
Karena tida mendapat respon,Shiera pun memaksa menerobos masuk dan langsung menghampiri Rafael ayahnya.
Shiera langsung memeluk sang ayah dengan erat.Seolah meluapkan rasa rindunya setelah beberapa bulan tidak bertemu karena sang ayah bertugas diluar kota.
Caroline pun hanya memandang Shiera dengan sinis,karena gagal menghalangi Shiera masuk dan bertemu dengan ayahnya.
Rafael yang tubuh nya dipeluk oleh Shiera sang anak,justru perlahan menjauhkan Shiera darinya.
Membuat Shiera menatap heran dengan sikap ayahnya.Terlebih melihat tatapan sang ayah begitu dingin dan tidak terlihat sedikit pun senyuman ramah yang biasa ditunjukkan padanya.
"Ayah sudah tahu semuanya,bagaimana sikap mu selama ini..Ternyata kau bukan anak yang selama ini ayah banggakan..Ayah sangat kecewa dengan tingkah laku mu."ungkap Rafael dengan nada tegas.
Shiera pun memandang ayahnya dengan perasaan bingung.
__ADS_1
"Maksud ayah??" tanya Shiera.
"Kau sudah mengecewakan ayah,yang selama ini ayah berharap kau bisa menjaga dan menyayangi ibu dan adik mu selama ayah tidak di rumah.."
"Beraninya kau membuat ulah dengan mencuri kalung ibu mu sendiri dan bahkan mencoba kabur dari rumah ini..Kenapa sifat mu seperti gadis jalanan..!!" sentak ayah Shiera mulai emosi.
Shiera pun langsung terkejut mendengar semua ucapan ayahnya.Karena tidak mengira jika sang ayah ternyata mempercayai kebohongan yang dikatakan ibu tiri nya.
Jibran yang masih berada diluar hanya memilih diam dan melihat perdebatan antara anak dan ayah.Karena ia tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga Shiera yang baru ia kenal.
"Jangan coba membela diri Shiera.Apa kau menganggap jika ibu dan adik mu berbohong??Kau sungguh keterlaluan..!!" sentak sang ayah lagi semakin kesal.
Air mata Shiera pun seketika langsung menetes,karena sang ayah masih tidak mempercayai semua kejujurannya.
__ADS_1
Melihat situasi semakin tegang,Caroline pun mencoba memanfaatkan situasi dengan memanfaatkan situasi ayah Shiera.
"Pa,sudah..jangan marahin Shiera,kasihan Shiera.. aku dan Riska sudah memaafkan Shiera..Biar bagaimana pun Shiera juga anak kita kan??" sahut Caroline berpura-pura memihak Shiera dengan membujuk ayah Shiera.
Rafael sang ayah hanya diam dan menatap tajam kearah Shiera yang menunduk sambil menangis.
"Katanya Shiera pulang kesini ingin meminta ijin pada kita.,bahwa Shiera ingin menikah pa,mungkin dengan laki-laki diluar itu pa..Dan..-" sambung Caroline lagi yang sesaat membisikkan sesuatu pada Rafael.
Setelah dibisikkan,Rafael semakin menatap tajam ke arah Shiera.Dan tanpa pikir panjang,Rafael langsung menarik paksa tangan Shiera dan menyeretnya keluar dari rumahnya.
Shiera lagi-lagi terkejut,saat tubuhnya dihempaskan langsung keluar dari rumah oleh sang ayah l.
Bruk..
__ADS_1
"Anak tidak tahu diri,sia-sia aku membesarkan mu selama ini..Ku pikir kau bisa ku harapkan jika aku mendidik mu dengan baik.Tapi ternyata kelakuan mu benar-benar sangat menjijikkan..Kau sama seperti ibumu yang seperti ja*ang.!! " ucap Rafael tiba-tiba menghina Shiera dengan penuh emosi.
Shiera pun kembali menangis saat sang ayah tiba-tiba menghina dirinya.