Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 84


__ADS_3

Caroline yang baru saja tiba di rumah,tiba-tiba mendengar suara kegaduhan dari dalam kamar Riska.Terlebih suara tersebut suara rintihan yang keluar dari mulut Riska.


"Mama tolong..Huaa..Hiks.." lirih Riska yang terus meminta tolong dan menahan rasa sakit karna menahan bobot berat badan Doni yang begitu besar.


Saat Doni mengunci kedua tangan Riska dan terus melakukan aksi bejat nya pada Riska.


Doni pun seakan sudah berada diambang batasnya.Netranya sudah berkabut hebat dengan debaran yang menggila.


Riska terus mencoba menggelengkan kepalanya dengan tetesan air matanya.Ia merasa telah terhina atas perbuatan yang dilakukan Doni.


"Mama..Hiks..Tolong..Lepaskan aku..Hiks."isak Riska yang terus memohon.


Doni pun seakan tidak peduli dengan rintihan tangisan Riska,dan bahkan tidak memandang Riska sebagai anak tirinya.


Ia terus menciumi wajah Riska yang sudah basah oleh air matanya.


"Tenang sayang,mama mu tidak akan pulang sekarang.Jadi nikmati saja permainan ku ini..Dan ini lah akibatnya kalau kau sudah bicara sembarang tentang ku.." ucap Doni yang akan mulai membuka celananya dan mencoba memasukkan benda pusaka nya dengan menembus dinding pembatas surga dunia milik Riska


Namun,belum sempat ia memasukkan benda pusakanya.Tiba-tiba sebuah tikaman pisau mendarat tepat ke arah punggung Doni yang diserang langsung oleh Caroline.

__ADS_1


"Manusia biadap kau.!!Bajingan..!!Beraninya kau menodai anak ku..!!Mati kau manusia sialan..!!" teriak Caroline yang tanpa pikir panjang terus menghujami tikaman tersebut kearah punggung Doni.Hingga membuat Doni terjatuh dan tewas ditempat.


Caroline pun langsung memapah tubuh Riska anak semata wayangnya yang sudah dalam keadaan memperihatinkan kan dan meninggalkan Doni begitu saja.Yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa.


...****************...


Jibran memberanikan diri untuk mengajak Lenora untuk ngedate.Lenora awalnya menolak,pada akhirnya menerima ajakan Jibran.Karena memandang Jibran sebagai atasannya di kantor.


"Nona Lenora,makanan apa yang kau sukai??Aku akan memesankannya untuk mu." tanya Jibran sembari melihat-lihat daftar menu.


"Apa saja pak..Semua saya akan makan." jawab Lenora dengan datar.


Setelah memesankan makanan pada sang pelayan.Sesaat Jibran memperhatikan wajah Lenora yang terlihat bete.


"Nona Lenora,." panggil Jibran..


Lenora pun menoleh kearah Jibran.


"Iya pak." jawab Lenora.

__ADS_1


"Apa kau merasa tidak senang,aku mengajak mu makan disini?" tanya Jibran yang merasa Lenora seperti tidak menyukai ajakannya.


"Ah tidak kok pak." jawab Lenora sambil menunjukkan senyuman kaku.


"Jujur sebenarnya aku bukan cuma sekedar mu mengajak makan disini."ujar Jibran.


Lenora pun sesaat melirik kearah Jibran.


"Tapi..-" timpalnya sesaat mengambil sesuatu dari dalam kantong celana nya.


Sebuah kotak kecil berwarna navy dan membuka nya sembari menunjukkannya pada Lenora.


"Aku ingin melamar mu Lenora." ungkap Jibran sembari berlutut tepat dihadapan Lenora.


Sontak membuat Lenora menatap tercengang dengan tindakan Jibran.Yang juga menarik perhatian para pengunjung restoran yang melihat tindakan Jibran.


Mereka pun seakan terharu melihat tindakan Jibran.Dan sebagian mereka memberi dukungan pada Jibran,berharap Lenora akan menerima lamaran Jibran.


"A..Apa yang bapak lakukan??" tanya Lenora yang langsung panik dan sedikit merasa malu.Karena ia menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran.

__ADS_1


"Aku sedang melamar mu Lenora." jawab Jibran dengan tatapan yang penuh harapan.


__ADS_2