Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 80


__ADS_3

Akhirnya Keysia pergi dari kediaman Gian.


Gian pun seolah tidak peduli dengan nasib Keysia.Sebab ia takut jika Keysia hanya berpura-pura agar bisa mendekatinya dan menjadi duri dalam rumah tangganya.


"Apa kamu yakin dengan keputusan mu?Aku sebenarnya merasa tidak tega dengan kak Keysia." tanya Shiera yang mengungkapkan dirinya tidak tega dengan nasib Keysia.


"Biarkan saja.Dia sudah dewasa,dan dia tahu bagaimana menghidupi dirinya.Jangan pikirkan dia." jawab Gian dengan tegas.


Shiera pun mengangguk mengerti dan menuruti perkataan Gian.


Sementara Keysia begitu kesal dan tidak terima.Jika ternyata Gian menolak dirinya untuk tinggal dirumahnya.Ia pun merasa marah karena rencana nya telah gagal.Yang rupanya Keysia hanya bersandiwara bersikap baik dan menyesal di depan Shiera dan Gian.


Seakan usahanya untuk meyakinkan mereka hanya lah sia-sia.


Dan sekarang ia pun mulai bingung,harus pergi kemana.


...****************...


Beberapa bulan kemudian..


Kondisi Rafael kini mulai membaik dan sehat.Berkat kesabaran dan ketulusan Mariana yang mengurus dan merawatnya.Membuat kondisi Rafael semakin sehat.Dan bahkan ia sudah bisa melakukan aktifitasnya seperti biasa.


"Bapak Rafael..Apakah bapak ada keinginan ingin kembali ke keluarga bapak?" tanta Mariana.


Rafael pun langsung menghela nafas sambil menunduk saat mendengar pertanyaan Mariana.

__ADS_1


"Entah lah..Rasanya saya sudah tidak berkeinginan untuk bertemu dengan mereka.Karena saat ini saya lebih ingi. bertemu dengan putri saya bernama Shiera." jawab Rafael mengutarakan keinginannya.


"Apakah bapak masih tidak tahu dimana keberadaan putri bapak?" tanya Mariana ingin tahu.


Rafael pun menggelengkan kepalanya dengan pelan.


"Tidak..Akibat kemarahan saya yang tidak terkontrol,saya dengan teganya mengusirnya.Dan hingga saat ini saya tidak tahu dimana dia berada."jawab Rafael.


"Bapak harus sabar..Semoga Tuhan mempertemukan bapak dengan anak bapak." ujar Mariana memberi dukungan pada Rafael.


Rafael hanya mengangguk mengerti.


...****************...


Sementara Shiera yang tengah sarapan dengan Gian.Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang membuatnya mual.Shiera pun langsung berlari menuju wastafel dan muntah.


"Kau kenapa sayang?" tanya Gian sambil memijat leher Shiera.


"Aku tidak tahu,rasanya mual sekali." jawab Shiera yang kembali muntah.


"Kita ke rumah sakit.Ayo." ujar Gian langsung mengajak Shiera ke rumah sakit,untuk memeriksa keadaannya.


Tiba di rumah sakit..


"Bagaimana keadaan istri saya dok?Apakah dia sakit parah?" tanya Gian dalam keadaan panik.

__ADS_1


"Bapak tenang saja,kondisi istri bapak baik-baik saja.Karena saat ini istri bapak sedang hamil." ungkap sang dokter sambil tersenyum.


"A..Apa??Dokter serius?" tanya Gian memastikan lagi.


Sang dokter pun mengangguk.


"Ya,istri anda saat ini sudah hamil 2bulan." jawab sang dokter menjelaskan lagi.


Gian pun seakan tak percaya dengan pernyataan sang dokter.Ia begitu syok dan terharu jika ternyata Shiera telah hamil anaknya.Ia pun tak dapat berkata apa-apa.Hanya rasa syukur yang ia rasakan saat ini.


Setelah memeriksakan keadaan Shiera.Gian mengajak Shiera pulang.Tapi untuk kali ini ia tidak membawa Shiera pulang ke kediamannya.Melainkan ke rumah orang tuanya Nayra dan Gala.


"Kenapa kita tidak pulang ke rumah saja?" tanya Shiera ingin tahu.Saat mereka dalam perjalanan menuju kediaman kedua orang tuan Gian.


"Agar kau bisa diperhatikan oleh mereka,jika selama aku tidak di rumah." jawab Gian.


"Tapi,aku takut merepotkan mereka."ujar Shiera.


"Hal itu kau tidak usah khawatir.Justru mereka akan sangat senang,terlebih untuk mama.Karena kau sedang hamil,dia pasti akan sangat bahagia dan bahkan lebih mengutamakan mu." ujar Gian meyakinkan Shiera.


Shiera pun mengangguk tersenyum.


"Aku masih tidak percaya jika ternyata aku sudah hamil." kata Shiera sembari mengelus perutnya yang kini sudah berisi janin nya.


"Begitu juga dengan ku,artinya sebentar lagi kita akan menjadi orang tua.Dan suasana rumah kita pasti akan jadi ramai.Aku semakin tidak sabar." ujar Gian yang ikut merasa bahagia.

__ADS_1


"Iya,kau benar Yeobo." kata Shiera mengangguk


__ADS_2