Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu

Dilamar Seperti Ratu Dijatuhkan Seperti Debu
Part *55


__ADS_3

Anggun tersenyum lebar. Dia tahu betul kalau suaminya juga ingin punya keturunan yang bisa melengkapi kebahagiaan pernikahan mereka. Hanya saja, suaminya tidak pernah berucap akan keinginan itu. Karena yang suaminya pikirkan hanyalah perasaan dia. Bahkan, sampai saat ini juga, Dion tetap ingin memberikan semua ketenangan agar isterinya tetap bahagia meski dalam situasi kecewa.


"Nah, gitu dong. Senyum yang lebar agar aku juga merasakan ketenangan yang sama. Karena bagi aku, kebahagiaan kamu itu adalah kebahagiaan aku, Anggun."


"Kalau gitu, aku ingin berbagi kebahagiaan yang lainnya lagi, kak. Apa kamu ingin tahu apa yang ingin aku katakan padamu?"


Dion langsung mengangkat satu alisnya.


"Apa?"


"Aku hamil."


"Apa!? Kamu hamil?"


Sungguh, Dion kaget bukan kepalang. Tidak dia hiraukan akan pandangan semua orang yang mendengarkan ucapannya barusan. Yang terpenting bagi Dion adalah, kepastian dari ucapan yang baru saja dia dengar dari istri yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


"Iya, Kak. Aku hamil. Dokter bilang, aku sudah hamil enam minggu sekarang."


Tanpa kata lagi, Dion langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat. Air mata haru tanda kebahagiaan turun perlahan.


"Terima kasih, Tuhan."


"Terima kasih banyak istriku sayang."


Dion berucap lirih dengan air mata yang tumpah secara perlahan.


*Delapan bulan kemudian.


Anggun akhirnya melahirkan anak pertama mereka dengan selamat. Bayi perempuan yang mungil nan cantik jelita dengan kulit putih dan mata indah. Bayi itu mereka beri nama Mysha Zuhaira. Karena dia datang membawa bahagia yang tiada tara untuk Dion dan Anggun. Juga semua kerabat terdekat.


Sementara itu, Tina dan Dedy juga sudah punya anak perempuan sebelumnya yang bernama Unna Mikayla. Damar dan Siska punya anak laki-laki yang mereka beri nama Kiyan Arkananta. Sedangkan anak Dirly dan Amelia bernama Geza Prayoga.

__ADS_1


Dion sengaja tidak mencantumkan nama keluarga di belakang nama anaknya. Itu karena mereka berniat menyatukan kedua anak mereka agar lebih kuat untuk memimpin perusahaan kelak. Karena dia hanya anak angkat keluarga Prayoga, maka keluarga Prayoga inginkan anak mereka agar di persatukan.


Kehidupan keluarga Anggun dan Dion sangat bahagia setelah badai yang mereka lewati bersama-sama. Anggun telah membuktikan, kalau dia bisa mengubah apa yang sebelumnya dia pikirkan dengan kesabaran.


Kesabaran telah membuat dia yang awalnya di lamar seperti ratu, dijatuhkan seperti debu dengan di lamar seperti ratu, dijaga seperti ratu pula. Ratu yang tiada tara, juga tiada tandingannya.


Kebahagiaan Anggun dan Dion kini sudah lengkap dengan kehadiran bayi perempuan mereka. Kesabaran dalam saling menjaga hati, sudah mereka teguk kebaikannya. Mereka saling memahami, juga saling menghargai. Kini, mereka sudah saling terbuka satu sama lain sekarang. Karena kejujuran adalah poin penting dalam rumah tangga.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_***Selesai***\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


*Catatan.


Maaf jika ada yang tidak berkenan dengan ending yang aku buat. Tapi, besar harapanku agar kalian suka dan puas dengan edingnya.


Sejujurnya, aku ingin bikin season lanjutan untuk melanjutkan cerita ini dengan cerita anak-anak mereka. Hanya saja, ini masih pertimbangan lagi. Masih ada banyak hal yang harus aku pikirkan sebelum melanjutkan cerita ini dengan season yang baru. Untuk itu ... see you.

__ADS_1


Doakan saja aku punya ide untuk melanjutkan yah. Karena biasa, aku agak sulit buat jalan bikin season dua untuk karya yang sudah aku selesaikan. Harap maklum nya yang banyak yah. He he he ....


__ADS_2