
"Ma,kenapa kita harus pindah?Sejujurnya aku tidak betah tinggal disini." ucap Riska yang protes pada Caroline ibunya.
Sejak mereka pindah,Riska memang selalu protes pada Caroline.Karena ia tidak mau pindah dari rumah yang sudah membuatnya nyaman sejak kecil.
"Memangnya kenapa??Rumah ini tidak begitu buruk.Sama besarnya dengan rumah kita yang dulu." tanya Caroline dan menganggap pilihan rumahnya yang sekarang cukup bagus.
"Tapi tidak untuk ku ma.Rumah ini terlalu jauh dari kampus ku.Aku sampai tidak bisa ngumpul bareng teman-teman ku karena aku selalu mikir pulangnya kesini tuh terlalu jauh."protes Riska lagi dengan kesal.
Caroline pun sesaat tidak menanggapi protes Riska.
"Mama tahu,sejak mama menikahi pria itu.Kehidupan kita seperti berubah total.Mama lebih sibuk mengurusi pria pengangguran itu.Bagaimana bisa menikah dengan pria pengangguran seperti orang jalanan.!" kata Riska yang tiba-tiba menyinggung Doni.Pria yang kini sudah menjadi ayah tirinya.
Dan hal itu pun didengar langsung oleh Doni secara tidak sengaja.Saat ia baru saja pulang dari tempat lain.
Doni pun hanya menatap tajam ke arah Riska dari balik tembok sambil mengepalkan kedua tangannya.Seolah ia sedang menahan amarah dan dendam pasa Riska.
__ADS_1
Bocah sialan..Beraninya kau menganggap ku seperti itu.Kau tunggu saja,kau akan menyesalinya.' batin Doni merasa kesal.
Mendengar ucapan Riska,Caroline pun seketika marah.
"Jaga ucapan mu Riska.! Hargai dia sebagai ayah tiri mu,karena bagaimana pun dia adalah suami mama.!" tegur Caroline langsung sewot.
"Mama pikir aku menganggap dia sebagai papa tiri ku?Sampai kapan pun cuma papa Rafael papa ku.!" jawab Riska dengan tegas dan langsung meninggalkan ibunya begitu saja.
Caroline pun hanya bisa menghela nafas sambil menghempaskan tubuhnya disofa.
...****************...
Saat Gian dan Nayra baru pulang dari sebuah acara.Mereka dikejutkan dengan kemunculan sosok Keysia bersama Nayra dan Gala.
"Ada apa ini??Kenapa dia bisa disini?Pa,Ma?" tanya Gian yang kaget dan bingung.
__ADS_1
Begitu juga dengan Shiera,tapi ia memilih diam dan menunggu jawaban dari mama dan papa mertuanya.
"Kesini nak,duduk dulu.Kami akan menjelaskannya pada mu." jawab Nayra menyuruh Gian dan Shiera duduk dihadapan Keysia yang juga duduk dengan kepala menunduk.
Nayra pun menceritakan semuanya pada Gian dan Shiera.Dan mereka pun langsung menghela nafas setelah mendengar cerita miris dari Nayra.Yang sebelumnya Keysia sudah menceritakannya pada Nayra.
"Jadi,maksud mama.Mama ingin kalian memaafkan Keysia.Terima maafnya dengan ikhlas.Karena Keysia benar-benar telah mengakui kesalahannya." ucap Nayra menjelaskannya pada Gian dan Shiera.
"Apa benar kau sudah menyesal kak?" tanya Gian memastikan langsung pada Keysia.
Keysia yang sejak tadi menundukkan kepala,perlahan mengangkat dan menatap Gian.Dan secara tidak sadar air mata Keysia pun menetes dan langsung berlutut di hadapan Gian dan Shiera.
"Gian,Shiera..Maafkan aku,ampuni segala kesalahan ku.Aku mengakui sangat menyesal dan egois.Karena keegoisan ku,aku telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan merugikan kalian.Tolong ampuni semua dosa ku pada kalian..Hiks." ucap Keysia yang langsung mengakui segala perbuatannya dengan rasa penyesalan.
Gian pun menoleh ke arah Shiera.Shiera yang paham akan tatapan Gian langsung mengangguk pelan.Yang mengartikan jika dirinya ingin memaafkan Keysia.
__ADS_1