
Saat jam kantor telah usai,Lenora langsung bergegas meninggalkan kantor.
Ia pun berjalan menuju halte bis,untuk menunggu bis dan langsung pulang.
Dan,disaat ia sedang duduk menunggu bis datang.Sebuah mobil pun berhenti tepat dihadapannya sambil membunyikan klakson.
Tin..Tin..
Lenora pun menatap bingung dengan mobil yang terus membunyikan klaksonnya.
Dan beberapa saat kaca mobil tersebut turun dan terlihat seseorang memanggil nya.
"Hei..Nona Lenora,masuk lah aku akan mengantar mu." sahut Jibran yang ternyata menawarkan diri untuk mengantar Lenora.
Lenora pun seketika kaget melihat Jibran atasannya tiba-tiba menawarkan tumpangan padanya untuk mengantarkannya pulang.
"Tidak pak,terima kasih..Saya bisa naik bis." jawab Lenora menolak tawaran Jibran.
"Cepat lah,jangan menolak..Nanti aku akan kena tilang kalau terlalu lama berhenti di jalur bis."ujar Jibran yang tetap memaksa Lenora untuk menumpang padanya.
Lenora pun melihat Jibran dengan aneh.
"Ayo cepat.." sahut Jibran yang terus memaksa Lenora.
Dih.. Dia ini kenapa memaksa sih??' batin Lenora sedikit kesal.
__ADS_1
Akhirnya Lenora memilih menuruti ajakan Jibran,karena masih memandang Jibran sebagai atasannya.Jika tidak,mungkin ia lebih menolak secara mentah-mentah.
Jibran pun langsung tersenyum dan melaju kan mobilnya pergi.
"Maaf ya,kalau aku memaksa mengantar mu pulang." sahut Jibran tetap fokus mengemudi.
Lenora pun menoleh dan tersenyum kaku.
Sebenarnya kau memang terlalu memaksa pria sinting .' gerutu Lenora dalam hatinya.
"Tidak apa-apa pak..Terima kasih karena sudah mau mengantar ku pulang." jawab Lenora dengan tersenyum palsu.
Jibran pun membalasnya dengan senyuman juga.
Disaat Jibran mengemudikan mobilnya,tiba-tiba mobilnya pun terhenti.
Akh..sial,kenapa harus macet..Coba saja kalau dia tidak muncul.Bis yang ku naiki pasti tidak akan terjebak macet..' gerutu Lenora sedikit kesal.
Lenora pun cuma bisa pasrah,sampai Jibran mengantarnya pulang sampai rumah.
Namun,disaat ia dengan tenangnya duduk.Ia pun mulai merasakan ingin ketoilet dan buang air kecil.
Gawat..Kenapa harus di situasi ini sih.' ujarnya mulai merasakan dirinya tidak tenang.
Lenora pun berusaha tenang agar tetap bisa menahan diri ingin buang air kecil.
__ADS_1
Namun,semakin ia tenang dan tidak memikirkannya,semakin sulit ia menahannya.
Please..jangan sekarang..ku mohon bertahan lah sebentar lagi..' batin Lenora dengan perasaan tidak tenang.
Tubuh Lenora pun seakan juga tidak bisa tenang,dan bahkan membuat tubuhnya berkeringat.
Jibran yang tanpa sengaja melihatnya,langsung menatap heran.
"Maaf,apa kau kepanasan nona Lenora??" tanya Jibran penasaran.
Lenora pun langsung menoleh kearah Jibran.
"Ah tidak..Boleh tolong di turunkan kaca mobil bapak??" tanya Lenora.
"Ah..Iya.." jawab Jibran yang langsung menurunkan kaca mobilnya.
Lenora pun langsung merasakan hawa angin dari luar mobil yang sesaat menyegarkan wajahnya yang memang sudah sangat berkeringat.
Namun,tidak dengan kondisi dirinya yang masih saja menahan rasa ingin buang air kecil.
Lenora.. Bertahan lah..Pikirkan lah yang lain..Oh ya,besok kan minggu kau bisa ke toilet..Ah bukan,pikirkan yang lain lagi..' celotehnya dalam hati yang berniat ingin mengalihkan pikirannya yang benar-benar ingin ke toilet.
"Permisi pak,apakah bapak bisa nyalakan musik?" tanya Lenora.
"Musik??Ah iya tentu." jawab Jibran langsung menyalakan musik nya..
__ADS_1
...****************...
Hayoo..Apa yang bakal terjadi,disaat Lenora lagi nahan kepengen pipis??😁😁