
"Apa maksud papa??Kenapa papa tega sekali mengatakan itu padaku??Lalu kenapa papa menamparku??Apa salah ku?" tanya Keysia yang langsung protes.
"Kenapa kau tidak tanyakan saja pada dirimu??Kesalahan apa yang sudah kau buat untuk hari ini??Sikap mu sama sekali tidak mencerminkan keluarga Gala." sentak Gala dengan nada amarah.
"Kesalahan apa?Apa karena gadis tidak jelas itu??Apa dia yang sudah mengadu pada kalian?" tanya Keysia yang langsung paham dengan pernyataan sang ayah.
"Jaga ucapan mu..!! Kau dibesarkan untuk jadi wanita yang berpendidikan,bukan untuk jadi wanita jalanan.! Beraninya kau memukuli wajah adik ipar mu sendiri??bukankah papa sudah bilang,untuk jangan mengusik mereka.Kenapa kau begitu nekat.!" bentak Gala lagi pada Keysia.
"Itu karena aku memang tidak terima pernikahan mereka.!!Aku sangat menentang pernikahan mereka." jawab Keysia yang langsung protes.
"Kau menentang mereka karena kau ingin memiliki Gian bukan??Bukan karena kau tidak terima dengan kehadiran Shiera dalam keluarga kita.!!" ucap Gala mengungkapkan rencana Keysia.
Sesaat membuat Keysia terdiam.
"Jangan coba kau memiliki perasaan pada adik mu sendiri.Walaupun kalian bukan sedarah,bukan berarti kau bisa memiliki adikmu.Kau harus sadar,kalau itu tidak akan pernah terjadi." ungkap Gala menyinggung status Keysia sebagai anak angkatnya.
__ADS_1
Membuat mata Keysia pun berbinar menahan emosi.
"Memangnya kenapa??Apa salahnya aku memiliki perasaan pada Gian?Kalau kalian tahu kami bukan sedarah,kenapa kalian tidak bisa menerimanya??" protes Keysia meluapkan kekesalannya pada Gala.
"Kau.-" ujar Gala yang akan kembali melayangkan tamparan pada Keysia.
Namun,Nayra dengan cepat menahan tangan Gala.
"Sudah pa,jangan lakukan lagi." sahut Nayra menahan amarah Gala.
"Aku tidak mau.!!Kalian sengaja menyuruh ku kembali ke Belanda,karena kalian ingin menjauhkan ku dari Gian kan?" tanya Keysia yang menebak.
"Bagus jika kau sudah tahu,dan kau tidak bisa menolak perintah kami." jawab Gala.
"Tapi aku tetap menolak dan memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Belanda."jawab Keysia dengan lantang tanpa peduli lagi memandang Gala sebagai ayahnya.
__ADS_1
"Sepertinya keputusan kami mengadopsi mu dulu adalah kesalahan besar.Aku sangat menyesal telah membesarkan dan mendidik mu seperti ini,jika pada akhirnya kau sudah menjadi anak yang tidak tahu diri.!" sindir Gala dengan kata yang tajam.
"Pa..Jangan bicara seperti itu." sahut Nayra mengingatkan Gala.
"Keysia, cepat minta maaf pada papa mu.Dan turuti saja perintah papa mu." kata Nayra menyuruh Keysia untuk minta maaf pada Gala.
"Kenapa aku harus minta maaf ma??aku tidak salah,dan perasaan ku juga tidak salah jika menyukai Gian sebagai pria normal bukan sebagai adik ku." jawab Keysia seakan tidak peduli dengan ucapannya.
"Kalau begitu kemasi semua barang-barang mu dan segera angkat kaki dari rumah ini.Karena aku sudah tidak sudi memiliki anak yang tidak tahu diri seperti mu.!" sentak Gala yang langsung menyuruh Keysia pergi.
"Pa..Jangan seperti itu." tegur Nayra menyadarkan Gala.
"Tidak usah di suruh pun aku akan pergi.Aku juga tidak mau hidup bersama orang tua yang sama sekali tidak mengerti perasaan ku.!" jawab Keysia menuruti perkataan Gala untuk pergi dari rumahnya.
"Keysia." sahut Nayra yang seketika langsung panik.Saat tahu jika Keysia memilih untuk pergi dari rumah.
__ADS_1