
Ditempat lain..
"Uhuk..Uhuk.."
Suara batuk yang begitu jelas terdengar oleh Caroline dan Riska saat sedang sarapan pagi bersama.
"Ma..Papa kenapa??sepertinya sudah berapa hari aku dengar papa batuk terus??" tanya Riska yang penasaran.
"Papa mu lagi sakit,dan papa mu sangat merepotkan mama." jawab Caroline dengan nada ketus.
"Terus mama sudah bawa papa cek ke dokter??" tanya Riska lagi.
"Untuk apa??itu cuma buang-buang uang saja." jawab Caroline masih dengan nada ketus.
"Tapi ma,kan kasihan juga kalau kondisi papa seperti itu.Kalau penyakitnya tambah parah gimana?Nanti mama akan semakin repot mengurusnya." ujar Riska mengingatkan.
"Lebih baik bawa papa untuk periksa kesehatannya ma..Sepertinya batuk papa terdengar parah." ujar Riska lagi memberi saran.
"Nanti mama pikirkan." jawab Caroline.
"Karena mama juga bukan sekedar repot saja,tapi mama tidak akan mendapatkan uang bulanan.Jika papa tidak bisa bekerja." ucap Riska mengingatkan Caroline ibunya.
__ADS_1
"Iya mama tahu." jawab Caroline datar.
Seharusnya Rafael cepat mati saja,dengan begitu aku bisa mendapatkan uang dari asuransi kematiannya.' batin Caroline yang tiba-tiba memiliki pemikiran jahat.
...****************...
Jibran kembali mengendarai mobilnya menuju kantor.Sesaat ia mencoba menghubungi Gian untuk mengetahui kapan Gian akan kembali ke kantor.
Namun,beberapa kali ia menghubungi tetap saja tidak dijawab.
"Bos kunyuk..!! Semakin lama kenapa kau semakin susah dihubungi??Apa dia sangat menikmati sandiwaranya??Semoga saja dia benar-benar gila..Ck.." gerutu Jibran sambil tetap fokus mengemudi.
Disaat mobilnya berhenti tepat di lampu merah,tanpa sengaja ia melihat sosok gadis yang tak asing dilihatnya.Gadis itu tak lain adalah Lenora sendiri yang sedang berada di dalam bis.Dengan posisi duduk tepat didekat jendela sambil mendengarkan musik dari headset ponselnya.
Kenapa aku harus penasaran dengan perempuan itu??Padahal jika dilihat dia biasa saja,tidak begitu cantik.Bahkan ekspresi wajahnya sangat judes..Ck..' gerutunya Jibran dalam hatinya.
...****************...
Tiba disebuah tempat piknik,Shiera langsung tersenyum lebar.Saat melihat tempat yang belum pernah sekali pun ia datangi.Tempat tersebut sangat luas dan banyak pohon-pohon rindang yang menambah suasana alam yang sangat alami dan asri.Terlebih tempat tersebut juga dibatasi oleh sebuah danau kecil ,yang semakin memperindah tempat tersebut.
"Bagaimana??Bagus bukan tempat yang ku pilihkan?" tanya Gian sembari jalan mencari tempat untuk mereka bersantai.
__ADS_1
"Sangat bagus tuan,jujur aku sangat terkesan dengan tempat ini.Dan baru mengetahui jika ada tempat sebagus ini." jawab Shiera memberi komentar pada tempat yang sudah di pilihkan oleh Gian.
"Itu karena kau tidak pernah pergi kemana pun bukan??" tanya Gian menebak.
Sesaat Shiera terdiam sambil menoleh kearah Gian.
"Sudah,jangan banyak komentar.Cepat siapkan bekal bento nya..Karena aku sudah lapar." ujar Gian menyuruh Shiera dan sengaja mengalihkan ucapannya tadi.
"Iya tuan." jawab Shiera yang langsung menyiapkan bekal yang sudah ia bawa dari rumah.
Sementara Gian memilih merebahkan tubuhnya di atas alas yang sudah ia siapkan.
Tak berapa lama,Shiera pun selesai menghidangkan bekal bento nya.
"Sudah tuan." ujar Shiera memberi tahu Gian.
Gian langsung bangun dan melihat isi bento yang sudah di buat Shiera di rumah.
...****************...
__ADS_1
Hayoo..penasaran ga siapa sosok si tato iniππ