
Cukup lama memeluk Shiera,Gian pun melepasnya dan menatap Shiera.
Shiera pun merasa malu dan tertunduk,karena Gian menatapnya dengan jarak yang sangat dekat.
"Bagaimana perasaan mu setelah aku memeluk mu??" tanya Gian dengan nada pelan.
"Euh.." sahut Shiera sedikit bingung.
"Tentu saja kau pasti merasa nyaman lah,tidak mungkin kau akan bilang tidak.Secara kau dipeluk suami tampan seperti ku." ujar Gian mulai dengan gurauannya.
Shiera pun langsung tersenyum tipis sambil mengangguk.
"Mana obat ku?Aku ingin meminumnya sekarang." tanya Gian.
"Ah..Iya tuan." jawab Shiera langsung mengambil obat yang sudah ia siapkan sebelumnya dan juga air putih di gelas.
Shiera pun membantu Gian untuk minum obat.
"Maaf,apa aku boleh bertanya tuan??" tanya Shiera.
"Tanya apa??" tanya balik Gian.
"Kenapa tuan masih menghabiskan waktu di rumah?Apa tuan tidak bekerja??Kan tuan sudah tidak bersandiwara lagi?" tanya Shiera yang tiba-tiba tersirat ingin tahu.
"Kenapa??Kau bosan melihat ku di rumah seharian??karena terus menganggu mu??" tanya Gian yang justru menuduh Shiera.
__ADS_1
"Bu..Bukan begitu tuan,aku cuma penasaran saja.Tidak apa-apa kalau tuan tidak mau menjawab." jawab Shiera langsung menjelaskannya.
"Kau tidak perlu tahu apa pekerjaan ku,yang penting kau tidak akan kekurangan uang untuk memasak.Suami mu adalah pria sultan yang penghasilannya tidak akan habis tujuh turunan."jawab Gian yang kembali menyombongkan dirinya dengan begitu percaya diri.
Shiera yang mendengar hanya menatap aneh.
Kenapa dia begitu sombong sekali.' batin Shiera.
"Ya sudah,lebih baik tuan istirahat.Semoga besok kondisi tuan sudah lebih baik." ucap Shiera mulai membereskan mangkuk bekas bubur Gian dan akan membawanya ke dapur.
"Tunggu." seru Gian memanggil Shiera.
Shiera pun menoleh.
"Ganti panggilan kata tuan itu untuk ku." ujar Gian.
"Apa saja,asal jangan tuan..Kau boleh memanggil ku dengan sebutan 'Yeobo '( 여보 : sayang)." jawab Gian menyebutkannya.
"Yeo..Yeobo??" tanya Shiera dengan bingung.
"Hemmm.." sahut Gian mengangguk.
"Bukankah itu bahasa korea??" tanya Shiera yang sedikit tahu dengan panggilan tersebut.
"Yup..Seorang wanita pasti suka dengan bahasa berbau korea.Jadi aku tidak masalah kalau kau memanggil ku dengan sebutan itu." ujar Gian menjelaskan.
__ADS_1
"Tapi kenapa tidak pakai bahasa yang biasa saja tuan??" tanya Shiera menyarankan.
"Kan sudah ku bilang,aku tidak suka dengan suatu yang biasa saja." jawab Gian kembali mengungkit perkataannya.
Shiera kembali memasang wajah yang aneh.
"Ah..Begitu..Jadi aku harus memanggil tuan dengan sebutan Yeobo?" tanya Shiera lagi memastikan.
"Hem." jawab Gian singkat.
"Ye..o..bo." ucap Shiera mencoba mengejanya.
"Lebih jelas mengatakannya.!" kata Gian menegaskan.
"I..iya baik lah Yeobo." jawab Shiera langsung merasa aneh dengan panggilan tersebut.
"Good..Istri yang penurut." kata Gian mengacungkan jempol ke arah Shiera.
Shiera pun tersenyum kaku dan langsung meninggalkan Gian untuk ke dapur.
Di dapur Shiera masih merasa heran dan bingung dengan sikap Gian.
"Ada apa dengan dia??tiba-tiba memeluk ku dan sekarang meminta ku memanggil dia dengan kata Yeobo??" tanya Shiera bicara sendiri.
Dan sesaat membuat Shiera tersenyum sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Mungkin dia sekarang sudah mulai nyaman." ujarnya lagi bicara sendiri.