
Sampai dirumah seperti biasa Sherin mengamuk karena pertemuannya di restoran tadi dengan keluarga Dito. Sherin sampai membatalkan acara makan siangnya dengan teman-temannya dia memilih pulang lebih dulu dengan alasan tidak enak badan.
Dia membanting dan membuang semua yang dia temui sambil berbicara kasar dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh asisten rumah tangganya.
"Ngomong opo tow iku Nur?" tanya Siti.
(Bicara apa itu Nur?).
"Embuh aku yow ora mudeng Sit." jawab Nur.
(Aku juga tidak tahu Sit).
"Kog koyok boso planet." ucap Siti yang masih mengintip Sherin ketika dia sedang mengamuk.
(Kog seperti bahasa planet).
"Uwes lah ayo ngaleh mengko malah konangan adewe ngintip." ajak Nur.
__ADS_1
(Ya sudah ayo kita pergi nanti ketahuan kalau kita mengintip disini).
Akhirnya Nur dan Siti pun pergi dari tempat mereka menintip.
Setelah kepergian Nur dan Siti, dari lantai atas ada seorang wanita paruh baya yang ternyata sedari tadi terus mengawasi ketika Sherin mengamuk. Ketika dilihatnya Sherin yang sudah agak reda barulah orang tersebut bersuara.
"Ternyata kamu tidak pernah berubah Sherin! Selalu saja melakukan hal diluar kendali!" seru orang tersebut dari lantai atas.
Tentu saja Sherin mencari sumber suara tersebut. Sherin pun menoleh ke atas dan menemukan seseorang sedang berdiri diatas tangga dengan kedua tangan yang bersedekap.
Tante Alya adalah adik dari Mamanya Sherin. Dia selama ini tinggal di luar Negeri. Dan beliau dipercaya Mamanya Sherin ketika sebelum meninggal untuk mengajak Sherin tinggal di luar negeri agar ada yang mengawasi karena setelah kedua orang tuanya meninggal kehidupan Sherin menjadi tidak terkendali.
"Tante sudah dari tadi nunggu kamu tapi kamu gak pulang-pulang. Dan setelah kamu pulang kamu malah mengamuk seperti ini." jawab Tante Alya sambil berjalan turun dari tangga.
"Mau ngapaian Tante kesini?" tanya Sherin ketika melihat Tantenya semakin mendekat dan duduk di sofa ruangan tersebut.
Sebenarnya ini yang Sherin takutkan, dia tidak mau jika harus ikut Tantenya ke luar negeri karena dia tidak akan bisa sebebas di Indonesia. Tetapi Sherin sudah tidak bisa menolak lagi, Sherin sudah berjanji sendiri bahwa dia akan ikut ke luar negeri setelah kedua orang tuanya meninggal.
__ADS_1
"Kamu masih tanya mau ngapain Tante kesini? Gak salah pertanyaan kamu itu?" Tante Alya pun balik bertanya kepada Sherin.
"Maksud Sherin gak secepat ini Tante." jawab Sherin lirih.
"No Sherin! Ini sudah lebih dari janji kamu sendiri." ucap Tante Alya dengan tegas.
"Dua jam lagi pesawat kita akan berangkat, Tante sudah menyuruh Mbak memasukkan baju-baju kamu ke dalam koper. Kamu masih punya waktu jika masih ada yang ingin kamu bawa." lanjut Tante Alya sambil bangkit berdiri dan berlalu dari hadapan Sherin.
Sherin pun menghela nafas panjang, kali ini dia sudah tidak bisa lagi menghindar dari Tantenya. Mau tidak mau dia akan meninggalkan semua kenangan di Indonesia apalagi memang sudah saatnya Sherin melupakan Dito untuk selamanya. Dan membiarkan Dito berhak bahagia dengan pilihannya.
Dengan langkah lunglai Sherin pun masuk ke dalam kamarnya dan benar saja disana sudah ada dua koper besar miliknya. Dan Sherin akan membawa barang-barang yang menurutnya penting untuk dirinya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
__ADS_1