Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 57


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Hubungan Rani dan Dito semakin dekat, tapi kedua orang tua Dito belum mengetahui secara pasti apakah mereka berpacaran atau hanya dekat saja. Dan selama itu juga Pak Bagas masih belum mendapatkan jatah ranjang dari Bu Anya.


Pagi ini di akhir pekan, keluarga Dito cukup santai. Karena Pak Bagas hanya akan menghabiskan waktunya dirumah sedangkan Dito hari ini juga akan santai karena Rani libur dan mereka tidak kemana-mana. Lebih tepatnya Dito yang melarang Rani keluar-keluar jika tidak bersamanya.


Pak Bagas sedang joging dihalaman depan sedangkan Bu Anya sedang merawat tanamannya di teras rumah. Dito yang baru saja bangun langsung mencari keberadaan kedua orang tuanya.


Dito melihat sang Mama yang sedang merawat tanaman kemudian dia duduk di kursi di teras yang dekat dengan Mamanya.


"Masih muda bangun tidur itu ya olahraga bukannya malah malas-malasan hanya duduk saja. Masa kalah sama yang uda tua." sindir Bu Anya yang melihat Dito duduk di kursi.


Dito cuek saja karena memang dia malas berolahraga jika memang sedang tidak ingin melakukan.


"Siapa Ma?" tanya Dito menggoda Mamanya.


"Ini tanaman-tanaman ini lho kerjanya cuma malas-malasan." jawab Bu Anya sewot, padahal sebenarnya Dito tahu bahwa dia sedang disindir.


Dito yang mendengar jawaban Mamanya pun terkekeh, karena akan selalu ada jawaban tak terduga dari Mamanya jika Dito sengaja menggodanya.


"Ma, yuk lamarin seseorang buat Dito." ucap Dito serius.

__ADS_1


Tetapi sang Mama belum menanggapinya dengan serius, menurut Bu Anya, Dito masih menggodanya.


"Hemmm.. Mama bakal lamarin tanaman buat kamu." ucap Bu Anya sewot.


"Ma, Dito serius." jawab Dito sampai menghampiri Mamanya.


Bu Anya hanya diam saja dan masih fokus dengan tanaman-tanamannya.


"Mama mau Rani jadi menantu Mama kan? Yuk lamarin buat Dito." lanjut Dito.


Seketika Bu Anya pun langsung menoleh ke arah Dito, sedangkan Dito malah menaikturunkan alisnya sambil tersenyum.


"Kamu bilang apa?" tanya Bu Anya seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Papaaa....!" seru Bu Anya kepada suaminya yang sedang joging di halaman depan.


Dito pun langsung menutup kedua telinganya mendengar teriakan Mamanya. Sedangkan Pak Bagas pun terkejut dia pikir ada sesuatu dengan istrinya sehingga berteriak seperti itu. Pak Bagas segera berlari menghampiri istrinya.


"Ada apa Ma?" tanya Pak Bagas dengan panik.


"Kita siap-siap sekarang!" ajak Bu Anya.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Pak Bagas bingung.


"Kita lamar Rani jadi mantu kita!" seru Bu Anya dengan bahagia kemudian segera membersihkan diri dan masuk ke dalam rumah untuk bersiap-siap.


Sedangkan Pak Bagas dan Dito yang masih berada di teras hanya saling pandang merasa bingung dengan sikap nyonya dirumah tersebut.


"Benar itu Dito?" tanya Pak Bagas setelah mencerna apa yang dikatakan istrinya.


"Ya, maksudnya gak sekarang juga Pa." jawab Dito.


Dan jawaban Dito membuat Pak Bagas bahagia. Bagaimana tidak akhirnya tidak sampai tiga bulan dia sudah kembali menerima jatah ranjang.


Pak Bagas segera menghampiri Dito dan menepuk-nepuk bahu Dito dengan keras karena saking bahagianya.


"Kamu memang terbaik!" seru Pak Bagas sambil berlalu masuk ke dalam untuk menyusul istrinya.


Sedangkan Dito hanya mengeluhkan bahunya yang terasa sakit akibat tepukan keras dari Papanya.


...****************...


Tetap semangat 💪

__ADS_1


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


__ADS_2