Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 41


__ADS_3

Seketika Giandra menghentikan makannya dan melirik sedikit kearah Shiera.


"Aku sudah tahu,bahwa tuan sudah bersandiwara selama ini." ungkap Shiera lagi.


Giandra pun terdiam.


"Mungkin ku tidak berhak protes atau pun marah.Karena disini posisi ku cuma perempuan yang terpaksa dinikahi." sambung Shiera.


Giandra masih diam dan mendengar semua yang diungkapkan Shiera.


"Aku juga tidak tahu apa tujuan tuan melakukan ini.Tapi saya minta tolong jangan permainkan hidup saya."


"Jika tuan memang tidak ingin mengakui pernikahan ini,karena menikahi perempuan yang tidak jelas seperti ku.Aku akan siap untuk mengakhirinya."


Giandra pun langsung menatap Shiera,sementara Shiera lebih memilih menunduk.


"Aku menyadari akan satu hal.Jika pernikahan ini seperti drama yang sedang kita mainkan.Dan yang ku tahu sebuah pernikahan tidak boleh kita mainkan.Karena pernikahan itu adalah ibadah."


"Tapi jika tujuan tuan menikahi ku hanya untuk memainkan hidup ku,tolong di akhiri saja.Aku juga tidak mau di nilai sebagai perempuan yang hanya memanfaatkan anda.Terlebih tuan juga menutupi pernikahan ini dari keluarga tuan." ucap Shiera meluapkan seluruh hatinya panjang lebar.

__ADS_1


Shiera pun beranjak bangkit dan kembali menunduk.


"Terima kasih karena tuan sudah memberi ku kesempatan untuk tinggal di rumah ini dan sudah memberikan kehidupan yang layak.Sebagai perempuan yang tahu diri,aku akan pergi dari rumah ini." ucap Shiera sembari meninggalkan Giandra.


"Hei.." sahut Giandra menoleh dingin kearah Shiera yang akan pergi.


Shiera pun berhenti diam tanpa menoleh.


"Mudah sekali kau mengatakan ingin pergi dari rumah ini.Memangnya kau yang berhak mengatur?" ucap Giandra dengan nada dingin.


Shiera masih terdiam mematung.


"Berbalik,aku sedang bicara padamu." kata Giandra memberi perintah pada Shiera.


Giandra pun bangkit dan menghampiri Shiera sambil berdiri tepat dihadapan Shiera.Dengan kedua tangan berada di dalam kantong celananya.


"Oke..Sejujurnya aku memang cuma berpura-pura gila di depan mu..Memangnya kenapa??kau merasa di tipu??"ungkap Giandra dengan santai nya.


Shiera masih memilih diam.

__ADS_1


"Tapi seharusnya kau berterima kasih padaku.Karena aku sudah melepaskan mu dari jerat kejamnya keluarga mu." ungkap Giandra lagi.


Shiera pun langsung menoleh kaget.


"Kenapa??kau pasti bingung bagaimana aku bisa tahu tentang keluarga mu kan??" tanya Giandra menebak sebelum Shiera bicara.


Shiera pun hanya menatap bingung.


"Jangan kau pikir aku menikahi mu cuma untuk mempermainkan hidup mu.Dan kau berlagak menasehati ku jika pernikahan itu tidak boleh dipermainkan..Memangnya kau tahu apa tentang ku?Beraninya kau menasehati ku.?" kata Giandra langsung menyindir Shiera dengan tegas.


Shiera pun langsung tertunduk takut melihat raut wajah Giandra yang kimi terlihat sangat serius dan dingin.


"Di rumah ini aku yang berhak mengatur,bahkan mengatur hidup mu.Jadi jangan coba kau memutuskan apa pun tanpa seijin ku..Paham??" ucap Giandra memberi peringatan tegas pada Shiera.


Shiera pun hanya diam dan tak berani menjawab.


"Dan bukan kau yang berhak memutuskan apakah pernikahan ini harus berakhir sekarang atau tidak.Aku adalah kepala rumah tangga dirumah ini,turuti semua aturan yang ku katakan..Kau mengerti??"


Shiera pun masih terlihat diam.

__ADS_1


"Jawab aku kalau kau mengerti..Aku tidak butuh diam mu..!!" tegur Giandra.


"I..Iya aku mengerti..Baik tuan." jawab Shiera dengan nada yang terbata-bata.Dan terpaksa menuruti semua ucapan Giandra padanya.


__ADS_2