
Sedangkan di ruang tamu..
"Lu bisa bikin apa lagi?" tanya Dito ambigu, karena maksud Dito selain pintar memasak dan membuat kue keahlian apalagi yang dimiliki Rani.
"Bikin anak." jawab Rani cuek sambil memainkan ponselnya.
Karena Rani merasa bosan, sudah sejak Pak Bagas dan Bu Anya pamit ke kamar dia ingin segera diantar pulang tetapi Dito selalu menahannya. Padahal Rani sudah beralasan bahwa besok dia harus ke kampus pagi-pagi setelah itu langsung bekerja, tetapi Dito tidak mengindahkannya sama sekali.
"Ya uda ayo!" ajak Dito menggoda.
Perkataan Dito seketika membuat Rani mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan menatap Dito dengan tajam. Tetapi hal itu tidak membuat Dito takut sama sekali justru dia menaikturunkan alisnya sengaja untuk menggoda Rani.
"Kak...!" rengek Rani untuk kesekiankalinya.
"Apaan sih?" tanya Dito yang masih ingin bersama dengan Rani.
"Rani uda ngantuk trus capek." jawab Rani apa adanya.
Karena memang seharian libur bekerja dia justru tidak bisa beristirahat. Dia malah menata taman kecil didepan kostnya dan setelah itu membuat dua macam kue untuk dibawa berkunjung ke rumah Bu Anya.
Dito terdiam sejenak, dia menatap Rani dengan intens. Dan benar saja Rani terlihat sangat lelah. Akhirnya Dito pun mengajak Rani untuk pulang.
__ADS_1
"Ya uda ayo pulang." ajak Dito sambil berdiri dan berjalan menuju ke nakas dimana dia menaruh kunci mobilnya disana.
Rani pun segera mengikutinya dan berjalan beriringan dengan Dito menuju luar. Rani pun membuka pintu mobil dan segera masuk juga Dito yang segera menyalakan mobilnya.
Begitu sampai di pintu gerbang, dengan sigap Pak Kodir membukakan pintu dan Dito membuka kaca untuk sekedar menyapa satpam dirumahnya tersebut. Dito berhenti tepat didepan Pak Kodir berdiri.
"Den, sip pokoknya ini mah! Uda cantik pinter masak lagi. Buruan dihalalin Den." lirih Pak Kodir, dan perkataan itu tentu saja ditujukan kepada Rani.
Seketika Dito dan Pak Kodir pun melirik ke arah Rani sambil tersenyum. Rani yang tidak mendengar mereka membahas apa hanya bisa mengerutkan kening karena melihat dua orang tersebut bersamaan melihat kearahnya sambil tersenyum.
Tentu saja Pak Kodir tahu bahwa Rani pintar memasaka, karena Bu Anya membagi kue buatan Rani kepada semua pegawai dirumahnya dan mengatakan bahwa Rani yang membuat kue tersebut.
Selama diperjalanan Rani hanya terdiam, dia melihat keluar melalui kaca disebelah kirinya. Dito sempat meliriknya dan bingung akan memulai pembicaraan apa.
"Lu kuliah dimana?" tanya Dito, akhirnya pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya.
Dan Rani pun menjawabnya serta menjelaskan dia mengambil jurusan apa. Ternyata jawaban Rani membuat Dito berkali-kali merasa ini bukan sebuah kebetulan tetapi memang mungkin Rani adalah jodohnya. Karena tempat dimana Rani kuliah sekarang ini adalah tempat dia kuliah juga beberapa tahun yang lalu. Dan Dito pun masih mengenal beberapa dosen disana.
"Lancar kuliahnya?" tanya Dito lagi.
"Lancar Kak." jawab Rani singkat, karena dia memang sudah capek.
__ADS_1
Dito pun menganggukkan kepalanya. Dan tidak berapa lama mobil yang Dito kendarai sudah sampai di tempat parkir depan gang kost Rani.
"Makasih ya Kak. Maaf uda ngrepotin karena harus mengantar Rani pulang." ucap Rani tulus sebelum dia membuka pintu mobil dan keluar.
"Sama-sama." jawab Dito.
Dan Rani segera membuka pintu mobil tetapi sebelum benar-benar keluar, Dito menahan tangan Rani dan Rani pun menoleh melihat tangannya yang dipegang oleh Dito.
"Ya Kak?" tanya Rani, karena Dito tidak segera melepaskan tangannya dan hanya diam saja.
"Lu mau jadi cewek gue?" tanya Dito tiba-tiba.
...****************...
Hayoo loo, tembak-tembakan ni 🤭
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🥰
Yang belum vote, dipersilahkan vote dulu Kakak 😍
__ADS_1