
"Maaf.." sahut Jibran mengungkapkan kata maaf pada Lenora.
Seketika Lenora pun langsung menoleh ke arah Jibran.
"Ma..Maaf untuk apa pak?" tanya Lenora.
"Maaf untuk di bis tadi,aku benar-benar tidak tahu dan tidak bermaksud untuk mempermalukan mu." ungkap Jibran lagi.
Lenora pun sesaat memperhatikan perkataan Jibran.
"Aku serius,aku benar-benar minta maaf pada mu.." ucap Jibran mengulang lagi perkataannya.
Sesaat Lenora pun tersenyum.
"Sama-sama pak." jawab Lenora langsung bangkit dan berniat meninggalkan Jibran.
Sembari berjalan meninggalkan kursinya,Lenora hanya memasang wajah sinis.
Dia pikir minta maaf saja sudah cukup??jangan karena posisi mu lebih tinggi,aku dengan mudah memaafkan mu..Ck..' ujar Lenora dalam hatinya yang ternyata masih kesal dengan Jibran.
Jibran yang melihat Lenora langsung pergi,hanya memandang dengan perasaan bingung.
"Sikapnya tadi menandakan apa??" tanya Jibran pada dirinya sendiri dengan perasaan yang bingung.
...****************...
Malamnya..
__ADS_1
Hujan yang turun tiba-tiba begitu lebat,membuat suasana malam jadi semakin dingin dan hening.
Shiera yang belum tidur,berniat ingin minuman teh hangat.
Namun,baru akan melangkah menuju dapur.Sekejap lampu di rumah Gian tiba-tiba padam.
Membuat Shiera kaget dan berteriak.
"Arrghh..!!" teriak Shiera.
Gian yang menyadari lampu padam dan teriakan Shiera dari luar kamar,ia pun langsung keluar kamar.
"Hei..Ada apa??kenapa lampunya padam??" tanya Gian sembari mencari Shiera dengan keadaan gelap.
"Aku tidak tahu tuan,disini gelap aku tidak bisa lihat." jawab Shiera yang mencoba berjalan meraba kearah Gian.
Begitu juga dengan Gian yang mencoba berjalan sambil meraba,karena ia lupa dimana menaruh ponselnya.Ia berniat ingin mengambil sebuah senter di laci lemari dapur.
Tanpa diduga kedua tangannya menabrak tepat pada sesuatu yang berbentuk dua benda kenyal.
Yaitu menyentuh payud*ara Shiera.
Dan..
"Arrghhh...!!!" teriak Shiera histeris dan dengan refleknya menendang bagian area sensitif milik Gian.
Buk..
__ADS_1
"Ju..Junior ku..Arrghh..!!" teriak balik Gian meringis kesakitan sambil memegangi bagian area juniornya dengan berlutut.
Tak berapa lama lampu pun langsung menyala.
Shiera pun langsung diposisi menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.Sementara Gian justru terbaring tak berbedaya sambil tetap memegangi area vitalnya.
"Ka..Kau..Tega sekali..-" lirih Gian sambil menunjuk kearah Shiera.
Shiera pun langsung panik dan menghampiri Gian.
"Tu..Tuan..Tuan tidak apa-apa??tuan kenapa??" tanya Shiera yang panik dan tidak mengetahui jika dirinya sudah menyerang area vital Gian.
"Jangan mendekat..!!" sentak Gian langsung menyuruh Shiera untuk menjauh.
Shiera pun langsung menuruti perintah Gian.
Dengan rada yang begitu sakit,Gian mencoba untuk bangkit dan menatap tajam kearah Shiera.
"Kau..Kau ini titisan apa??Bisa-bisanya kau..-" sentak Gian penuh emosi dan tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Ma..Maaf tuan,apa aku melukai tuan??" tanya Shiera dengan polosnya.
"Lalu kau pikir ini apa??Ergghh..!!" jawab Gian kembali emosi sambil menunjukkan ke area vitalnya.
Ia pun langsung meninggalkan Shiera dan berjalan ke kamarnya.Ia begitu kesal dan marah hingga tak bisa berkata apa pun setelah apa yang dilakukan Shiera padanya.
Sedangkan Shiera begitu syok dan kaget.Tak mengetahui jika yang dilakukannya sudah membuat area vital Gian kesakitan.
__ADS_1
Shiera hanya memandang Gian dengan perasaan aneh.
Padahal dia juga yang sudah menyentuh dada ku..' gumam Shiera yang merasa dirinya tak bersalah.