Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 49


__ADS_3

"Ti..Tidak,aku cuma penasaran kenapa tuan bisa tahu tentang masalah keluarga ku." jawab Shiera dengan perasaan was-was.


"Heuh..Apa kau meragukan aku sebagai pria kaya??apa yang tidak bisa dilakukan oleh orang kaya,jika cuma mencari latar belakang kehidupan seseorang saja tidak bisa.Jadi kau pasti paham maksud ku." jawab Gian panjang lebar dan sesaat menyombongkan dirinya.


"Oh,begitu..Tapi aku sangat berterima kasih karena tuan sudah membela ku dari mereka." ucap Shiera berterima kasih pada Gian.


"Cuma kata terima kasih?" tanya Gian sambil menoleh kearah Shiera.


"Lalu?" tanya Shiera bingung.


"Hari ini kau harus membuatkan aku makanan yang enak.Kalau tidak enak siap-siap kau akan menerima hukuman dari ku." jawab Gian sambil tetap fokus mengemudi.


Shiera pun langsung tersenyum mengangguk.


Dan membuat Gian tanpa sengaja melihat Shiera tersenyum tipis.Tanpa sadar membuat hatinya merasa langsung terhibur.


Gila..Senyuman nya benar-benar manis sekali.' puji Gian pada Shiera dalam hatinya.


...****************...


Ditempat lain..


"Ah..sial,untung saja hari ini aku tidak terlambat.Akan gawat jika hari ini ku bekerja sudah kena sanksi." gerutu seorang wanita bernama Lenora.


Wanita yang sempat mengalami kesialan karena ulah Jibran saat di dalam bis tadi pagi.

__ADS_1


Lenora yang pertama kali bekerja disebuah perusahaan,berusaha untuk bekerja dengan serius dan giat.Karena ia benar-benar dituntut untuk mencari pengalaman,daripada harus menghabiskan waktu muda nya hanya untuk ngumpul dan shopping bersama teman-teman sosialitanya.


Saat Lenora akan sedang sibuk dengan pekerjaan nya sebagai staff baru.Seorang staff lain datang menghampiri meja kerja Lenora.


"Lenora." pangg seorang staff pria.


Lenora pun langsung menoleh dan beranjak bangkit.


"Ya pak,ada apa??" jawab Lenora dan bertanya.


"Bisakah kau mengantarkan berkas ini ke ruang manager??Sekaligus minta pak manager mendatangani nya untuk rapat besok." jelas sang staff tersebut.


"Ah iya,baik pak..Ruangannya dimana ya pak??" tanya Lenora sebelum pergi.


"Baik pak." jawab Lenora.


"Secepatnya ya,setelah itu antar ke ruangan saya." ujar staff tersebut mengingatkan Lenora.


"Siap pak." jawab Lenora langsung mengangguk.


"Oke." jawab staff langsung pergi meninggalkan meja kerja Lenora.


Lenora pun bergegas menuju ruang manager untuk mengantarkan berkas tersebut.


Saat ia tiba di depan ruang manager,Lenora pun terlebih dulu mengetuk pintu.

__ADS_1


Tok..Tok..


"Masuk." sahut sang manager dari dalam ruangannya.


Lenora langsung membuka pintu dan memasuki ruangan tersebut.


"Maaf pak,saya mau mengantarkan berkas dari staff bawah sekaligus tanda tangan bapak." ucap Lenora sembari menyodorkan berkas tersebut ke meja sang manager.


Sang manager yang sedang berdiri sembari menerima panggilan menghadap dinding.Langsung menoleh ke belakang,kearah Lenora.


Dan..


"Kau..-" seru Lenora langsung kaget saat melihat sang manager yang masih ia ingat jelas.


"Wanita buncit..-" timpal sang manager yang tak lain adalah Jibran sendiri.


"Apa katamu??" sentak Lenora langsung menegur Jibran.


Jibran pun langsung menutup mulutnya dengan tangannya sendiri.


Sementara Lenora hanya memandang tajam kearah Jibran.


"Bagaimana bisa kau disini??" tanya Jibran mengalihkannya langsung.


"Seharusnya aku yang bertanya,kenapa kau bisa berada di kantor ini.Tidak mungkin kau..-?" tanya Lenora yang mencoba menebak sambil menunjuk kearah Jibran.

__ADS_1


__ADS_2