
Begitu sampai dirumah, kedua orang tua Dito berada diruang keluarga sedang berbincang-bincang.
"Malam Pa, Ma." sapa Dito sambil menghampiri orang tuanya dan memberi salam kepada mereka kemudian duduk didepan mereka dengan senyum yang selalu merekah.
Pak Bagas dan Bu Anya saling pandang karena melihat anaknya yang begitu sumringah malam itu.
"Papa sama Mama kog belum tidur?" tanya Dito.
"Iya sebentar lagi." jawab Pak Bagas.
"Kamu darimana Dito?" tanya Bu Anya basa basi karena sebenarnya mereka sudah tahu bahwa Dito baru saja bertemu dengan Rani.
"Dari cafe Ma, memangnya dari mana lagi." jawab Dito sedikit bohong, karena memang sebelum ke kost Rani, Dito berada di cafe miliknya.
"Kog kelihatannya bahagia gitu." pancing Bu Anya berharap Dito akan jujur kepada mereka.
"Biasa aja Ma." jawab Dito sambil memainkan ponselnya.
"Kamu sudah makan? Kalau belum biar Mama siapkan." tanya Bu Anya.
"Sudah Ma, barusan makan nasi goreng mana pedes banget lagi." jawab Dito tidak terlalu fokus karena asyik bermain ponsel.
__ADS_1
"Pedes? Sejak kapan kamu suka makanan pedas?" tanya Bu Anya heran, karena orang suruhan Pak Bagas tidak menceritakan secara detail apa yang dilakukan oleh Rani dan Dito.
"Hmm.. Maksudnya tadi salah pesan." jawab Dito yang sudah sadar akan apa yang baru saja dia ucapkan.
"Oohh..." jawab Bu Anya.
"Ow iya besok pulang cepat ya kita makan malam bareng. Ada yang mau Mama kenalin ke kamu." lanjut Bu Anya.
"Mulai lagi deh, selalu saja ngenalin orang-orang gak jelas." batin Dito kesal.
"Dito kamu denger Mama ngomong kan?" tanya Bu Anya karena Dito hanya diam saja.
"Kenapa? Pokoknya Mama gak mau tahu kamu harus pulang di jam makan malam! Titik." tegas Bu Anya.
Dito memutar bola matanya dengan malas. Selalu saja seperti itu, memaksakan kehendak. Padahal tanpa Dito ketahui sebenarnya kedua orang tuanya sudah menyiapkan yang terbaik untuknya.
"Dito, kali ini aja turutin Mama kamu." ucap Pak Bagas menasehati Dito.
"Iya-iya." jawab Dito akhirnya dia mengalah kali ini akan mengikuti apa mau kedua orang tuanya.
"Dito ke kamar dulu, mau istirahat." lanjutnya seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya dilantai atas.
__ADS_1
Begitu sampai dikamar Dito merebahkan tubuhnya sebentar diranjang dan pandangannya menerawang ke langit-langit kamarnya.
"Entah kenapa kalau ketemu Rani terasa nyaman. Masa iya gue jatuh cinta." gumam Dito.
"Tapi besok siapa lagi yang bakalan Mama kenalin hufftt.." lanjut Dito dengan menghela nafas panjang.
"Seandainya Rani bilang gak ada acara, pasti uda gue culik dan bawa kerumah. Biar Mama sama Papa gak jadi kenalin aku ke orang-orang gak jelas lagi." kesal Dito.
Akhirnya Dito bangkit berdiri dan menuju ke kamar mandi. Dia memutuskan untuk membersihkan diri lebih dulu sebelum benar-benar beristirahat.
Sedangkan Rani saat ini sedang berbaring diatas ranjangnya sambil melihat kartu nama yang tadi dia terima.
"Kayaknya gue tahu alamat ini deh." gumam Rani sambil mengingat-ingat alamat yang ada dikartu nama.
"Dan kayaknya gak jauh dari sini. Naik ojek juga paling berapa kan ya, masa iya gue mesti naik taksi? Mahal lah. Kalau diitung-itung ongkos taksi sama juga ongkos makan donk hehe." lanjut Rani sambil menimbang-nimbang untung ruginya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa kak 🙏
__ADS_1