembicaraan.
"Sudah Ma, tadi malam." jawab Rani.
"Ow ya sudah bagus kalau begitu." Bu Anya menanggapi dengan senyuman.
"Tapi apa gak terlalu mendadak Ma? Kan Rani bisa bekerja dulu sampai Pak Kelvin menemukan karyawan pengganti." ucap Rani memberi usul.
"Tidak mungkin itu Ran, Dito gak mungkin memberi ijin dan Mama juga gak mau masa kamu sebulan lagi mau nikah kog masih bekerja? Nanti pas nikah malah gak fit donk." jawab Bu Anya.
Akhirnya Rani pun pasrah dan menerima saja.
__ADS_1
...----------------...
Satu jam berlalu akhirnya mereka sampai juga di Mall tersebut. Meskipun tempatnya tidak terlalu jauh tetapi karena macet tentu saja membutuhkan waktu yang lebih lama.
Keduanya pun sampai di salah satu outlet perhiasan yang sudah menjadi langganan keluarga Bu Anya. Dan tentu saja hampir seluruh karyawan mengenal siapa Bu Anya.
"Selamat siang Bu Anya, mari silahkan Bu." sapa seorang karyawati yang bername tag Susi.
Karena sebelumnya Bu Anya sudah membuat janji bahwa akan datang dan minta dipersiapkan beberapa macam perhiasan yang terbaru.
"Siang." jawab Bu Anya.
Bu Anya dan Rani pun dipersilahkan duduk di sofa yang sudah disediakan sambil menunggu Susi mengeluarkan koleksi perhiasan yang dimiliki outlet tersebut.
Susi meletakkan beberapa jenis dan model perhiasan di meja dan tentu saja Rani belum pernah melihat itu semua selama hidupnya.
"Silahkan Bu, ini adalah model terbaru dari yang kami miliki." ucap Susi dengan sopan.
"Ayo Rani kamu suka yang mana?" tanya Bu Anya kepada Rani, yang melihat Rani hanya diam saja.
__ADS_1
Rani pun belum menjawabnya dia bahkan hanya menggelengkan kepala saja karena tidak tahu harus memilih yang mana.
"Lhoh kamu gak suka semua model-modelnya?" tanya Bu Anya karena melihat Rani yang menggelengkan kepala, dikira bahwa Rani tidak menyukai semuanya.
"Bu-bukan Ma. Maksudnya Rani tidak tahu mau pilih yang mana." jawab Rani dengan gugup.
Melihat Rani yang gugup Bu Anya pun memakluminya kemudian memegang tangan Rani yang terasa dingin sambil tersenyum.
"Ya sudah Mama pilihkan beberapa dulu yang bagus ya, nanti baru kamu tentukan yang kamu suka. Mungkin kalau sebanyak ini kamu bingung pilihnya." ucap Bu Anya memberi saran.
"Iya terserah Mama." jawab Rani.
Akhirnya Bu Anya pun menyaring banyak model tersebut menjadi hanya beberapa pilihan saja supaya memudahkan Rani untuk memilihnya. Dan tentu saja pilihan Bu Anya tidak main-main. Beliau memilihkan yang benar-benar bagus dan memiliki kualitas yang sangat oke.
...****************...
Sebenarnya hari ini mau bolos up lho 🤭 soalnya lagi repot banget dan agak gak enak badan. Tapi gak apa-apa ya demi kecintaan ku ke kalian aku up nih 🥰
Jangan lupa vote nya donk ❤
__ADS_1