
Keesokan harinya..
Nayra tampak mulai bersiap-siap akan berangkat menuju kediaman Giandra.Dan tanpa sengaja,Keysia yang melihat langsung menghampiri Nayra ibunya.
"Mama mau kemana??kok bawa banyak makanan??" tanya Keysia penasaran.
"Oh..Mama mau ke rumah Gian adikmu sayang..Mama tiba-tiba merasa kangen sama adik mu." jawab Nayra pada Keysia dengan bersemangatnya
"Boleh aku ikut??" tanya Keysia langsung ikut bersemangat juga.
"Memangnya kamu tidak kuliah hari ini?" tanya Nayra lebih dulu.
"Tidak ma,hari ini libur..boleh kan?" jawab Keysia.
"Tentu saja sayang,kamu bersiap-siap lah.Mama tunggu di depan." jawab Nayra mengajak Keysia sambil berjalan keluar.
Keysia pun langsung bergegas untuk berganti baju.
Dan akhirnya mereka pun menuju kediaman Giandra.
Diperjalanan,Nayra sesaat menghubungi nomor ponsel Giandra.
"Mama menghubungi Gian dulu??" tanya Keysia pada ibunya.
__ADS_1
"Iya sayang,supaya dia tahu kalau kita akan ke rumahnya." jawab Nayra.
"Oh begitu,tapi kurasa dia pasti tidak akan menerima panggilan kita ma..Gian kan orang yang sangat cuek dan super sibuk." ujar Keysia menilai Giandra.
"Kamu benar nak,sejak dia memutuskan untuk tinggal sendiri,Gian jadi menunjukkan sikap yang sangat cuek dan tidak mau di ganggu." ujar Nayra yang setuju dengan penilaian Keysia sambil menghela nafas nya.
"Tapi biar pun sikapnya begitu,dia tetap sayang keluarga kan ma." ujar Keysia menghibur sang ibu.
"Iya sayang..Itu poin plus untuk sikap Gian.Dia selalu menyayangi kita sebagai keluarganya." jawab Nayra sambil tersenyum.
Sesampainya di kediaman Giandra.Nayra dan Keysia pun menekan tombol rumah Giandra.
Tak berapa lama pintu pun terbuka.Yang Shiera sendiri terlihat menyambut kedatangan Nayra dan Keysia.
"Selamat siang,maaf nyonya mencari siapa??" sapa Shiera dan bertanya dengan nada ramah.
"Kami keluarga Gian..Ibu dan kakaknya..Kau siapa??" jawab Keysia lebih dulu.
Sesaat Shiera pun kaget saat melihat kedatangan ibu dan kakak Giandra.Shiera tak mengetahui jika Giandra masih memiliki keluarga,tapi belum pernah melihat sekali pun.Yang sebenarnya dari awal ia masuk ke rumah Giandra,memang tak melihat satu pun orang dari keluarga Giandra.Bahkan,saat akad nikah ia juga tidak melihat.
Shiera pun mulai bingung bagaimana harus menjawabnya.
"Oh..mungkin kau ART baru si Gian ya??sudah ma,kita masuk saja." sahut Keysia sebelum Shiera menjawab pertanyaan mereka.
__ADS_1
Keysia pun lebih dulu masuk,dan diikuti oleh Nayra dari belakang yang sesaat menoleh kearah Shiera.
"Gian..Gian..Dimana kau??aku dan mama datang..!!" panggil Kesyia dengan berteriak sembari memanggil Giandra.
"Keysia,jangan berteriak kalau panggil Gian..Gian kan sudah pernah menegur mu." sahut Nayra mengingatkan Keysia.
"Biar saja ma,dia pasti sekarang sedang tidur..Ayo ma kita ke kamarnya saja." jawab Keysia langung menaiki tangga menuju kamar Giandra.
"Kamu duluan saja nak,mama mau siapkan makanan ini untuk dia." ujar Nayra menyuruh Kesyia.
"Iya ma." jawab Keysia mengangguk dan meninggalkan Nayra ibunya.
Nayra pun menghampiri Shiera.
"Siapa nama mu nak?" tanya Nayra dengan nada lembut dan ramah.
"Na..Nama saya Shiera nyonya." jawab Shiera sesaat menunduk.
"Oh,jadi benar kamu ART disini??" tanya Nayra ingin tahu.
"I..Itu..-" seru Shiera kembali bingung.
"Tidak apa-apa..jangan gugup,saya cuma ingin tahu saja.Karena setahu saya,Gian tidak pernah memakai seorang ART gadis muda di rumah ini.Jadi saya sangat terkejut melihat kamu yang masih muda bisa bekerja disini." jelas Nayra sambil tersenyum.
__ADS_1
"I..Iya nyonya." jawab Shiera mengangguk dan terpaksa berbohong.Karena ia tidak berani mengungkapkan siapa ia sebenarnya.