Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 27


__ADS_3

Begitu selesai sarapan yang kesiangan tersebut, Dito segera kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap. Dia sudah menghubungi Kelvin sebelumnya untuk bertemu di cafe miliknya dan Kelvin pun mengiyakan.


Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal Dito pun segera keluar dari kamarnya, karena setelah bertemu Kelvin seperti biasa Dito akan ke cafe nya sendiri.


Dito berjalan keluar kamar sambil bersenandung, dan sangat terlihat sekali bahwa moodnya sedang baik. Dan entah kenapa langkah kakinya terasa sangat ringan, padahal biasanya jika ingin bertemu Kelvin di cafenya yang ada hanya rasa malas karena selain macet pasti yang Kelvin bicarakan tentang pacarnya.


Tetapi tidak untuk kali ini, Dito merasa seperti menantikan saat-saat ini. Bu Anya yang sedang bersantai di teras juga baru saja selesai membersihkan diri setelah kegiatan berkebunnya pun sampai heran melihat Dito yang begitu ceria.


"Mau kemana kamu? Kayaknya lagi bahagia banget." tanya Bu Anya sambil memperhatikan penampilan Dito yang tidak seperti biasa.


"Mau ketempat Kelvin Ma, biasa bisnis Ma bisnis." jawab Dito dengan gaya centilnya untuk menggoda sang Mama.


"Kesambet setannya si Kelvin kayaknya kamu itu." ucap Bu Anya yang masih merasa heran.


Dito hanya tersenyum memamerkan giginya.

__ADS_1


"Yang bener kesambet karyawannya si Kelvin." batin Dito tersenyum.


"Ya uda aku pergi dulu Ma, nanti pulang kesini lagi." ucap Dito sambil menyalami Mamanya dan bersiap keluar.


Belum selesai keheranan Bu Anya yang tadi sekarang ditambah lagi keheranannya. Biasanya harus dikejar-kejar kalau mau menyuruh Dito pulang kerumah orang tuanya karena Dito yang lebih memilih tinggal di apartemen, tetapi kali ini tidak lagi. Justru Dito sendiri yang menawarkan diri untuk pulang ke rumah orang tuanya.


Bu Anya sampai tidak bisa berkata apa-apa saking herannya, dan beliau tersadar ketika Dito membunyikan klaksonnya dan terlihat mobilnya sudah keluar dari halaman rumahnya.


"Beneran itu si Dito? Kenapa aneh sekali sih hari ini." gumam Bu Anya masih dengan keterkejutannya.


Bukan untuk mau membatasi kebebasan Dito, tetapi Pak Bagas hanya masih perlu mengawasi saja sejauh mana pergaulan Dito selama ini apalagi dengan jiwa muda yang hidup di dunia seperti sekarang ini.


...----------------...


Didalam mobil, Dito memutar radio yang saat itu memutarkan lagu-lagu romantis tentang jatuh cinta. Dan membuat Dito yang memang menyukai lagu tersebut pun ikut bersenandung. Entah dia menyadari atau tidak perasaannya pagi ini memang sedang bahagia.

__ADS_1


Jalanan pada siang itu sedang macet tetapi itu semua tidak menjadi masalah bagi Dito. Dia sangat menikmati kemacetan itu. Padahal jika biasanya dia akan uring-uringan sendiri didalam mobil, dia akan menyalahkan diri sendiri karena telat bangun, menyalahkan Mbak nya yang telat menyiapkan sarapan (padahal Mbaknya tidak telat sama sekali), bahkan sampai dia menyalahkan orang-orang yang berkendara pada siang hari katanya seperti tidak ada kerjaan saja (padahal dirinya juga berkendara siang hari 🤔). Ya, begitulah cinta 😊.


Begitu sampai di parkiran Dito tidak segera keluar dari mobil. Dia terlebih dahulu memastikan penampilannya apakah sudah oke, dia juga melihat wajahnya dari spion diatasnya.


"Sumpah, lu keren banget Dito!" gumamnya sendiri sambil senyum-senyum tidak jelas.


Setelah memastikan semuanya oke, Dito segera keluar dari mobil dan berjalan menuju cafe Kelvin dengan penuh semangat. Dan sangat terlihat senyum ramah selalu memancar dikedua bibirnya.


...****************...


Ahh jatuh cinta, tai aja dikira coklat 🤣


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 💖

__ADS_1


__ADS_2