
Caroline dan Riska pun langsung menoleh kaget dengan sosok Gian yang tiba-tiba muncul.Bahkan mereka juga tampak bingung melihat Gian yang sama sekali mereka tidak kenal.
"Kau siapa?" tanya Caroline dengan nada ketus.
"Aku adalah suami dari dia,." ungkap Guan sembari merangkul bahu Shiera.
Yang seketika membuat Shiera menoleh kaget.
Begitu juga dengan Caroline dan Riska.
"Heuh..Apa kau pikir kami akan percaya??kau dibayar berapa untuk melakukan sandiwara bodoh dia??" tanya Caroline yang justru tidak percaya dan mencurigai Gian.
Gian pun tersenyum sinis.
"Bukankah kalian sendiri yang sudah melakukan sandiwara bodoh sampai membuat istriku diusir dari rumahnya sendiri??" ungkap Gian lagi.
Membuat Shiera pun kembali kaget.Karena bagaimana bisa Gian tahu tentang masalah keluarganya.
"Bagaimana ya jika ayah mertua ku tahu,kalau istri dan anak tirinya sudah bersekongkol untuk menyingkirkan anak kandungnya?" sahut Gian lagi mencoba menakuti Caroline dan Riska.
__ADS_1
"Apa yang sudah kau bicarakan?Jangan coba bicara omong kosong,dasar manusia gila..Ayo Riska kita pergi saja." jawab Caroline dengan sewot dan langsung menarik tangan Riska untuk pergi meninggalkan mereka.
Sementara Riska hanya bisa mengikuti sang ibu.Tapi pandangannya justru tetap tertuju pada Gian.Karena ia begitu terpesona saat pertama kali melihat ketampanan Gian.
Ah tidak..Dia terlalu tampan,tidak mungkin dia suami gadis haram itu.' ujar Riska dalam hatinya.
Setelah mereka pergi,Shiera masih tak berhenti menatap Gian dengan perasaan yang masih syok.Gian yang hanya tersenyum miring saat ibu dan adik tiri Shiera pergi.
Ia pun menoleh kearah Shiera dan menatap aneh pada Shiera yang terus memperhatikan nya.Bahkan Shiera pun terlihat melamun saat memperhatikannya.
Tuk..
Sebuah sentilan keras mendarat ke dahi Shiera.
Seketika membuat Shiera terkejut dan merintis kesakitan sembari mengusap dahinya.
"Ke..Kenapa tuan menyentil dahi ku? Ini sangat sakit tuan." tanya Shiera yang masih mengusap dahinya.
"Siapa suruh kau melamun??Kan sudah kubilang,jangan terus menatap ku.Nanti kau bisa jatuh cinta padaku." ujar Gian dengan santainya dan berjalan melalui Shiera.
__ADS_1
Shiera pun hanya memasang wajah cemberut.
Kurasa pria ini memang sangat aneh..Selain usil dia juga kasar.' batin Shiera menggerutu protes secara tidak langsung.
"Cepat lah,aku sudah lapar,apa kau masih ingin berdiri disitu saja??" tanya Gian sesaat menoleh kearah Shiera dengan jarak beberapa meter.
"I..Iya." jawab Shiera mengangguk dan mengikuti Gian dari belakang.
Sesaat Shiera masih bingung dan bertanya-tanya.Bagaimana Guan bisa membahas tentang masalah keluarganya.Yang padahal dia tidak pernah menceritakannya pada Gian.Hanya Jibran lah yang sempat ia ceritakan.Dan Shiera pun langsung mengambil kesimpulan jika Gian memang sudah tahu dari Jibran.Sebab ia sudah menebak jika Jibran pasti menceritakan tentang dirinya pada Gian.
Namun,sejenak ia mengingat kembali kata-kata Gian.Yang mengakui dirinya adalah sebagai suaminya.Artinya Gian menganggap dirinya sebagai istrinya.
Walau pun Gian masih tak menunjukkan sikap baiknya sebagai suami.Tapi,Shiera merasa sudah senang dan terharu.Karena mengakui dirinya sebagai suami,tepat dihadapan ibu dan adik tiri nya.
Diperjalanan,Shiera sesekali melirik kearah Gian.Ia merasa begitu penasaran kenapa Gian sampai percaya dirinya mengungkap dirinya sebagai suaminya.
"Kalau ada yang ingin kau katakan,katakan saja.Jangan terus melihat ku..Apa kau tertarik dengan ketampanan ku??" tanya Gian dengan percaya dirinya.
Seketika membuat Shiera menjadi gugup dan menunduk malu.
__ADS_1