Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 63


__ADS_3

Mereka pun sampai didepan kampus Rani. Sebelum Rani keluar dari mobil dia akan berpamitan terlebih dahulu dengan Dito.


"Aku belajar dulu ya Boo." pamit Rani sambil melepaskan seatbelt dan meraih tangan Dito untuk dia cium dengan takzim.


"Iya Poo, hati-hati ya jangan nakal. Ow ya nanti aku gak bisa jemput jadi kamu langsung ke cafe aja ya, gak apa-apa kan?" tanya Dito.


"Iya gak apa-apa Boo." jawab Rani.


"Tapi nanti pulang kerja aku jemput, jangan pulang duluan." ucap Dito mengingatkan.


Karena Dito ingat hari pertama mereka pacaran, Dito sudah bilang bahwa dia akan menjemput tetapi Rani lupa dan dia pulang sendiri dengan berjalan kaki.


"Iya Boo." jawab Rani.


Rani yang hendak membuka pintu mobil kembali ditahan oleh Dito. Dito pun mendekatkan wajahnya kemudian mencium kening Rani dengan dalam. Lalu dengan gerakan cepat Dito mencium bibir Rani sekilas.


"Ihh Boo nakal." rengek Rani.


"Tapi suka kan?" goda Dito.


"Heem..." jawab Rani malu-malu.


"Ya uda sini lagi." ucap Dito yang akan kembali bersiap mencium bibir Rani.

__ADS_1


Tetapi Rani segera menghindar. Karena jika diladeni Dito tidak akan melepaskannya.


"Gak sekarang donk Boo, nanti kalau kamu uda halalin aku ya." setelah berkata seperti itu Rani segera membuka pintu mobil dan bisa keluar dari mobil Dito.


Sedangkan Dito hanya cemberut mengerucutkan bibirnya. Akhirnya mereka pun menjalankan aktifitas masing-masing.


...----------------...


Seharian bekerja membuat Rani tidak merasa lelah, bahkan mungkin besok dia akan merindukan pekerjaan-pekerjaan yang selama ini dia kerjakan.


Hari ini Rani banyak melakukan pekerjaan, bahkan pekerjaan temannya yang terlihat kesulitan dia akan senang hati menolong. Atau bahkan dia yang mengambil alih.


"Sini biar aku aja Tut." ucap Rani, ketika Tuti terlihat sangat sibuk.


"Hari ini kamu aktif banget kenapa Ran? Kayak besok uda gak kerja lagi aja. Kayak gak ada capeknya gitu." ucap Tuti yang merasakan perubahan pada temannya itu.


Seketika Rani pun terdiam karena dia merasa apa yang dikatakan Tuti memang benar bahwa besok dia sudah tidak bekerja lagi. Meskipun perkataan Tuti hanya tebakan saja tetapi seakan dia bisa memahami bagaimana Rani.


"Ahh gak apa-apa kog. Kan kerjaan ku uda selesai." jawab Rani mencoba berbohong, karena dia tidak ingin merasa sedih.


Waktu terus berlalu..


Satu jam lagi jadwal mereka pulang dan sebenarnya sedari tadi Rani menunggu kedatangan Kelvin untuk meminta ijin keluar hari ini juga. Tetapi Kelvin tidak kunjung datang ke cafe, hingga sampai satu jam sebelum karyawannya pulang dia baru datang.

__ADS_1


Kelvin pun duduk di salah satu meja yang saat itu sudah mulai sepi pengunjung. Kelvin terlihat sedang mengecek beberapa hal dan sangat serius.


Rani yang melihat dari arah pantry pun terlihat gelisah karena dia takut jika mengganggu Kelvin dan membuat Kelvin marah kepadanya.


"Aduh gimana ya? Masa ngomong sekarang? Kan Pak Kelvin nya masih sibuk." gumam Rani.


Aldi salah satu teman Rani melihat Rani gelisah kemudian menghampirinya.


"Kamu kenapa Ran?" tanya Aldi.


"Eh Al, Pak Kelvin lagi serius banget ya?" tanya Rani.


Sebenarnya tanpa Aldi jawab pun sudah terlihat bahwa Kelvin sedang serius.


"Ya, kamu lihat sendiri kan. Tapi kayaknya bentar lagi selesai kog. Kamu gak siap-siap pulang?" tanya Aldi.


"Iya bentar lagi." jawab Rani, yang masih setia menunggu untuk mencari celah ketika Kelvin tidak lagi sibuk.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2