
"Dimana dia ma??Aku perlu penjelasan dari Keysia.!" jawab Gian dengan nada lantang.
Sementara Shiera memilih menunduk dan tidak bicara apa pun.
"Memangnya ada apa?kenapa kamu mencari kakak mu??Ada masalah apa?" tanya Nayra semakin bingung.
"Dia sudah melukai istri ku.Dia memukul wajah Shiera sampai terluka.Mama lihat wajah Shiera." jawab Gian langsung menunjukkan wajah Shiera yang terluka pada Nayra ibunya.
Shiera pun dengan rasa takut,terpaksa menunjukkan wajahnya pada Nayra.
Nayra pun begitu kaget nya melihat kondisi wajah Shiera.
"Apa kamu yakin ini perbuatan Keysia nak?" tanya Nayra pada Shiera.
Sesaat Shiera pun menoleh ke arah Gian.
"Jawab saja dengan jujur,kau tidak bisa menutupinya." sahut Gian pada Shiera.Seakan Gian mengerti arti tatapan Shiera padanya.
Shiera pun mengangguk pelan." iya ma." jawab Shiera dengan nada pelan.
Seketika membuat Nayra syok dan kaget.Saat tahu jika Keysia bisa senekat itu.
"Kenapa Keysia bisa melakukan ini padamu Shiera??Apa kalian bertengkar?" tanya Nayra yang ingin mendengar penjelasan dari Shiera.
"Ti..Tidak ma,kak Keysia tiba-tiba datang dengan kondisi marah dan langsung memukul wajah ku."jawab Shiera apa adanya.
__ADS_1
"Apa??" seru Nayra kembali terkejut.
"Dia sungguh keterlaluan ma,bisa-bisanya dia melakukan ini pada Shiera.Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja.!" jawab Gian masih dengan nada amarahnya.
"Baik,mama mengerti perasaan mu Gian.Tapi sekarang ini Keysia tidak ada di rumah.Lebih baik kalian pulang saja,biar nanti mama yang akan menasehati Keysia dan meminta maaf pada Shiera." ucap Nayra mencoba menenangkan Gian.
"Tidak bisa,aku harus bertemu dengannya ma.Aku butuh penjelasan dia,kenapa dia sampai harus melakukan itu pada Shiera.Jika dia merasa keberatan dengan pernikahan kami,seharusnya dia tidak melakukan ini."jawab Gian menolak.
"Tapi nak,sebuah masalah tidak harus diselesaikan dengan emosi.Biar mama saja selesaikan.Sebaiknya kalian pulang saja ya.."
"Shiera,tolong ajak Gian pulang.Biar nanti mama yang akan menasehati Keysia.." ucap Nayra pada Shiera.
"Baik ma." jawab Shiera mengangguk.
"Ayo..Sebaiknya kita pulang saja." ucap Shiera membujuk Gian untuk pulang.
"Aku pamit ma." sahut Shiera berpamitan pada Nayra.
"Iya nak..Hati-hati." jawab Nayra.
Setelah Gian dan Shiera meninggalkan kediaman Nayra.Tak berapa lama Gala pun pulang,dan Nayra langsung menyambutnya.
"Pa.."
"Ada apa??kenapa wajahmu terlihat gelisah?" tanya Gala menatap heran.
__ADS_1
"Keysia pa.-"
"Kenapa lagi dengan dia.?" tanya Gala penasaran.
Nayra pun menceritakan semuanya pada Gala,dengan apa yang sudah terjadi pada Shiera.
*
*
Malamnya..
Saat Keysia baru saja pulang,Gala dan Nayra pun langsung menyambutnya dengan tatapan yang serius.Membuat Keysia menatap bingung.
"Kenapa dengan kalian?" tanya Keysia
Plak..
Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi Keysia.
Sontak saja membuat Keysia terkejut,begitu juga dengan Nayra.Tak mengira jika Gala akan melakukan tindakan tersebut tanpa diduga.
"Pa..Kenapa menamparku?" tanya Keysia yang bingung sambil memegangi pipinya karena menahan rasa sakit.
"Memang akan menjadi Boomerang jika membesarkan yang bukan darah daging kita sendiri." ungkap Gala dengan tegas.
__ADS_1
Membuat Keysia langsung syok saat sang ayah mengatakan sesuatu yang menyangkut dirinya.