Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 75


__ADS_3

Beberapa saat Shiera melepas pelukannya dan menatap Gian.


"Ada yang ingin ku tanyakan pada mu."


"Tentang apa?" tanya Gian


"Kenapa kak Keysia memiliki perasaan dengan mu?" tanya Shiera yang kembali teringat akan ucapan Keysia tentang perasaannya pada Gian.


Gian pun langsung mengernyitkan alisnya ke atas dengan perasaan bingung.


...****************...


Riska baru saja pulang dari kampusnya.Saat tiba di rumah,ia langsung menatap heran ketika seorang pria tengah duduk santai diruang tamu nya.


"Maaf anda siapa?" tanya Riska yang merasa penasaran pada pria tersebut.


Si pria itu pun langsung menoleh ke arah Riska sambil tersenyum.


"Dia om Doni sayang." sahut Caroline yang datang dan langsung memberitahu sosok pria tersebut.


"Om Doni?" tanya Riska yang bingung.


"Yah..Doni,kenalkan dia Riska anak ku." kata Caroline memperkenalkan Riska pada Doni.


Doni pun langsung beranjak bangkit dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Riska.


"Halo cantik,aku om Doni..Senang melihat mu." ucap Doni sambil berjabat tangan pada Riska.

__ADS_1


Riska pun membalasnya berjabat tangan Doni sambil tersenyum.


Tapi,sesaat ia merasa aneh dengan cara Doni berjabat tangan dengannya.Seolah Doni sengaja sedikit lama untuk melepaskan tangannya dari tangan Riska.


Riska pun langsung melepaskan tangannya.


"Sayang,om Doni ini adalah kekasih mama.Mulai sekarang dia yang akan menjadi anggota baru kita,karena tidak lama lagi kami akan merencanakan untuk menikah." ungkap Caroline memberikan kabar yang seketika mengejutkan Riska.


"Apa?menikah?" tanya Riska yang kaget.


"Iya sayang." jawab Caroline sambil tersenyum.


Sesaat Riska pun memperhatikan penampilan Doni dari atas kepala hingga ke kaki.Terlihat Doni seperti pria yang lebih muda dari ibunya.Dengan gaya yang cukup nyentrik dan tidak menggambarkan pemuda baik-baik.


"Ma,sepertinya kita harus bicara." ujar Riska mengajak Caroline ke kamarnya.


Doni hanya mengangguk sambil tersenyum.Caroline pun meninggalkan Doni dan menemui Riska di kamar nya.


...****************...


Ditempat lain..


Terlihat Rafael masih terbaring di atas sebuah kasur dengan mata yang terpejam.


Dan tak berapa lama seorang wanita datang menghampirinya.


"Bapak Rafael." panggil wanita tersebut.

__ADS_1


Membuat Rafael perlahan membuka matanya.


"Sudah waktunya bapak minum obat ya,supaya bapak lekas sembuh." ucap wanita itu yang ternyata sudah dengan sabarnya merawat Rafael yang dalam keadaan sakit.


Rafael pun mengangguk dan menurutinya.


Wanita itu pun membantu Rafael untuk minum obat.Setelah meminumnya,Rafael kembali merebahkan tubuhnya.


"Maaf bapak Rafael,bolehkah saya bertanya sedikit pada bapak?" tanya wanita itu bernama Mariana.


"Ya silakan nona." jawab Rafael dengan nada lemah.


"Apakah bapak memiliki keluarga??Maaf jika saya harus bertanya tentang keluarga bapak." tanya Mariana.


"Yah..Saya memiliki keluarga,tapi mereka sudah membuang saya dalam kondisi tidak berdaya." jawab Rafael dengan mata yang berkaca-kaca.Seolah ia berusaha membendung rasa sedihnya.


"Kalau boleh saya tahu,kenapa mereka membuang bapak??" tanya Mariana lagi.


Rafael pun menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Saya tidak tahu.Mungkin melihat kondisi saya sedang sakit.Mereka tidak mau merawat saya." jawab Rafael.


Mariana pun seakan mengerti dengan maksud cerita Rafael.Dan ia pun tidak begitu terkejut.Karena ia sudah sering bertemu dengan orang tua yang sudah hampir lansia.Memiliki kasus yang sama seperti Rafael.Dibuang oleh keluarganya sendiri,hanya karena beralasan tidak mau merawatnya disaat orang tua mereka sudah tidak berdaya.


"Tapi saya ada rasa penyesalan,dan sangat ingin bertemu dengan putri saya." ucap Rafael.


Mariana pun menatap Rafael dengan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2