
Rani seakan tidak percaya mendengar pernyataan dari Dito. Dia hanya diam saja karena masih mencoba mencerna apa yang dikatakan Dito.
Hingga saat Dito menarik pelan tangan Rani untuk mendekat kepadanya dan bersamaan dengan itu Dito mencium kening Rani. Tentu saja Rani semakin dibuat terkejut oleh sikap Dito.
"Kak?" tanya Rani shock, setelah Dito melepaskan tangannya.
"Sorry kalau gue lancang. Tapi serius gue suka sama lu Ran." jawab Dito dengan yakin tanpa ada keraguan sama sekali bahkan Dito sampai menatap mata Rani dengan dalam.
Rani pun dibuat semakin melongo. Dito yang melihat perubahan wajah Rani pun hanya terkekeh.
"Orang tua gue juga kayaknya setuju kog menantunya itu lu." ucap Dito dengan yakin.
Ahh kenyataan apalagi ini, pikir Rani. Rani akan membuka mulutnya untuk berbicara tetapi segera didahului oleh Dito.
"Gue gak minta jawaban lu sekarang, tali gue tunggu jawabannya besok." lanjut Dito.
"Kog besok Kak?." jawab Rani.
"Trus mau lu kapan? Sekarang, oke buruan jawab." ucap Dito.
__ADS_1
"Gak lah, bukan sekarang juga." kesal Rani.
"Ya makanya besok lu mesti jawab."
"Uda sekarang lu masuk trus istirahat biar besok gak terlalu capek." lanjut Dito ketika melihat jam dipergelangan tangannya yang terus berjalan.
"Apa perlu gue antar sampai kamar?" tawar Dito sengaja menggoda Rani.
Rani pun menatap tajam kepada Dito karena bisa-bisanya berbicara seperti itu.
"Uda jangan melotot gitu, jelek tahu." ucap Dito yang menempelkan kedua jarinya dibibirnya kemudian dia letakkan dipipi Rani.
Akhirnya Rani pun keluar dari mobil Dito dan segera berlalu masuk ke dalam gang menuju kostnya, tetapi sebelumnya Rani sempat menoleh ke belakang dan melihat Dito yang melambaikan tangan kepadanya.
Setelah Rani tidak terlihat lagi, Dito merasa sangat bahagia didalam mobilnya. Dia bersyukur dipertemukan dengan Rani dan mengenal Rani. Dito yakin bahwa perasaannya akan dibalas oleh Rani.
Dito pun segera kembali pulang ke rumah dengan perasaan bahagia. Bahkan dia selalu bersenandung sepanjang perjalanan.
Berbeda dengan Dito, justru Rani saat ini merasakan kebingungan. Karena kejadian itu terasa begitu cepat untuknya.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri Rani bersiap akan beristirahat. Rani jadi tidak bisa tidur, padahal sebelumnya ketika dirumah Dito dia merasa mengantuk dan capek tapi sekarang rasa capeknya telah menguap apalagi setelah Dito mengutarakan perasaannya kepadanya.
"Ahh yang bener aja sih, Kak Dito! Masa iya suka sama Rani? Kan perbedaan kita jauh banget." gumam Rani sendiri.
Jujur saja sebenarnya dari dalam hatinya, Rani juga menyukai Dito lebih tepatnya ketika Dito mau menikmati nasi goreng pinggir jalan yang dia beli. Karena menurut Rani, Dito memang apa adanya tidak merasa memiliki banyak harta dan menjadi semena-mena.
Tetapi Rani cukup sadar diri, keadaan mereka bagaikan langit dan bumi dengan perbedaan yang cukup jauh.
"Gak tahu gue, lihat besok aja." gumam Rani.
Dia memilih mengistirahatkan tubuhnya karena esok hari dia harus kembali ke dunianya untuk berkuliah dan bekerja.
Tetapi buat Dito, dia justru tidak sabar menunggu esok hari karena ingin mendengar jawaban Rani dan besok Dito akan memberikan kejutan untuk Rani.
...****************...
Maaf kalau maksud ceritanya kurang nyampe, soalnya lagi gak enak badan ini dan aku paksain buat up 😔
Tetap semangat 💪
__ADS_1
Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏