
Begitu sampai diparkiran Rani segera keluar lebih dulu. Dia masih kesal dengan Dito karena tidak mau berhenti untuk membeli nasi goreng. Dito pun hanya membiarkan saja.
Dia kemudian ikut turun dengan mengambil paper bag yang berisi makanan dikursi belakang dan mengikuti Rani. Setelah membuka pintu Rani segera duduk disofa dengan cemberut, Dito pun ikut masuk dan duduk disebelahnya.
"Kakak pulang aja deh, uda malam. Rani mau langsung tidur aja." ucap Rani sewot tanpa melihat ke arah Dito sehingga Rani tidak tahu jika Dito membawa sesuatu ditangannya.
"Yakin nyuruh gue pulang? Katanya tadi laper?" tanya Dito dengan menggoda dan menunjukkan paper bag didepan Rani.
Rani melirik apa yang ditunjukkan oleh Dito, dia bisa melihat tulisan dipaper bag tersebut dan itu adalah nama cafe milik Dito. Rani yakin jika isi didalamnya adalah makanan.
"Ya uda gue pulang ni." lanjut Dito karena Rani hanya diam saja dan sudah berniat untuk berdiri.
"Eeehhh... Jangan donk! Makan dulu Kak." jawab Rani sambil dengan gerakan cepat menarik Dito kembali untuk duduk.
Dito hanya tersenyum saja. Rani pun dengan segera mengambil sendok dan piring untuk tempat makanan. Mereka pun makan sambil diselingi dengan obrolan ringan.
Tidak berapa lama mereka pun selesai dan saat ini keduanya sedang duduk di teras.
"Kakak gak pulang? Uda malam lho." ucap Rani mengingatkan Dito.
Dito pun melihat jam dipergelangan tangannya dan benar saja memang waktu terasa berputar begitu cepat ketika sedang berduaan dengan orang yang disayang.
"Iya bentar lagi." jawab Dito.
"Ow ya kayaknya mulai sekarang lu jangan panggil Kakak deh, berasa gue pacaran sama anak dibawah umur." protes Dito.
__ADS_1
Rani pun terkekeh mendengar ucapan Dito.
"Kog malah ketawa?" tanya Dito heran.
"Kan memang Kakak pacaran sama anak dibawah umur." tertawa Rani pun semakin keras karena merasa lucu.
"Mulai sekarang gue panggil lu pookie. Karna lu tu lucu, menggemaskan dan manja." ucap Dito setelah berpikir beberapa saat.
"Oke. Dan Rani mau panggil boo. Karna Kakak pacar Rani." ucap Rani dengan malu-malu.
Mereka berdua pun tertawa bersama karena merasa lucu dengan sikap mereka.
"Ya uda aku pulang dulu ya. Cepet tidur jangan begadang pookie sayang." ucap Dito sambil berdiri dan mencium kening Rani.
"Iya hati-hati ya boo. Salam buat Bapak dan Ibu." ucap Rani.
Dito hanya menjawab dengan anggukan kepala kemudian segera keluar berjalan menuju parkiran dimana mobilnya berada.
...----------------...
Dito segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai dirumah.
Begitu masuk ke dalam rumah ternyata kedua orang tuanya masih menunggunya di ruang keluarga.
"Papa sama Mama belum tidur?" tanya Dito setelah menyalami kedua orang tuanya dan duduk didepan mereka.
__ADS_1
"Kamu kog tumben malam sekali baru pulang?" bukannya menjawab pertanyaan Dito, Bu Anya malah balik bertanya.
"Iya Ma." jawab Dito singkat.
"Ow ya tadi Sherin ke cafe ya?" tanya Bu Anya.
"Lhoh kog Mama tahu?" tanya Dito.
"Iya tadi dia kesini, masa protes ke Mama katanya kamu sengaja ngenalin calon istri ke Sherin." jawab Bu Anya sambil terkekeh ketika mengingat tingkah Sherin siang tadi.
"Padahal kan Mama tahu kalau kamu pasti sengaja ngaku-ngaku punya calon istri biar Sherin gak ngejar-ngejar lagi kan." lanjut Bu Anya dengan yakin.
Dito sebenarnya ingin menjelaskan, tetapi dia lumayan capek untuk hari ini. Mungkin besok-besok dia akan menjelaskan kepada kedua orang tuanya.
"Dito istirahat dulu ya Ma, Pa." ucap Dito sambil berjalan ke lantai dua menuju kamarnya.
Pak Bagas dan Bu Anya pun saling pandang melihat keanehan anaknya.
...****************...
Tetap semangat 💪
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏
Maaf telat up Kak 🥰
__ADS_1