Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 25


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Hari yang di tunggu untuk akad nikah pun telah tiba.Shiera yang sudah di dandanin dengan cantik,terlihat sangat gugup.Terlebih saat ia sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan seorang penghulu.


Dan akad nikah itu pun hanya dilakukan disebuah kantor KUA.


Shiera pun awalnya tampak terkejut saat mengetahui jika yang akan menjadi wali nya adalah paman nya sendiri.Untungnya sang paman dengan senang hati mau menggantikan sang ayah untuk menjadi wali nya.Dan tak ada pertanyaan sedikit pun yang keluar dari mulut sang paman.Atas apa yang sudah terjadi pada Shiera,sampai menikah tanpa di wakili oleh sang ayah.


Hanya kata ucapan selamat saja yang terucap dari sang paman dengan wajah bahagia.


Walau pun ia merasa sedih,karena kata ucapan selamat itu tidak dikatakan langsung oleh sang ayah.


Shiera pun tidak merasa dendam dan marah atas apa yang sudah dilakukan sang ayah terhadap dirinya.


Karena ia berharap,jika setelah menikah Dan menjalani kehidupannya yang baru.Sang ayah dapat menerima dirinya kembali.


Shiera pun tak tahu apa yang sudah dilakukan Jibran,sampai bisa membawa sang paman dan meminta untuk menjadi wali nikahnya.


Shiera masih duduk dengan kepala menunduk.Ia pun masih tidak tahu siapa sosok lelaki yang akan menikahinya.Karena sang calon pengantin pria masih belum menunjukkan batang hidungnya untuk melakukan akad nikah.


Beberapa menit Shirea dan para saksi masih menunggu kedatangannya.


Dan tak berapa lama orang yang ditunggu pun akhirnya datang juga.

__ADS_1


Tap..Tap..


Suara langkah sepatu berjalan menghampiri tempat Shiera kini duduk.Dan terlihat pria berjas hitam dan memakai songkok langsung duduk tepat disebelah Shiera.


Sesaat Shiera pun menoleh kearah pria tersebut yang sebentar lagi akan menjadi suami sahnya.


Pria tampan dan berkarisma yang belum pernah Shiera lihat sekali pun,membuatnya sedikit tercengang.


Pria itu tidak lain adalah Giandra,lelaki yang sempat hampir menabrak dirinya.Tapi,Shiera justru tak sempat melihat sosok Giandra saat berada di dalam mobilnya.


Dan sebelum ijab kabul dilakukan,tak ada sepatah kata pun yang terucap Giandra pada Shiera.Justru sikap dingin dan cuek lah yang ditunjukkan oleh Giandra pada Shiera.


Shiera pun hanya bisa memilih diam dan juga tidak mengatakan apa pun pada Giandra,yang baginya masih sangat asing.


*


*


Setelah acara ijab kabul selesai dilakukan,para tamu yang menghadiri pun meninggalkan tempat untuk pulang.


Kini hanya tinggal Giandra,Shiera dan Jibran lah yang masih berada di tempat KUA tersebut.


"Bawa dia ke mobil." ujar Giandra langsung yang lebih dulu meninggalkan mereka.

__ADS_1


Shiera dan Jibran hanya menatap heran dengan sikap Giandra.


"Maaf kak,apakah benar dia yang menjadi suami ku??" tanya Shiera yang kini memanggil Jibran dengan sebutan kakak,karena permintaan Jibran.


Agar tidak terdengar kaku saat Shiera memanggilnya..


"Yah,tentu saja..Kan kau bisa lihat sendiri saat dia mengucapkan ijab kabul tadi.." jawab Jibran.


Sesaat Shiera merasa cemas dan takut,setelah melihat sikap Giandra yang begitu dingin padanya.


Jibran yang mengerti dengan raut wajah Shiera,hanya bisa tersenyum tipis.


"Kau tenang saja,jangan takut dia tidak jahat.Hanya saja kau harus ekstra sabar menghadapi sikapnya.Dan semoga pernikahan kalian langgeng.."jawab Jibran menenangkan Shiera untuk tidak takut.


Shiera pun masih tampak cemas.


Sesaat Jibran mengeluarkan sebuah ponsel dan memberikannya pada Shiera.


"Ini ponsel mu..Gunakan saat kau ingin bertanya padaku apa pun tentang dia.Mengerti??" ujar Jibran menjelaskan.


Shiera pun mengangguk mengerti.


Dan akhirnya Shiera pun diantarkan Jibran menuju mobil Giandra untuk pulang bersama Giandra ke kediamannya.

__ADS_1


__ADS_2