
Gian pun langsung membantu Shiera memotong dua buah bawang bombay tersebut.Awalnya Shiera sedikit ragu jika Gian mau membantunya,tapi melihat Gian benar-benar serius membantunya.Akhirnya Shiera membiarkan Gian membantunya dengan memotong bawang Bombay tersebut.
Tak berapa lama Gian pun selesai memotong bawang tersebut dan memberikan nya pada Shiera.
"Ini bawang nya." ujar Gian.
Shiera langsung menoleh kaget saat Gian memberikan potongan bawang tersebut dengan cepatnya,terlebih potongnya sangat rapi.Layaknya seorang yang sudah profesional melakukannya.
"Tuan memotong semuanya??" tanya Shiera dengan reaksi yang tercengang.
'Menurut mu?" tanya balik Gian dengan santai nya.
Sesaat Shiera pun memperhatikan wajah Gian.Gian yang merasa percaya diri langsung bersikap salah tingkah.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu??Kau benar-benar tertarik pada ku??" tanya Gian langsung menjaga sikap wibawanya.
Shiera pun mengernyitkan alisnya keatas.
__ADS_1
"Bukan tuan..Aku cuma merasa heran.Kenapa tuan bisa memotong semua bawang Bombay ini tanpa merasa pedih??Setidaknya mata tuan berair." ujar Shiera menjelaskan.
"Cih..Kan sudah ku bilang,jangan coba meragukan kemampuan ku.Kalau hanya memotong bawang saja itu hal sepele.Bahkan sekilo bawang pun aku juga bisa, kenapa mata ku harus berair?" ucap Gian yang lagi-lagi menyombongkan dirinya.
Shiera pun hanya memasang wajah datar.
"Maaf tuan,aku bukan meragukan kemampuan tuan dalam memotong bawang Bombay ini.Aku hanya merasa heran,bagaimana bisa mata tuan tidak berair sama sekali.Yang padahal bawang ini bersifat sangat pedas.Sejujurnya satu bawang saja,terkadang aku tidak sanggup untuk memotongnya sampai habis." jelas Shiera panjang lebar.
"Itu karena kau kaum wanita lemah,berbeda dengan ku lelaki jantan yang tidak akan lemah jika cuma bawang seperti ini." jawab Gian kembali menyombongkan dirinya.
"Ah iya,tuan benar.Kalau begitu terima kasih karena tuan sudah membantu ku.Sisanya biar aku selesaikan semua nya sendiri." jawab Shiera tersenyum.
Cukup..Berhenti kau terhanyut dengan senyuman gadis itu Gian.' ujarnya dalam hati yang tak ingin dirinya terbawa suasana hanya dengan melihat senyuman Shiera.
Dan tanpa sengaja Gian mengucek matanya,karena merasa sesuatu ada yang mengganjal dimatanya.
Dan..
__ADS_1
"Argghhh...Mata ku..!!" teriak Gian tiba-tiba karena.
Membuat Shiera langsung menoleh panik.
"Tuan,anda kenapa??" tanya Shiera yang panik.
"Mata ku..Mata ku pedih sekali..EArghhh.. bawang sialan.!!" jawab Gian yang histeris dan juga panik karena merasakan pedih dimatanya.Akibat ia mengucek mata dengan tangan yang masih berbau bawang tersebut.
"Tu..Tunggu tuan,aku akan basah kan kain .." jawab Shiera langsung mengambil kain dan membasahi nya dengan air es.Agar dapat mengurangi rasa pedih di mata Gian karena bawang tadi.
Shiera pun langsung mengompres mata Gian dengan kain yang sudah ia basahi air es.Shiera pun melakukannya dengan sangat hati-hati dan pelan.Agar tidak membuat mata Gian pedih dan iritasi.
Melihat Shiera yang begitu cepat bertindak dan juga panik,sesaat membuat Gian terharu.Tak menyangka jika Shiera sangat memperhatikan dirinya.Dan tanpa sadar,Gian terus memperhatikan wajah Shiera.
Untuk pertama kalinya ia melihat wajah manis Shiera dari jarak yang sangat dekat.Wajah nya yang begitu polos dan natural,membuatnya seketika terhipnotis dan tak sadar,jika dirinya mulai terhanyut oleh kecantikan yang dimiliki Shiera.
(Hayoo..Siapa yang ingat insiden potong bawang bikin nangis sebelumnya??Kali ini versi si Gian..😂)
__ADS_1
Visual Gian kalo lagi mood datar & jutek