
"Benar Gian.Itu sebab nya dia menentang pernikahan kalian,karena dia memiliki perasaan dengan mu.Jadi papa terpaksa mengusir kakak mu dari rumah ini.Dia seperti tidak peduli dengan peringatan papa mu." jawab Nayra menjelaskan.
"Pantas saja dia nekat melakukan itu pada istri ku ." ujat Gian.
"Jadi,kalau Keysia masih berusaha mendekati mu,sebaiknya dihindari saja.Karena kita tidak tahu apa lagi yang akan diperbuat oleh Keysia.Lindungi istri mu,mama takut Shiera akan menjadi sasaran terus sama Keysia." kata Nayra memberi mengingatkan Gian.
"Iya ma,aku mengerti." jawab Gian mengangguk.
Dan disela obrolannya,terdengar suara ponsel Gian berbunyi.Yang menandakan sebuah pesan masuk.Gian pun langsung membuka pesan tersebut.Dan seketika bergegas untuk pulang.
"Aku harus pulang ma." ujar Gian langsung meninggalkan Nayra.
"Hati-hati nak." jawab Nayra hanya memandang bingung.
*
*
Setelah selesai pekerjaan,Jibran langsung meninggalkan kantor.
Namun,lagi-lagi tanpa sengaja ia melihat Lenora yang tengah berdiri menunggu bis.
Ia langsung menghentikan mobilnya dan menyembunyikan klakson mobilnya.
Tintin..Tiin...
Seketika membuat Lenora menoleh ke arah mobil tersebut.Dan melihat heran dengan sosok pria yang memanggilnya dari dalam mobil.
__ADS_1
"Nona Lenora,ayo masuk.Aku akan mengantar mu pulang." ajak Jibran.
Lenora pun langsung menghela nafas panjang.
"Huft..Kenapa harus dia lagi?" ujarnya bicara sendiri.
Lenora pun langsung tersenyum merucut dan terpaksa menerima ajakan Jibran.
"Maaf pak,menurut saya bapak tidak harus mengantar saya pulang.Karena saya tidak mau merepotkan bapak." sahut Lenora ketika sudah duduk tepat di samping Jibran.
"Tenang saja,aku tidak merasa direpotkan oleh mu." jawab Jibran sambil tersenyum.
Lenora pun langsung memasang wajah yang datar.
Tapi sebenarnya kau merepotkan ku.' batin Lenora sedikit bete.
"Tidak." jawab Lenora singkat.
"Apa yang kau lakukan setiap malam minggu?" tanya Jibran.
"Tidur." jawab Lenora lagi kembali singkat.
Jibran pun berusaha menahan sabar.Melihat sikap Lenora sepertinya sangat cuek dan datar padanya.
Oke Jibran,kau jangan menyerah.Kau harus ingat tujuan utama mu..' batin Jibran.
"Sepertinya kau gadis yang cukup introvert.Apakah benar?" tanya Jibran menebak.
__ADS_1
Lenora pun langsung melirik.
"Tidak juga pak." jawab Lenora tanpa menoleh ke arah Jibran.
"Tapi aku bisa menilai dari nada bicara mu." ujar Jibran yang percaya dirinya menilai Lenora.
Lenora hanya diam dan tidak menanggapi penilaian Jibran tentang dirinya.
Cukup lama diperjalanan,akhirnya mereka pun tiba.Sesaat Jibran memperhatikan rumah Lenora.
Ia langsung tercengang melihat suasana rah Lenora yang ternyata sangat besar dan mewah.Terlebih Jibram sudah merasa curiga saat memasuki pintu utama perumahan yang rupanya sangat elit.
Anjrit..Ternyata dia orang kaya..Tapi kenapa dia bekerja sebagai karyawan??Pantas saja sikapnya sangat cuek.' batin Jibran yang seakan tidak percaya dan syok.
"Terima kasih pak,sudah mengantarkan saya." ucap Lenora sembari membuka pintu mobil Jibran dan akan turun.
"Tunggu nona Lenora.!" panggil Jibran.
Lenora pun langsung menoleh.
"Bagaimana tentang malam minggu itu??Apakah aku boleh mengajak mu pergi?" tanya Jibran seolah memberanikan dirinya.
"Akan saya pikirkan dulu pak..Dan jangan salah sangka..Ini bukan rumah saya,melainkan ini rumah majikan saya..Sampai jumpa." jawab Lenora langsung menegaskan,agar Jibran tak berpikir jika rumah itu adalah miliknya.
Jibran pun hanya memandang bingung,saat Lenora meninggalkannya dan masuk ke dalam rumah itu.
__ADS_1
"Majikan??Maksudnya??Apa dia bekerja juga disana?" tanya Jibran semakin bingung.