
Lenora mencoba mendengarkan musik yang sudah dinyalakan Jibran.Dengan tujuan agar bisa mengalihkan pikirannya untuk ke toilet.Tapi keinginannya untuk ke toilet semakin kuat.Ia pun sampai mengepalkan kedua tangannya dan merapatkan kedua kakinya.Dan raut wajah yang sudah terlihat sedikit pucat.
Hal itu membuat Jibran menatap heran dan bingung
"Nona Lenora,kau baik-baik saja?" tanya Jibran.
Lenora pun tersenyum kaku.
"Aku turun disini saja.." jawab Lenora.
"Hah??Kau ingin turun disini??Tapi aku belum sampai mengantarmu pulang kerumah?dan jalanan juga masih sangat macet." tanya Jibran memastikan,karena melihat situasi yang jalanan masih macet.Tak bisa membuat Jibran untuk melaju kan mobilnya.
"Tapi kurasa aku tetap akan turun disini pak." jawab Lenora.
"Haruskah disini??" tanya Jibran memastikan lagi.
"Yah..Harus." jawab Lenora dengan raut wajah yang sudah pucat dan berkeringat.
"Nona Lenora apa kau baik-baik saja??Kenapa harus turun disini??" tanya Jibran lagi yang kini merasa khawatir melihat Lenora.
"Dengar,kalau aku terlalu lama disini,mungkin akan terjadi suatu insiden di mobil bapak." jawab Lenora dengan nada terbata.
"Maksudnya?" tanya Jibran yang tidak mengerti apa yang dimaksud Lenora.
__ADS_1
"Kalau begitu terima kasih untuk tumpangan bapak,sampai jumpa." ucap Lenora langsung membuka pintu mobil nya dan bergegas pergi.
Jibran pun tampak bingung dsn heran melihat sikap Lenora yang seperti sedang terjadi sesuatu padanya.
"Kenapa dengan perempuan itu?Apa dia sedang terburu-buru??" tanya Jibran yang bingung.
Sementara Lenora bergegas pergi mencari toilet umum.
"Ahh..Lama-lama aku bisa malu setengah mati karena ini.." gerutunya sambil buru-buru mencari toilet.
Untungnya ia menemukan sebuah tempat minimarket yang bisa ia pinjam toiletnya
Namun,lagi-lagi ia merasa sial.Karena toilet tersebut sedang masa perbaikan.
"Haiss..Kenapa toiletnya tidak bisa digunakan??" tanya Lenora yang sudah keadaan panik.
"Aduh..Kenapa aku juga ingin buang air besar..Sial sekali hidup ku hari ini.." gerutu Lenora yang begitu kesal dengan dirinya.
Dan akhirnya ia pun menemukan sebuah pom bensin yang letaknya tidak begitu jauh.Untungnya toilet tersebut dapat digunakan dan Lenora pun dapat melampiaskan hasratnya untuk buang air kecil dan besar.
...****************...
Rumah sakit..
__ADS_1
Caroline akhirnya membawa Rafael sang suami untuk memeriksakan keadaanya.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Caroline.
"Kondisi suami nyonya cukup memperihatinkan..Saran saya beliau harus dirawat,karena beliau mengidap penyakit paru-paru basah." jawab sang dokter menjelaskan.
"Apa??Paru-paru basah?" tanya Caroline yang langsung kaget.
"Benar,sebelum penyakitnya tambah parah lebih baik suami nyonya dirawat untuk penyembuhan." jawab sang dokter lagi.
"Tapi dok,jika melakukan rawat jalan apakah bisa??" tanya Caroline lagi.
"Bisa saja,tapi alangkah baik nya jika suami nyonya dirawat di rumah sakit." jawab sang dokter.
Caroline pun sesaat terdiam.
"Akan saya pikirkan dulu dok." jawab Caroline.
Kediaman Caroline..
Caroline pun membawa Rafael pulang,karena lebih memilih pengobatan Rafael secara rawat jalan.
"Hah??papa kena paru-paru basah ma??" tanya Riska kaget,saat Caroline memberi tahu nya.
__ADS_1
"Iya,dan papa mu disarankan untuk dirawat di rumah sakit." jawab Caroline.
"Lalu kenapa papa tidak di rawat saja ma??Memangnya mama mau repot-repot mengurus papa yang sekarang sakit?" tanya Riska.