
Sorenya..
Giandra yang baru bangun dari tidur langsung keluar kamar.Ia pun mencari Shiera,karena suasana yang terasa sepi.
Karena tidak melihat keberadaannya,Giandra pun mencarinya diluar.Dan terlihat Shiera tengah asik membersihkan tanaman.
Giandra pun langsing tersenyum miring.
"Waktunya aku akan mengerjai mu marmut kecil." ujarnya langsung berjalan keluar rumahnya dengan pelan.
Seolah ia mendapat kan ide untuk mengerjai Shiera.Ia pun perlahan berjalan mendekati selang air yang berada tepat di belakang Shiera.
Dan tanpa pikir panjang,Giandra langsung menyalakan air keran yang tersambung oleh selang air di tangannya.
Air pun seketika keluar dengan derasnya dan Giandra langsung mengarahkan air tersebut ke arah Shiera dari belakang.
Byurrr...
Sontak membuat Shiera terkejut dan menoleh ke belakang.
"Tuan..Apa yang tuan lakukan??" tanya Shiera mencoba menghindar dari semburan air tersebut yang mengarah padanya.
"Hahaha..Siram..Haha.." sahut Giandra yang mulai sandiwaranya dengan tertawa tidak jelas.
__ADS_1
"Tuan,tolong hentikan..Airnya terlalu deras.." ucap Shiera mencoba menyuruh Giandra untuk menghentikan kelakuannya.
Namun,Giandra justru seakan tidak peduli dan terus menyiramkan air tersebut kearah Shiera.
Shiera pun langsung mencoba untuk kabur,tapi Giandra justru menarik paksa tangan Shiera agar tidak pergi kemana-mana.Dan ia terus menyiramkan air tersebut kearah Shiera.
"Tuan,ku mohon hentikan..!!Ini sangat berlebihan..!!" sahut Shiera yang terus meminta Giandra untuk menghentikan aksinya.
Dan beberapa saat Giadra pun berhenti dan mematikan air keran tersebut.
Shiera yang sudah basah kuyup hanya bisa berusaha mengatur nafasnya karena menahan nafas dari semburan air tersebut.
Sesaat Giandra pun memperhatikan penampilan Shiera yang sudah basah kuyup.Terlebih perhatiannya begitu serius saat matanya tertuju pada kaos putih yang dipakai Shiera.Walau pun tidak terlihat ketat,tapi ternyata menunjukkan kaos yang dipakai Shiera sangat jelas menerawang.Memperlihat kan dua buah gundukan yang begitu menonjol dengan bra warna hitam.Semakin memperindah pandangannya saat ini.
Dan tanpa sadar,sesuatu telah membangunkan senjata pusakanya yang berada dibalik celana Giandra.
Sementara Shiera yang menyadari Giandra yang terus menatap bagian dada nya.Langsung ia menutupnya dengan kedua tangannya dengan cara menyilang.
"A..Apa yang tuan lihat??" tegur Shiera yang langsung sewot dan langsung pergi masuk kedalam.
Sedangkan Giandra hanya memandang Shiera yang pergi dengan terdiam mematung.
"Brengsek..bagaimana bisa kau bangun??apa kau sengaja ingin mempermalukan ku??Ck.." gerutu Giandra sambil menunduk.Seolah ia sedang celoteh pada junior pusakannya.
__ADS_1
Giandra pun menyusul masuk ke dalam rumahnya.
...****************...
Riska mengajak teman-temannya ke rumah untuk berkumpul.
Riska pun menyiapkan minuman dan cemilan untuk disuguhkan oleh teman-temannya.
Saat menyuguhkan,sesaat salah satu temannya memperhatikan suasana rumah Riska.
"Kakak mu yang cantik itu dimana Ris??kok tumben kau yang menyuguhkan??" tanya teman Riska.
"Dia sudah tidak ada disini lagi." jawab Riska dengan nada ketus.
"Lah,memangnya kemana??sayang sekali kita tidak bisa menyapa kakak mu yang cantik itu..Hehe." ujar teman Riska yang cowok sambil bercanda.
Riska langsung melirik sinis pada temannya.
"Dia bukan kakak ku,aku tidak sudi menganggap dia sebagai kakak ku..Biar kalian semua tahu,dia itu cuma anak haram dirumah ini dan tidak bisa dibandingkan dengan ku..Paham." jawab Riska dengan tegas.
"Masa iya??kejam amat kau bilang begitu..Tapi kau masih kalah cantik dengannya..Dan aku tidak percaya kalau dia seperti yang kau bilang." jawab teman Riska yang tak percaya.
"Terserah kau mau percaya atau tidak..!!" sentak Riska yang langsung kesal dengan ucapan temannya.Karena menganggap dirinya kalah cantik dengan Shiwra.
__ADS_1