Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 52


__ADS_3

"Sudah tuan." ujar Shiera setelah selesai mengompres mata Gian.


Gian yang masih memandangi wajah Shiera,tak sadar jika Shiera bicara padanya.


"Tuan..Tuan.." panggil Shiera sambil melambaikan tangannya ke arah Gian.


Gian pun langsung tersadar dan menggelengkan kepalanya.


"Lain kali jangan menyuruhku untuk memotong bawang itu lagi..Menyusahkan.!" ujar Gian langsung sewot dan pergi ke kamarnya.


Shiera pun cuma bisa memandang heran dengan sikap Gian.


"Bukankah dianya sendiri yang memaksa ingin membantu??Ck..Kurasa dia kalah malu." gerutu Shiera bicara sendiri.


Akhirnya Shiera pun menyiapkan masakannya seorang diri,tanpa dibantu lagi oleh Gian.


Setelah cukup lama di dapur,akhirnya Shiera selesai menyiapkan beberapa macam masakan.


Ia pun seger memanggil Gian yang berada di kamarnya.Saat memasuki kamarnya,terlihat Gian sedang tertidur.


Dengan sedikit cemas,Shiera pun memberanikan diri untuk membangunkan Gian.


"Tu..Tuan..Tuan.." panggil dengan nada pelan.

__ADS_1


Namun,Gian masih belum juga terbangun dan masih terlihat tidur pulas.


"Tuan..Makannya sudah ku siapkan..Apa tuan mau makan sekarang??" panggil Shiera lagi masih dengan nada pelan.


Gian pun langsung membuka matanya dan melirik datar kearah Shiera.


"Jangan sengaja kau imut-imut kan suara mu,kau pikir dengan suara sekecil itu bisa membangunkan ku??Ck." sahut Gian langsung menegur Shiera sekaligus menyindirnya.


Shiera pun langsung salah tingkah dan merasa malu.Sementara Gian langsung bangkit dan keluar kamar.


"Membangunkan mu sejujurnya seperti aku membangunkan singa." celoteh Shiera bicara sendiri.


Gian berjalan menuju meja makan dan melihat beberapa hidangan masakan yang sudah disiapkan Shiera sendirian.



"Tunggu,dimana bawang Bombay yang kau suruh aku memotongnya??kenapa di menu ini tidak terlihat bawang Bombay??" tanya Gian yang secara reflek teringat dengan bawang Bombay yang sempat ia potong sebelumnya.


Gian yang begitu teliti,bisa tahu wujud bawang Bombay setelah dimasak.Fan ternyata disetiap masakan Shiera,ia tak melihatnya.


"Aku tidak memakainya tuan,aku simpan saja di kulkas." jawab Shiera.


"Hah??Jadi kau sengaja ingin mengerjai ku??" tanya Gian yang merasa heran.

__ADS_1


"Tidak,kan tuan sendiri yang menawarkan diri untuk membantu ku.Jadi aku memberikan bawang Bombay itu pada tuan untuk dipotong.Dan memang tidak berniat untuk di masak." jelas Shiera panjang lebar.


Gian pun langsung menatap Shiera dengan datar.


Sial..Seperti nya aku kejebak dengan permainannya,dia pasti sengaja melakukannya..Bodoh sekali aku sampai mengorbankan mata ku karena sudah membantunya.' batin Gian yang sesaat termenung.


Tanpa basa basi lagi,Gian pun langsung menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh Shiera.Gian pun begitu menikmati masakan Shiera,dan tanpa sadar ia terus tersenyum.Karena begitu menikmati makanan yang benar-benar enak di mulutnya.


"Bagaimana??Masakan ku hari ini enak kan tuan??" tanya Shiera.


Tak bisa menjawab karena mulut penuh,Gian hanya menunjukkan jempolnya.Yang mengartikan makanan Shiera sangat enak.


Shiera pun langsung bernafas lega,karena makanannya kali ini kembali diterima oleh Gian.


"Besok kita pergi piknik." ujar Gian setelah menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Piknik?" tanya Shiera.


"Yah..Kau suka piknik kan??" tanya Gian lagi.


"Iya,aku sangat suka tuan.." jawab Shiera sambil tersenyum.


"Kalau begitu siapkan bekal bento yang enak untuk piknik kita besok." ujar Gian menyuruh Shiera.

__ADS_1


"Iya tuan,baik lah..Terima kasih tuan." jawab Shiera langsung mengucapkan kata terima kasih pada Gian.


__ADS_2