
"Apa buktinya kalau kau memang susah berubah?" tanya Gian yang sesaat meragukan penyesalan Keysia.
"Aku tidak bisa membuktikan apa pun,mungkin hanya dari kata penyesalan Gian.Dan aku berencana ingin menimbah ilmu agama ke pesantren yang sudah ku ingin kan.Kuharap dengan cara itu kau bisa percaya bahwa aku sungguh menyesal dan ingin bertobat." jawab Keysia panjang lebar dengan meyakinkan Gian.
Sesaat Gian melirik kearah kedua orang tuanya dan juga Shiera.Mereka pun mengangguk seolah ingin Gian memberi kesempatan pada Keysia untuk bertobat.
...****************...
Seminggu kemudian..
Riska tengah tertidur di kamar nya.Tanpa sengaja Doni yang baru saja pulang.Melihat sebuah pemandangan dari kamar Riska.Pemandangan yang seketika membuat na*su birah* Doni muncul saat melihat posisi tidur Riska.Yang menunjukkan lekuk tubuh Riska yang sexy dan juga cara berpakaian Riska yang sedikit ketat dan juga terbuka.Hanya memakai kaos dan celana pendek.Riska yang tidak menutup pintu kamarnya,tak menyadari jika Doni sang ayah tiri sudah pulang.
Sasaran empuk ini.' batin Doni sambil memagutkan dagunya dan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Doni pun sesaat mengawasi situasi yang terlihat sepi.Karena ia tidak melihat sosok Caroline dirumah,kini timbulah pikiran jahatnya yang ingin menggerayangi Riska.
Tanpa pikir panjang,Doni perlahan memasuki kamar Riska dan menutup pintu kamarnya dengan pelan.
Layaknya seperti hewan buas yang tak sabar ingin memangsa incarannya.Doni terlebih dulu duduk pelan disisi Riska dan mencoba meraba paha Riska.
Gila..Dia cantik sekali..tubuhnya juga mulus..Sayang sekali jika aku tidak memanfaatkan mu anak tiriku.' batin Doni yang terus tersenyum menyeringai.
"Brengsek.!! apa yang kau lakukan dikamar ku..!!" teriak Riska berusaha mendorong tubuh Doni.
Namun,Doni dengan cepat mencengkram kedua tangannya Riska ke atas dan menindih tubuh Riska.
"Keluar dari kamar ku sialan..!!" teriak Riska yang berontak sembari menatap tajam.
__ADS_1
"Tenang sayang,ini tidak akan lama.Biarkan aku merasakan tubuh dan keperawanan mu sayang." jawab Doni yang sudah seperti hewan buas tanpa peduli siapa sosok yang ada di depan matanya.
Karena menganggap sebagai anak tiri dan merasa sakit hati atas ucapan Riska sebelumnya.Doni justru ingin melampiaskan rasa sakit hatinya dengan merusak dan merebut apa yang dimiliki Riska.Termasuk keperawanannya.
"Sialan kau manusia biadap..!!!Lepaskan aku..!!Tolong..Tolong..Mama..!!" umpat Riska dengan berteriak lagi sembari memanggil ibunya Caroline.
"Percuma saja kau memanggil ibu,karena disini hanya ada kita berdua.Dan kau cukup menikmati saja sayang." jawab Doni langsung melu*at bibir Riska dengan bringas.
Dan bahkan tangannya yang satu dengan liarnya memainkan benda kenyal Riska serta turun kebawah menelusuri dalam celana Riska.Seolah ia dengan cepat ingin memainkan bagian **** ***** Riska.Agar Riska berhenti berteriak dan mulai menikmati permainan liar nya.
Riska pun terus berontak agar bisa melepaskan dirinya dari Kungkungan tubuh Doni.Tapi sekuat tenaga pun ia berusaha,ia menyadari jika ia kalah tenaga dengan Doni.Yang memang memiliki tubuh yang besar dan kuat.
Air mata Riska pun sesaat menetes,seolah ia tak dapat berbuat apa pun lagi,melihat kebringasan Doni yang akan merenggut kan mahkota keperawanannya yang selama ini jaga.Ia pun akhirnya hanya bisa pasrah dan merelakan apa yang akan dilakukan Doni pada dirinya.Karena mungkin akan menjadi akhir hidupnya atas perbuatan yang dilakukan Doni padanya.
__ADS_1