
Suara nyanyian yang begitu kuat dan nyaring,seketika membuat Shiera terbangun kaget.
Ia pun langsung menutup kedua telinganya.Sambil menatap aneh dengan tingkah laku Giandra saat ini.
Kenapa lagi dengan pria ini??Bukankah dia sudah berhenti bersandiwara??kenapa tingkahnya masih seperti orang gila??' batin Shiera merasa heran dengan tingkah laku Giandra sekarang ini.
Giandra pun masih terus bernyanyi tanpa peduli dengan pandangan Shiera padanya.
Merasa tidak tahan dengan suara Giandra yang begitu jelek dan tidak enak didengar.Shiera memilih bangkit dan meninggalkan kamar Giandra.
Shiera langsung menutup pintu kamar Giandra setelah dirinya berhasil keluar dari kamarnya.
Melihat Shiera langsung keluar kamar,Giandra pun tertawa puas.
"Hahaha..Kena kau marmut kecil.." ujarnya sambil tertawa.
Sedangkan Shiera hanya bisa berdiri sambil mengatur nafasnya.
"Dasar pria aneh,dia tidak membiarkan aku pindah kamar.Tapi dia membuatku hampir gila berada di kamarnya.." gerutu Shiera sambil memandangi pintu kamar Giandra sambil menarik nafas.
Krukk..
Tiba-tiba perut Shiera pun merasa lapar.Sesaat ia memandangi jam dinding yang sudah pukul 1 malam.
"Kenapa tiba-tiba lapar??ya sudah,aku cari makanan di dapur." ujarnya sembari berjalan ke dapur.
__ADS_1
Giandra yang sudah lelah bernyanyi,akhirnya menghentikan aksinya.Beberapa saat ia pun mencium bau makanan yang begitu sedap dan enak.
"Sepertinya marmut kecil itu sedang menyibukkan dirinya di dapur ku." ujarnya sambil tersenyum menyeringai.
Giandra bergegas keluar kamar dan mencari asal bau makanan tersebut dari dapur.Benar saja ia melihat Shiera telah selesai membuat suatu yang akan dia makan nanti.Giandra pun mengawasi Shiera dari balik tembok.
"Akhirnya makanan ku jadi juga.." ujar Shiera sembari duduk dan akan mulai makan.
Baru sesuap ia makan,tiba-tiba Shiera pun dikejutkan oleh Giandra yang muncul dibelakangnya.
"Bagus ya,kau berani makan sendiri tanpa membuat untuk ku juga." sahut Giandra dari belakang Shiera.
Shiera pun seketika terkejut dan tersedak.Hingga membuat ia langsung terbatuk.
Shiera pun langsung bangkit dan menoleh kearah Giandra.
"Ma..Maaf tuan..Ku pikir tuan masih asik karaoke,jadi aku hanya membuatnya untuk ku sendiri." jawab Shiera menjelaskan.
Giandra hanya menatap dingin dan langsung duduk tepat di tempat Shiera.Dan menyuruh Shiera untuk bergeser.
Sesaat Giandra melirik makanan yang dibuat Shiera.
"Apa ini??" tanya Giandra pada Shiera sebelum merebut makanannya.
__ADS_1
"Itu, cuma mie pedas tuan."jawab Shiera.
Tanpa menanggapi lagi,Giandra pun menyantap langsung makanan Shiera.Dan tidak memperdulikan jika makanan itu milik Shiera.
Shiera cuma bisa gigit jari,saat melihat Giandra begitu lahap menyantap makanan miliknya.
Sesaat Ginadra pun menoleh kearah Shiera.
"Kenapa kau masih berdiri disitu??duduk.." perintah Giandra pada Shiera.
Shiera pun langsung mengangguk dan menuruti perintah Giandra.
Tapi ia tetap hanya memandang Giandra menyantap sendiri makanannya tanpa membagi untuknya juga.
Tahu begitu aku membuatkan untuknya juga..Rasanya jadi aku yang merasa rugi..' batin Shiera sambil menghela nafas.
"Buka mulut mu." sahut Giandra menyuruh Shiera buka mulut.
"Bu..Buka mulut??" tanya Shiera yang kaget.
"Sudah buka saja.!" perintah Giandra lagi.
Shiera langsung menuruti perintah Giandra.Dan tanpa diduga Giandra langsung menyuapi mie tersebut ke mulut Shiera.
Sontak membuat Shiera membulatkan kedua matanya melihat tindakan Giandra.Karena tiba-tiba menyuapi mie tersebut ke mulutnya.
__ADS_1