Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 40


__ADS_3

Begitu Dito pergi, Rani segera melakukan apa yang sudah dia rencanakan. Dia segera pergi ke laundry untuk mengambil baju Dito yang dia laundry.


Rani berbincang sebentar dengan Anita. Karena tidak mau mengganggu pekerjaan Anita, Rani pun berpamitan setelah membayar sejumlah uang untuk laundry tersebut.


Begitu sampai di kost Rani tidak tidur sesuai dengan apa yang dia katakan kepada Dito. Justru dia mencari kesibukan, karena memang Rani orang yang pekerja keras.


"Lebih baik gue tata bunga-bunga itu di pot aja biar rapi." gumam Rani sambil tersenyum.


Karena Rani yang memang begitu terampil. Dia menata kembali bunga-bunga liar, tanaman disekitar kost nya supaya terlihat bagus dan rapi.


Tidak terasa waktu sudah beranjak siang, Rani juga sudah selesai menyelesaikan acara berkebunnya. Saat ini dia sedang beristirahat diteras sambil memuji pekerjaan yang sudah dia kerjakan sendiri.


"Bagus juga kerja gue hehe." puji Rani untuk dirinya sendiri.


"Oh iya nanti malam kan gue diundang makan malam, masa iya gue kesana cuma datang gitu doank gak bawa apa-apa." gumam Rani ketika ingat akan acaranya nanti malam.


"Trus gue mau bawa apa ya? Kan Bu Anya orang kaya sudah punya semua." lanjut Rani.

__ADS_1


Rani terus berpikir apa yang hendak dia bawa untuk berkunjung kerumah Bu Anya. Meskipun Bu Anya tidak menyuruhnya tetapi Rani cukup tahu diri.


Akhirnya Rani menemukan sebuah ide, setelah dia sejenak berpikir.


"Ahh iya mendingan gue bikin cake sendiri aja buat dibawa nanti malam. Daripada beli kan mahal hehe." ucap Rani.


Rani pun segera bersiap, dia berganti pakaian kemudian segera pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahan untuk membuat cake.


Tidak heran jika Rani juga bisa membuat kue, karena sejak kecil dia sudah banyak belajar dari orang tuanya. Dan sekarang ilmu yang sudah dia pelajari tidak pernah sia-sia.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Rani berbelanja bahan-bahan tersebut. Rani segera pulang dan segera membuat kue.


"Selesai sudah!" seru Rani senang.


Setelah kue-kue nya dingin Rani segera menaruh diwadah yang sudah dia siapkan. Dan saat itu memang waktu sudah beranjak petang.


"Gue mandi dulu aja lah, siap-siap sekalian." gumam Rani, yang kemudian beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


...----------------...


Di ruangan cafe miliknya, terlihat Dito yang semakin gelisah. Dia merasa hari ini waktu berputar dengan cepat. Dan tidak terasa sudah petang dan akan menjelang waktu makan malam. Waktu dimana yang paling dia benci karena sebentar lagi dia akan kembali dikenalkan oleh kedua orang tuanya dengan orang yang tidak dia kenal.


Dan tentu saja sang Ibu sejak siang sudah menerornya dengan mengirim banyak pesan untuk mengingatkannya jika jangan pulang terlambat untuk makan malam. Dan hal itu semakin membuat Dito kesal.


"Mama lagi mama lagi!" kesal Dito dengan sedikit membanting ponselnya di atas meja.


Dengan terpaksa Dito pun bersiap-siap akan pulang karena Ibunya sudah kembali menerornya.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa kak 🙏


Double up ni kak 🥰

__ADS_1


Yang komen part nya kurang panjang ikhlasin aja ya, yang penting udah diusahain up 2x sehari 🤭


__ADS_2