
"Ta..Tapi kenapa pak?" tanya Lenora masih tidak percaya dengan yang dilakukan Jibran yang masih berlutut dihadapannya.
"Ya..Karena aku mencintai mu Lenora." jawab Jibran mengungkapkan perasaannya pada Lenora.
"Bapak serius?" tanya Lenora memastikan.
"Memangnya di situasi seperti ini,aku harus sempat-sempatnya ngeprank?Aku serius Lenora.Please terima lah lamaran ku Lenora.Mungkin terlalu awal dan singkat tapi aku yakin kau adalah pilihan terakhir ku." ucap Jibran meyakinkan Lenora.
Lenora pun mulai bingung sambil menggigit jarinya.Ia tak mengira jika Jibran akan secepat itu melamar dirinya.
"Lenora,apakah kau masih akan membiarkan ku seperti ini??Cincin ini berharap melingkar di jarimu." ujar Jibran sambil melirik ke arah jari Lenora.
"Ayo terima..Terima ..terima." seru salah satu pengunjung yang seakan mendukung lamaran yang dilakukan Jibran.
__ADS_1
Begitu juga dengan pengunjung lain.
Lenora sesaat memperhatikan Jibran.Mengingat waktu yang selama ia habiskan bersama Jibran di kantor.Ia akui Jibran memang pemuda yang baik dan sangat perhatian.Tapi ia ragu apakah pilihannya menerima Jibran untuk menikah adalah keputusan yang tepat.
"Lenora." panggil Jibran.
Membuat Lenora sesaat tersadar dalam lamunannya.
"Sejak bertemu dengan mu,aku merasakan perasaan yang berbeda.Entah kenapa aku ingin menghabiskan waktu ku bersama mu hingga menua nanti.Sekali lagi ingin ku katakan pada mu..Will You Marry Me Lenora." ungkap Jibran dengan setulus hatinya.
Beberapa minggu kemudian..
Caroline kini menetap di sebuah pedesaan terpencil.Sejak insiden yang dilakukan Caroline pada Doni,mengharuskan mereka berdua berniat melarikan diri dari kejaran polisi.Karena mereka tahu,pihak kepolisian tentunya akan mencari keberadaan mereka.Terlebih tewasnya Doni di tangan Caroline sendiri.
__ADS_1
Hidup mereka pun semakin sulit,uang dimiliki pun telah habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup.Sementara Riska tidak memiliki pekerjaan untuk membantu ekonomi mereka.
"Ma..sampai kapan kita akan tinggal disini?aku merasa muak selama hidup di rumah yang reyot dan kumuh begini.."protes Riska yang mengeluh karena hidup di rumah yang kondisinya sangat kumuh dan tidak layak.
"Mama juga tidak tahu,kau pikir mama mau tinggal disini.Kita juga terpaksa,jika tidak apa kau mau hidup mu berakhir di penjara." jawab Caroline sedikit kesal karena selalu mendengar keluhan Riska.
"Kenapa hidup kita harus berakhir seperti ini sih ma..Hidup ku hampir hancur karena manusia biadap itu,dan sekarang aku harus putus kuliah karena menghindari kejaran polisi..Ini semua itu karena mama.!!" kata Riska yang kini menyalahkan sang ibu.
"Apa maksud mu??kenapa kau jadi menyalahkan mama??Mama melakukan ini semua juga demi mu.Kalau mama tidak membunuh pria sialan itu,hidup mu juga pasti hancur." jawab Caroline yang tidak terima dengan tuduhan Riska.Karena menyalahkan dirinya.
"Mama menolongku,hidup ku juga hancur.Sekarang kita tidak punya apa-apa,makan saja pun juga susah.Aku sulit mencari pekerjaan karena aku tidak memiliki data identitas yang lengkap..Kalau saja mama tidak memulai semua masalah ini,dengan menikahi pria sialan itu.Hidup ku tidak akan berakhir menyedihkan..Aku benci sama mama.!!" jawab Riska dengan nada tinggi dan meninggalkan Caroline ke kamarnya.
Caroline hanya menarik nafas panjang dan menghempaskan tubuhnya di dinding,seraya duduk dilantai dengan keadaan lemas.
__ADS_1
Dan tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu rumah berbunyi.Caroline tanpa mengintip dahulu,langsung membuka pintu tersebut..
Dan..