
Shiera seakan tercengang dan mematung,karena masih tidak percaya jika Giandra akan menyuapinya.
"Cepat buka mulut mu.! kenapa kau diam saja?Tangan ku ini sudah pegal.!!" sentak Giandra membuat Shiera kaget dan langsung membuka mulutnya.
"Sudah,sesendok saja cukup.Sisanya aku yang habiskan." sahut Giandra kembali menyantap mie tersebut sendirian.
Bagi Shiera pun tak masalah,karena Giandra dapat menerima masakannya dan bahkan menghargai masakannya.Dan ia pun begitu terharu,saat Giandra menunjukkan perhatiannya hanya dengan menyuapinya mie tersebut ke mulutnya.Sesaat membuat Shiera juga tersenyum malu dan sesekali memperhatikan Giandra.
"Jangan terus menatapku,nanti kau bisa jatuh cinta dengan ketampanan ku.." sahut Giandra dengan percaya dirinya sembari beranjak bangkit meninggalkan Shiera.
Shiera hanya mengernyitkan pandangannya.
"Sungguh pria itu terlalu percaya diri sekali." ujar Shiera bicara sendiri sambil menggelengkan kepalanya.
...****************...
Keesokan harinya..
Jibra yang akan bersiap-siap pergi ke kantor dengan menggunakan mobil.Tiba-tiba ia merasa bingung,karena mobilnya ternyata sedang dipakai oleh sang ayah Alif untuk pergi berlibur dengan ibunya Yuka.
__ADS_1
Sementara hanya sepeda motor yang ia miliki juga tak bisa ia gunakan karena sedang dalam keadaan mogok.
"Ah sial..Sepertinya hari ini bukan hari keberuntungan ku..Kenapa mereka harus pakai mobil ku..Ck.." gerutu Jibran sambil mengacak rambutnya.
"Paling malas kalau harus sempit-sempitan naik bis kota..Hais.."gerutunya lagi.
Akhirnya ia pun terpaksa berangkat menuju kantor dengan menggunakan bis kota.
Jibran pun dengan terburu-buru nya berlari menuju halte.Karena ia tidak ingin tertinggal bis yang akan berhenti di halte tersebut.
Dan untungnya ia tepat pada waktunya,saat baru saja tiba.Bis yang ditunggu pun datang,ia dan para penumpang yang lain pun langsung naik ke dalam bis tersebut.Dan ia juga beruntung masih mendapatkan kursi untuk duduk.
Disela ia duduk dengan tenang,tanpa sengaja ia melihat seorang wanita tengah berdiri sambil berpegangan.
Sesaat ia merasa prihatin melihat wanita itu berdiri.
"Nona,apa kau mau bertukar duduk??" sahut Jibran tanpa sadar menawarkan tempat duduknya pada wanita itu.
"Tidak,terima kasih." jawab wanita itu menolak.
__ADS_1
"Tidak apa-apa nona,silakan duduk saja di tempat ku." ujar Jibran masih menawarkan tempat duduknya.
"Tidak,terima kasih." jawab wanita itu masih dengan jawaban yang sama.
"Tapi tidak baik jika kau berdiri dengan kondisi mu seperti itu nona." ujar Jibran tetap memaksa.Sebab ia melihat kondisi wanita itu seperti dalam keadaan hamil.
"Kau ini tuli ya??kalau ku bilang tidak,artinya aku tidak mau.!!" jawab wanita itu dengan nada tegas.
"Tapi kasihan dengan perut mu nona,tidak baik jika wanita hamil berdiri terlalu lama." ujar Jibran mengingatkan wanita itu sambil melirik kearah perut wanita tersebut.
Wanita pun melirik kearah perutnya dan langsung menatap tajam ke arah Jibran.
"Ayo,duduk saja di tempat ku nona.Aku tidak apa-apa jika berdiri." kata Jibran masih terus memaksa wanita itu untuk duduk di kursinya.
Sesaat wanita pun mendengus dengan kesal.
"Hei..!! Aku ini sedang tidak hamil,dan perut ku ini buncit karena sudah 3 hari tidak BAB..!!" sentak wanita itu dengan emosinya.
Seketika membuat seluruh para penumpang pun mengalihkan perhatiannya pada wanita itu.
__ADS_1