
Keesokan harinya seperti biasa Rani melakukan aktifitasnya. Meskipun hari ini dia libur bekerja dan tidak ada kegiatan dikampusnya dia tetap bangun pagi.
Entah kenapa pagi ini dia ingin sekali masak spesial meskipun seorang diri. Dia memasak cap jay, ayam goreng, sambal terasi, lalapan dan tak lupa menggoreng krupuk udang.
Dan semua masakan itu sudah dia pikirkan sejak semalam. Karena sedang libur bekerja ada baiknya dia memanjakan diri dengan masak yang spesial. Jarang-jarang pikirnya. Dan semua masakan itu menurutnya sudah sangat spesial karena biasanya dia hanya menggoreng tahu atau tempe dan juga tumis sayuran.
Setelah berkutat didapur selama kurang lebih 1jam, akhirnya selesai juga acara memasaknya. Dan Rani sudah menatanya diatas meja makan miliknya yang ala kadarnya. Meja kecil dan hanya ada dua kursi biasa didekatnya. Berbeda dengan meja makan orang lain, meja besar dengan empat kursi disisi-sisinya.
"Beres deh! Sekarang tinggal mandi trus makan!" seru Rani dengan senang.
Dia pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena dia akan bersemangat sarapan ketika sudah mandi bersih dan wangi.
...----------------...
Sedangkan dirumah besar terlihat sepasang suami istri yang juga sudah siap dimeja makan. Mereka menunggu anaknya untuk makan bersama. Tidak berapa lama turunlah Dito dan menuju ke meja makan. Dia menyapa kedua orang tuanya tetapi tidak duduk dikursi yang biasa dia duduki.
"Ma, Pa aku makan di cafe aja ya." ucap Dito sambil meneguk susu hangat yang memang khusus disediakan untuknya ketika sarapan.
"Lhoh gak makan dirumah aja?" tanya sang Mama.
"Gak Ma, belum lapar. Nanti aja di cafe. Bye Ma, Pa." jawab Dito sambil berlalu berjalan keluar rumah.
__ADS_1
Pak Bagas dan Bu Anya hanya saling pandang, dan mereka pun akhirnya memulai sarapan mereka.
Dito melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tiba-tiba saja dia teringat Rani dan dia segera memarkirkan mobilnya ditempat parkir biasanya kemudian segera turun dari mobil dan berjalan menuju gang kost Rani.
Begitu sampai didepan pintu Dito segera mengetuk pintu.
Tok.. Tok.. Tok..
Kebetulan saat itu Rani baru saja selesai mandi dan memakai make-up tipis biasa. Karena merasa hampir tidak pernah ada tamu dipagi hari, Rani pun membiarkannya. Tetapi beberapa saat kemudian pintu terdengar diketuk kembali.
"Eh.. Tamu? Siapa ya? Tumben banget pagi-pagi ada tamu." gumam Rani, tetapi dia tetap berjalan menuju pintu untuk melihat siapa tamunya.
Ketika membuka pintu Rani cukup terkejut karena tidak disangka ternyata dia adalah Dito orang yang baru saja tadi malam datang kerumahnya untuk makan nasi goreng pedas miliknya.
Belum Dito menjawabnya Rani sudah kembali berbicara.
"Oh, Kakak mau ambil bajunya? Belum Rani ambil di laundry Kak, bentar lagi ini juga masih pagi Rani mau sarapan dulu." lanjut Rani.
Dito pun memutar bola matanya, belum juga dijawab pertanyaannya tetapi sudah kembali berbicara panjang lebar.
"Gue mau ajak sarapan bareng." ucap Dito, dan entah kenapa perkataan itu dengan lancar keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Heh.." Rani pun kembali terkejut.
"Hah heh hoh aja! Uda buruan ayo." ajak Dito sambil menarik tangan Rani.
"Tunggu Kak!" seru Rani menahan diri.
"Kenapa lagi?" tanya Dito.
"Rani uda masak, mubazir kalau gak dimakan." ucap Rani dengan sedih.
Karena begitulah Rani dia tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah dia kerjakan.
Dito pun terdiam sejenak, memikirkannya.
"Ya uda ayo sarapan dirumah lu aja." ucap Dito sambil mendahului Rani masuk ke dalam rumah.
Rani pun lagi-lagi dibuat terkejut oleh sikap Dito.
...****************...
Tetap semangat kak 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
Double up ni kak 🥰