Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 51


__ADS_3

Setelah kepergian Anton, diruangan tersebut terasa begitu dingin karena keduanya merasa salah tingkah. Seperti seorang anak kecil yang kepergok berpacaran.


Dito pun menghela nafas dengan berat sambil berdiri merasa masih sangat kesal dengan Anton. Karena saat ini kepalanya atas bawah terasa berdenyut. Entah perasaan darimana ketika berdekatan dengan Rani, sinyal dikedua kepala Dito atas bawah cukup kuat sehingga membuatnya tegak dengan kuat.


"Gue antar ke cafe Kelvin sekarang." ucap Dito sambil berjalan menuju mejanya untuk mengambil dompet dan kunci mobil.


Rani hanya menganggukkan kepala sambil berjalan mengikuti Dito.


Begitu keluar dari ruangannya Dito berpapasan dengan Anton. Dito menatap tajam ke arah Anton tetapi Anton tidak merasa takut dengan tatapan Dito, dia justru hanya terkekeh saja dengan mengatupkan kedua tangannya tanda bahwa dia meminta maaf. Sedangkan Rani hanya tertunduk karena merasa malu. Padahal mereka belum berbuat apa-apa, bagaimana jika sampai mereka sudah berciuman dan ada yang memergokinya.


Sebelum benar-benar keluar dari cafe, Dito menyuruh Rani untuk menunggunya sebentar karena dia ingin pergi ke kamar mandi.


"Lu duduk disini dulu, gue ke toilet sebentar." ucap Dito sambil memberikan dompet, ponsel dan kunci mobil kepada Rani.


Sedangkan Rani terkejut kemudian segera menerimanya dan duduk dimeja kosong disebelahnya. Rani pun meletakkan barang-barang Dito dimeja dia bahkan tidak berani sama sekali untuk mengetahui isinya.


Saat sedang menunggu Dito, tiba-tiba saja ponsel Dito berdering. Rani pun melihat siapa yang menghubungi Dito. Ternyata dilayar tertera nama Mama ❤ dan tentu saja Rani tahu siapa yang menghubunginya.


Meskipun sekarang status mereka sudah berpacaran, tetapi Rani tidak mau lancang untuk menerima panggilan tersebut. Rani terpaksa membiarkan saja sampai panggilan berakhir. Dan ternyata beberapa detik kemudian calon mertuanya menghubungi lagi dan Rani membiarkannya lagi.


Tidak berapa lama Dito kembali dari toilet, sebelum Dito mengajaknya untuk pergi Rani terlebih dahulu memberitahukan kepada Dito bahwa ada panggilan dari Mamanya.


"Kak, tadi ada panggilan dari Bu Anya dua kali. Coba Kakak hubungi dulu aja siapa tahu penting." ucap Rani.

__ADS_1


Dito pun mengerutkan keningnya kemudian dia duduk didepan Rani dan mengambil ponselnya untuk melihat apakah benar Mamanya menghubunginya. Dan benar saja disana ada dua panggilan tidak terjawab dari sang Mama.


"Kog gak lu angkat?" tanya Dito.


"Gak lah Kak, takutnya penting." jawab Rani.


"Ya kan kalau penting lu bisa sampein ke gue. Lagian Mama kan calon mertua lu juga jadi biar bagaimanapun lu juga harus tahu." ucap Dito sengaja menggoda Rani.


Rani hanya mencebikkan mulutnya karena perkataan Dito membuatnya salah tingkah. Masa iya baru jadian beberapa menit saja sudah bicara tentang mertua dan menantu.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik dengan fashion yang jauh berbeda dengan seorang Rani menghampiri meja mereka.


Dito sedang fokus dengan ponselnya sehingga dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menghampirinya.


Dito pun terkejut karena tiba-tiba saja dia mendengar suara wanita itu lagi. Wanita yang sudah benar-benar dia lupakan selama ini.


Ya, wanita itu adalah Sherin (namanya bener gag ya? Serius beneran lupa soalnya 😔). Wanita yang dengan mati-matian ingin dia hindari tetapi entah kenapa akhir-akhir ini muncul lagi dan mencoba ingin mendekati Dito lagi.


Sherin sengaja mencari Dito lagi karena ketika Sherin memilih pria lain dan mengkhianati Dito ternyata saat ini Sherin mendapatkan karmanya. Sherin pun dikhianati oleh pria yang dia pilih. Dan saat ini tidak ada cara lain selain Sherin akan mengemis untuk kembali kepada Dito. Karena bagaimanapun Dito memiliki banyak harta.


Mendengar panggilan dari wanita tersebut kepada Dito, tentu Rani bukan orang yang bodoh. Dia jelas tahu hubungan mereka, meskipun Rani tidak tahu dengan jelas tetapi dia bisa menyimpulkannya.


Rani hanya diam saja melihat interaksi mereka. Dan Rani bisa melihat bahwa Dito tidak sama sekali menanggapi wanita itu.

__ADS_1


"Sayang nomor aku kamu blokir ya?" tanya wanita itu lagi.


Tapi lagi-lagi Dito hanya diam saja, bahkan Dito melirik kepada Rani.


"Eh lu siapa? Sana buatin gue jus, lu karyawan disini kan? Kenapa gak kerja malah enak-enakan duduk disini?" tanya Sherin dengan ketus dan tentu saja pertanyaan tersebut ditujukan kepada Rani.


Sebelum Rani menjawab, Dito lebih dulu bangkit berdiri dan menggandeng tangan Rani untuk diajaknya berdiri juga.


"Yang lu anggap karyawan ini calon istri gue. Dan lu gak berhak nyuruh-nyuruh dia!" tegas Dito dengan menekankan kata calon istri dihadapan Sherin.


Setelah mengatakan hal itu Dito segera menggandeng tangan Rani dan diajaknya keluar dari cafe menuju parkiran.


Sedangkan Sherin dibuat terkejut oleh sikap Dito. Sedetik kemudian dia sadar bahwa Dito sudah memiliki pasangan dan hal itu membuat Sherin mengepalkan kedua tangannya.


"Kalau gue gak bisa dapetin lu, maka gak ada satu pun yang bisa dapetin lu juga! Dito lu hanya milik gue." gumam Sherin sambil menatap tajam kepergian Dito dan Rani.


...****************...


Tahan nafas bentar ya 🤭


Tetap semangat Kak 💪


Like, kome dan hadiahnya jangan lupa 🥰

__ADS_1


Buat author baru yang mau promo novel di kolom komentar boleh banget ya, karena kita akan berkarya bersama ❤


__ADS_2