Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 58


__ADS_3

Namanya juga orang yang memiliki uang, hanya tinggal menghubungi koneksinya saja semua sudah siap. Dan tidak membutuhkan waktu berjam-jam.


Saat ini Pak Bagas dan Bu Anya sudah rapi dan sudah bersiap akan berangkat menuju kost Rani. Dan seserahan untuk lamaran sudah tertata rapi didalam mobil mereka. Tiga puluh menit yang lalu seseorang mengirimkan seserahan ke rumah mereka setelah memesannya via online.


Sedangkan Dito meskipun sudah rapi tetapi dia belum bersiap-siap.


"Mama yakin mau lamar Rani sekarang?" tanya Dito ragu, karena dia belum menghubungi Rani sama sekali perihal lamaran ini.


"Dito, pokoknya Mama gak mau melewatkan kesempatan yang hanya satu kali ini." jawab Mamanya dengan tegas.


"Tapi Rani gak persiapan apa-apa Ma, lagian Dito juga belum ngomong apa-apa kalau kita mau kesana." ucap Dito mencoba bernegosiasi dengan Mamanya.


"Rani gak perlu menyiapkan apa-apa. Tugas dia cuma menerima lamaran dari Mama dan Papa setelah itu kita tentukan tanggal pernikahan kalian." jawab Bu Anya dengan senyum yang mengembang.


Kalau sudah seperti ini Dito tidak bisa berbuat apa-apa. Meskipun didalam hati kecilnya dia juga merasa senang akhirnya bisa segera menghalalkan Rani.


Mau tidak mau Dito pun menurutinya. Dan dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Rani. Dito memilih sedikit menjauh dari orang tuanya ketika dia akan menghubungi Rani.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Rani menerima panggilan dari Dito.

__ADS_1


"Ya, Boo?" tanya Rani begitu menerima panggilan dari Dito.


Meskipun hari libur tetapi Rani tidak malas sama sekali. Dia tetap melakukan aktifitas seperti biasa di pagi hari. Dan saat ini Rani sedang bersantai setelah semua pekerjaannya selesai.


"Pookie, kamu dimana?" tanya Dito, meskipun dia yakin bahwa Rani pasti di rumah.


"Dirumah Boo, kenapa?" tanya Rani.


"Kita mau ke kost kamu sekarang. Gak usah repot-repot menyiapkan apapun." jawab Dito dengan ambigu karena dia tidak menjelaskan tujuan keluarga Dito datang ke kost Rani.


"Kita? Kita siapa Boo?" tanya Rani bingung.


Tentu saja hal itu membuat Rani terkejut, karena tempat kost nya yang kecil mana mungkin menerima tamu terhormat seperti Pak Bagas dan Bu Anya.


"Tapi Boo..." ucap Rani yang akan mengatakan sesuatu.


"Udah santai aja. Pokoknya gak usah menyiapkan apapun dan repot-repot." jawab Dito menenangkan Rani.


Tetapi bukannya merasa tenang justru Rani semakin panik. Meskipun dia belum tahu pasti apa tujuan keluarga Dito datang ke kostnya.

__ADS_1


"Ya uda aku tutup ya Pookie. Sebentar lagi kami datang." lanjut Dito kemudian segera mengakhiri panggilannya.


Setelah panggilan berakhir justru Rani menjadi panik sendiri. Dia tidak segera bersiap-siap untuk sekedar menyambut tetapi malah justru bolak balik karena panik.


"Aduuhh aku harus gimana ini!" seru Rani panik.


Dia masih terus bolak balik sambil menggigit kuku-kuku dijarinya. Bukannya berpikir tenang dia malah semakin panik.


"Tenang Rani tenang hufftt..." Rani menghembuskan nafasnya perlahan.


Kemudian Rani bisa berpikir jernih dan dia segera masuk ke dalam kamarnya dan memilih pakaian yang menurutnya pantas untuk menyambut kedatangan keluarga Dito.


Akhirnya Rani menemukan dress yang cukup sopan dengan lengan tiga perempat dan panjang dibawah lutut. Meskipun bukan dress baru tetapi masih cukup bagus untuk dipakai Rani. Karena memang Rani cukup rapi dalam menyimpan baju-bajunya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🥰

__ADS_1


__ADS_2