Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 87


__ADS_3

Shiera begitu syok dan terkejut saat melihat sosok pria yang selama ini ia rindukan.Pria itu tak lain adalah Rafael sang ayah nya sendiri.


"Pa..Papa..-" seru Shiera yang masih terkejut melihat sang ayah.


"Shiera anak ku." sahut Rafael yang juga ikut terkejut.


Tanpa pikir panjang,Shiera langsung menghampiri Rafael dan memeluknya.Rasa rindu yang teramat dalam,membuat Shiera meluapkannya dengan memeluk sang ayah.Ia tak mengira jika akan bertemu kembali dengan sosok ayah yang sudah sangat ia rindukan.


Begitu juga dengan Rafael sendiri.Ia sangat tidak menyangka jika dirinya masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan putri kesayangannya.Rasa bersalah dan penyesalan kini hanya bisa ia luapkan dengan memeluk putri kecilnya.


"Maafkan papa nak..Hiks..Papa sudah sangat bersalah padamu..Papa sangat berdosa telah membuat hidup mu menderita.." lirih Rafael yang tanpa sadar meneteskan air matanya.


Shiera pun ikut menangis dalam pelukan sang ayah.Sesakit apa pun perasaannya dulu karena sikap Rafael yang sudah menuduh dan mengusirnya.Namun ia tak bisa menutupi rasa rindu dan sayangnya terhadap sang ayah.


"Tidak apa-apa pa..Aku rindu sama papa..Hiks." isak Shiera yang ikut menangis beruraian air mata.


Nayra yang melihat pun sempat bingung dan akhirnya ikut merasa terharu dengan pertemuan antara anak dan ayah.


Walau ia tidak tahu apa yang sudah di lewati mereka berdua.Tapi Nayra juga ikut merasa bahagia melihat pemandangan yang begitu mengharukan.

__ADS_1


Shiera pun mengajak sang ayah pulang kerumah.Dan sebelumnya mengenalkan Nayra sang ibu mertua kepada ayahnya.


Diperjalanan,Shiera terus bersandar didekat sang ayah,seakan tak ingin berjauhan lagi pada Rafael.Kesalahan yang pernah membuatnya hampir kehilangan tujuan hidup,tapi justru membuat Shiera berterima kasih.Karena ia dipertemukan oleh Gian yang mencintainya dengan tulus dan memiliki keluarga baru yang mau menerima dirinya apa adanya.


Malam harinya..


Disaat seluruh keluarga sudah berkumpul,Shiera pun memperkenalkan Rafael pada keluarga Gian.


Rafael begitu terharu dan tersentuh dengan sambutan keluarga Gian yang begitu hangat.Terlebih Rafael juga begitu bahagia melihat putri kecilnya kini sedang hamil.Yang akan memberikan nya seorang cucu yang tidak akan lama lagi akan hadir dalam keluarga mereka.


Sebelum istirahat,Shiera dan sang ayah tengah duduk di luar teras.Shiera seakan ingin banyak bercerita dan ingin tahu tentang kabar ibu dan adik tirinya.


Rafael pun seketika menarik nafas panjangnya.


"Lalu apakah mereka masih tinggal di rumah kita pa?" tanya Shiera yang masih penasaran.


"Tidak,tetangga kita mengatakan jika mereka sudah pindah.Dan telah menjual rumah kita begitu saja untuk biaya menikah ibu tiri mu."


"Papa tidak menyangka ternyata mereka bisa sekejam ini pada kita.Tapi papa merasa lega."

__ADS_1


"Lega kenapa pa??" tanya Shiera.


"Dari semua kejadian dan musibah yang terjadi pada keluarga kita ternyata ada hikmahnya.Papa dengar mereka sekarang sudah mendekam dipenjara akibat perbuatan mereka..Dan sekarang papa bisa bertemu dengan mu lagi nak."


"Mendekam dipenjara??Memangnya apa yang sudah mereka lakukan pa?" tanya Shiera yang sangat penasaran.


"Ibu tiri mu sudah melakukan percobaan pembunuhan pada suami barunya.Dengan alasan,bahwa suami nya hampir akan melecehkan Riska.Itu sebabnya mereka langsung berurusan dengan pihak berwajib.Dan papa sudah sempat bertemu dengan mereka.Untuk meminta tanda tangan perpisahan papa dengan ibu tiri mu."


"Artinya kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan mereka Shieea.Biarkan mereka merenungkan semua perbuatan yang sudah mereka lakukan,termasuk pada dirimu juga."


"Papa sangat menyesal karena sempat tidak mempercayai mu dan menganggap kau anak yang tidak penurut.Tapi ternyata itu semua karangan yang dibuat oleh mereka.Papa benar-benar minta maaf pada Shiera.Papa sudah gagal menjadi ayah yang baik untuk mu." ucap Rafael panjang lebar dengan mengutarakan seluruh perasaannya.


Shiera pun hanya bisa tersenyum.


"Tidak apa-apa pa,aku mengerti.Aku sudah memaafkan papa jauh sebelum kita akan dipertemukan.Biar bagaimana pun papa sudah menjadi yang terbaik untuk hidup ku." jawab Shiera memaafkan Rafael.


"Terima kasih nak..Papa janji kali ini papa akan memberikan yang terbaik untuk mu.Akan lebih memperhatikan mu."


Shiera pun mengangguk tersenyum.

__ADS_1


"Tapi pa,ada satu hal yang ingin ku minta dari papa."


"Tentang apa nak?"


__ADS_2