Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 55


__ADS_3

Di cafe Dito..


Dito sengaja pulang bersamaan dengan jam pulang Rani. Dia lebih memilih berlama-lama di cafenya sekalian saja dia mengawasi beberapa hal terlebih dahulu.


Dan satu jam lagi Rani sudah akan pulang, Dito menyuruh pegawainya untuk memasak beberapa menu dan akan dia bawa pulang. Dito berencana akan makan bersama di rumah Rani. Meskipun makannya malam tetapi Dito tetap ingin melakukannya karena Rani yang habis pulang kerja pasti merasa capek dan lapar.


Anton masuk ke ruangan Dito dengan membawa paper bag yang berisi beberapa makanan yang dipesan Dito.


"Beneran Bos itu tadi ceweknya?" tanya Anton sambil menyerahkan paper bag dan duduk di depan Dito tanpa disuruh.


"Iyalah, kapan gue bohong." jawab Dito cuek.


"Wah emang pinter si Bos cari cewek. Yahh meskipun gak seseksi Sherin tapi yang ini cukup oke lah." ucap Anto.


Tetapi Dito segera menatapnya dengan tajam. Dito tidak suka Rani dibanding-bandingkan dengan Sherin. Apalagi Dito tahu bagaimana luar dalam hatinya Sherin.


Mendapat tatapan seperti itu membuat nyali Anton menciut. Dia segera pamit kepada Dito.


Setelah memastikan semuanya beres Dito segera keluar dari ruangannya dan berpamitan untuk pulang. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena nantinya tidak ingin menunggu terlalu lama didepan cafe Kelvin.


Dan benar saja begitu sampai di cafe Kelvin, Dito melihat beberapa karyawan yang akan pulang dan Dito melihat Rani juga sudah keluar setelah saling berpamitan kepada teman-temannya.

__ADS_1


Rani tidak tahu bahwa Dito sudah menunggunya di dalam mobil. Karena memang Rani tidak terbiasa ditunggu oleh seseorang sehingga dia terbiasa melakukan aktifitas seperti biasa. Bukannya dia lupa bahwa sudah berpacaran dengan Dito, tetapi Rani lupa jika Dito akan menjemputnya.


Rani berjalan seperti biasa di pinggiran jalan. Dito yang melihat dari dalam mobil hanya bisa menggelengkan kepala.


"Uda dikasih tahu kalau dijemput, tetap aja jalan kaki." gumam Dito yang kemudian menjalankan mobilnya untuk menyusul Rani.


Begitu sampai disamping Rani, Dito segera berhenti dan membunyikan klaksonnya. Rani pun mendekat dan membuka pintu mobil dan segera masuk. Begitu membuka pintu Rani hanya nyengir saja.


"Maaf Kak Rani lupa kalau dijemput." ucap Rani.


"Hemm.." Dito hanya menjawabnya dengan deheman saja.


"Kakak uda makan? Rani laper Kak, kita mampir beli nasi goreng dulu ya." ucap Rani.


Dito tidak menjawab pertanyaan Rani, karena dia memang sudah membawa makanan untuk Rani.


"Jangan-jangan lu juga lupa kalau lu uda punya pacar?" tanya Dito serius.


Karena Dito takut kalau Rani benar-benar tidak membalas cintanya. Sebelum menjawabnya Rani tersenyum kepada Dito.


"Gak lah Kak, masa Rani lupa. Kan Kakak yang ambil ciuman pertama Rani dan Rani gak akan bisa lupa itu." ucap Rani polos.

__ADS_1


Jawaban polos Rani tentu saja membuat Dito terkekeh. Dito kemudian mengusak rambut Dito dengan sayang.


"Kak, beli nasi goreng dulu ya. Itu didepan itu." tunjuk Rani kepada tukang nasi goreng didepannya.


Tetapi Dito tidak berhenti dia justru terus melajukan mobilnya dengan menambah sedikit kecepatan agar segera sampai di kost Rani.


Rani yang melihat melewati tukang nasi goreng hanya bisa melongo menatap ke arah Dito.


"Kak...." lirih Rani dengan cemberut.


Dito sengaja tidak meresponnya tetapi di dalam hati dia tertawa bisa mengerjai Rani.


...****************...


Sabar Ran, bentar lagi gak cuma makan nasi goreng doank 🤭


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏


Maaf telat up, soalnya mumpung libur masih nyaman dikasur sama anak-anak 😆

__ADS_1


__ADS_2