
Setelah perbincangan mereka cukup lama,Jibran pun berpamitan pulang.
Namun,sebelum pulang Jibran menemui Shiera.
"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu apakah boleh??" tanya Jibran.
"Tanya apa kak?" tanya balik Shiera.
"Maaf,aku tidak bermaksud ingin ikut campur dalam masalah keluarga mu sebelumnya.Tapi aku cuma ingin tahu kenapa ibu dan adik mu menyebut mu sebagai anak .. Aku tidak mau menyebutkannya secara jelas,tapi ku rasa kau pasti paham maksud ku." ujar Jibran yang tiba-tiba merasa penasaran dengan kehidupan Lily di keluarganya.
Sesaat Lily pun menunduk murung.
"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau jawab,aku tidak akan memaksa..Dan lupakan saja pertanyaan ku disini." ucap Jibran yang langsung merasa tidak enak hati karena sudah membuat Shiera menjadi sedih.Terlihat dari raut wajahnya yang menjadi murung.
"Oya,aku mau titip obat ini pada mu..Berikan pada suami mu untuk di minum sebelum tidur..Oke.." ujar Jibran sambil tersenyum.
"Ini obat apa kak??" tanya Shiera penasaran.
"Obat kalau gilanya tiba-tiba kambuh..Hehe..Bye." jawab Jibran langsung meninggalkan kediaman Giandra.
Shiera cuma bisa memandangi obat yang ditangannya dengan bingung.
Setelah Jibran pulang,Shiera pun menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
Karena hari sudah semakin malam,Shiera pun berniat ingin istirahat.
Ia pun berjalan ke arah kamar Giandra.Saat ia baru akan membuka pintu dan masuk.
Tiba-tiba saja seseorang muncul tepat didepan Shiera.
"Waaahh...!!" seru seseorang yang mencoba mengagetkan Shiera dengan memakai topeng hantu dan jubah hitam.
"Arrggghhh..!!" teriak Shiera langsung jatuh pingsan.
Bruak..
"Lah..kenapa dia pingsan??" tanya Giandra yang ternyata sengaja berpenampilan seperti hantu dan berniat ingin mengagetkan Shiera.Karena ia sedikit kesal,bahwa Shiera menyebut dirinya sebagai pria aneh.
"Dasar perempuan lemah,baru dikagetkan saja kau sudah pingsan..Ck..menyusahkan..!" ujarnya bicara sendiri.
Melihat Shiera pingsan,Giandra pun langsung mengangkat tubuh Shiera dan memindahkannya diatas ranjang besar.
"Oke,marmut kecil..Untuk malam ini ku biarkan kau tidur di ranjang ku.." ujarnya lagi saat memindahkan tubuh Shiera.
Beberapa saat,Giandra memandangi wajah Shiera yang masih tak sadarkan diri.Terlihat wajah yang begitu polos dan seperti tanpa beban.Tapi ternyata menyimpan luka batin yang menyakitkan.
__ADS_1
Giandra pun langsung menarik nafas panjang.
"Kau perempuan yang malang,tapi sayangnya aku belum tertarik pada mu." ucap Giandra bicara sendiri.
Akhirnya Giandra pun tertidur tepat di samping Shiera.Dengan dibatasi oleh guling,agar saat Shiera terbangun ia tak begitu syok.Melihat dirinya tidur seranjang dengannya.
*
*
Keesokan harinya..
Shiera pun terbangun dan membuka matanya.Ia begitu terkejut saat melihat dirinya sudah berada tepat disamping Giandra yang sedang tertidur.
Guling yang seharusnya menjadi pembatas antara mereka,kini berubah Giandra menjadikan Shiera sebagai guling nya.
Dengan posisi mereka yang seperti saling bertatapan.
Shiera pun mulai panik dan khawatir,jika dengan posisinya sekarang,dapat membangunkan Giandra.
Kenapa aku bisa tidur disampingnya??apa yang sudah terjadi semalam??' batin Shiera yang merasa bingung.
Shiera pun perlahan mengangkat tangan Giandra yang berada di posisi pinggang Shiera.
__ADS_1
Namun,baru mengangkatnya sedikit Giandra justru menarik tubuh Shiera kedalam dekapannya tanpa ia sadari.