Dikira Kurir Paket

Dikira Kurir Paket
Bab 29


__ADS_3

Pergantian shift pun dimulai, setelah bertukar shift Rani bersiap akan memulai pekerjaannya. Tetapi dia terlebih dahulu pergi ke toilet sebelum memulai pekerjaannya.


Sedangkan dimeja pelanggan terlihat Dito yang agak gelisah. Dia seperti sedang mencari seseorang. Dan tentu saja bukan Kelvin orang yang dia cari, karena memang Kelvin sudah menghubunginya bahwa akan datang terlambat.


"Kog gue dari tadi gak liat tu anak ya." batin Dito yang masih terlihat celingak celinguk.


"Apa gak masuk? Trus kenapa gak masuk, kan yang sakit gue." lanjut Dito.


Tetapi ketika dia menoleh ke arah toilet, terlihat Rani yang baru saja keluar dari toilet. Saat itu juga senyum terbit dibibir Dito. Secara tidak langsung Dito merapikan penampilannya sendiri persis seperti seseorang yang akan bertemu dengan orang penting.


Bersamaan dengan itu Kelvin datang menghampiri dan langsung duduk didepan Dito. Tentu saja hal tersebut membuat Dito kaget.


"Sorry bro, gue terlambat ada urusan bentar tadi." ucap Kelvin yang langsung duduk.


"Ciee yang mau ketemu gue rapi plus wangi banget." lanjut Kelvin yang melihat penampilan Dito hari ini begitu jauh berbeda dari biasanya. Bahkan Kelvin mencium bau parfum Dito yang berlebihan.


Memang biasanya Dito selalu berpenampilan rapi, tetapi tidak untuk hari ini. Dan Dito hanya melirik kesal saja dalam menanggapi ucapan Kelvin.

__ADS_1


"Eh lu belum dikasih minum?" tanya Kelvin yang tidak melihat apapun dimeja.


Sebelum Dito menjawab, Kelvin sudah lebih dulu memanggil Rani yang kebetulan lewat didepan mereka.


"Ran..!" panggil Kelvin.


Rani pun mengangguk sekilas dan datang menghampiri Kelvin dan Dito. Rani sempat melirik Dito dan kebetulan Dito pun melihat ke arah Rani. Begitu pandangan mereka bertemu, secara otomatis Dito tersenyum kepada Rani. Tetapi tidak dengan Rani, dia justru segera membuang pandangannya ke arah lain.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Rani melakukan hal itu, tetapi karena memang sejak pagi mood Rani sudah buruk sehingga dia masih belum bisa membuat moodnya membaik. Tetapi Dito tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Rani.


"Pak Dito mau minum apa?" tanya Rani yang menoleh ke arah Dito untuk bertanya minuman apa yang diinginkan oleh Dito.


Dito pun heran mendengar panggilan yang diucapkan Rani kepadanya. Dan tentu saja itu bukan panggilan yang mereka sepakati tadi malam.


"Pak?" tanya Dito kepada Rani tanpa bersuara, hanya terlihat dari gerakan bibirnya saja dan Rani bisa membaca itu.


Dan Kelvin pun tidak sempat memperhatikan interaksi mereka karena dia sedang sibuk dengan ponselnya. Tetapi Kelvin masih bisa mendengar bahwa Rani menanyakan tentang minuman untuk Dito. Dan Dito yang tidak segera menjawab pertanyaan Rani.

__ADS_1


"Eh si Rani nanyain lu tu." ucap Kelvin kepada Dito.


Akhirnya dengan sedikit kesal Dito menjawab pertanyaan Rani.


"Baik Pak, ditunggu ya." ucap Rani, dan Dito pun semakin menunjukkan wajah kesal kepada Rani.


Tanpa menunggu jawaban dari Kelvin dan Dito, Rani segera pergi menuju ke pantry untuk memesan minuman yang diinginkan oleh Dito.


Melihat kepergian Rani, membuat mood Dito sedikit menurun. Dia yang sebenarnya ingin bertemu dan melihat Rani, tetapi justru Rani yang membuat moodnya berubah.


"Kenapa tu cewek? Tadi malam manis banget trus kenapa sekarang jadi nyebelin lagi. Lagi PMS kali ya." batin Dito sambil melihat punggung Rani yang menjauh dan hilang dibalik pintu pembatas antara cafe dan pantry.


...****************...


Tetap semangat 💪


Like, komen dan hadiahnya jangan lupa 🙏

__ADS_1


__ADS_2