
Beberapa hari kemudian..
"Uhuk..Uhuk..Uhuk.." lirih Rafael yang terus batuk karena penyakitnya.
"Caroline..Uhuk..Caroline..". panggil Rafael dengan kondisi yang begitu memperihatinkan.
Caroline pun langsung datang menghampiri Rafael.
"Ada apa?" tanya Caroline dengan nada datar.
"Aku mau minum..uhuk.." jawab Rafael.
"Ck..Menyusahkan.." gerutu Caroline langsung ke dapur dan mengambilkan air minum untuk Rafael.
Tak berapa lama Caroline pun datang dan membawakan minuman tersebut untuk Rafael.
"Ini." ujarnya langsung menaruhnya di atas meja cukup keras.
Brak..
"Tolong bantu aku meminumnya,aku sama sekali tidak ada tenaga." ucap Rafael meminta tolong pada Caroline.
"Ambil saja sendiri..!! jangan manja..Aku sudah cukup lelah mengurusi mu pa.!! " sentak Caroline langsung kesal.
"Kenapa sikap mu seperti ini??Kenapa kau tidak mau membawa ku ke rumah sakit??"tanya Rafael dengan nada lemah.
__ADS_1
"Tanya saja pada dirimu,kenapa kau harus sakit..Membawa mu ke rumah sakit sama saja aku harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.Aku tidak mau mengeluarkan uang banyak untuk pengobatan mu." jawab Caroline dengan tegas dan sewot.
"Uhuk..Uhuk..Tapi Caroline,ini juga bukan keinginan ku untuk sakit.. Dan lagi pula,aku memiliki asuransi,pakai saja asuransi itu untuk biaya pengobatan ku..uhuk." jawab Rafael menjelaskan.
Sesaat Caroline pun terdiam dan menatap sinis kearah Rafael.
Sepertinya aku punya rencana lain.' batin Caroline sesaat.
...****************...
Di pagi hari,Shiera seperti biasa menyiapkan sarapan untuk Gian.
Gian yang sudah selesai membersihkan tubuh,langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri Shiera yang tengah sibuk di dapur.
Tanpa bersuara,Gian langsung melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Shiera.
Niat ingin menunjukkan sikap romantis tapi malah gagal.
Tukk.
"Akh.." lirih Gian langsung melepaskan tangannya dari pinggang Shiera.
"Yeo..Yeobo,kamu tidak apa-apa?" tanya Shiera langsung panik dan menghampiri Gian.
"Kira-kira donk kalau mau menyerang.!!" sentak Gian langsung sewot.
__ADS_1
"Ya,maaf..Aku tidak sengaja,karena reflek." jawab Shiera dengan polosnya.
Gian pun langsung menarik kembali pinggang Shiera dan mendekapnya dengan sangat erat.
"Aku tidak mau tahu,malam ini kau harus melayani ku." ujar Gian langsung meminta sesuatu dari Shiera.
Shiera yang mendengar pun langsung kaget.
"Me..Melayani??" tanya Shiera seketika panik.
"Yah..Sudah saat nya kau melayani diatas ranjang." jawab Gian dengan membisikkan nya ke telinga Shiera.
Wajah Shiera pun langsung memerah padam karena merasa malu dengan ucapan Gian.Yang terang-terangan minta dilayani di atas ranjang.
"Ka..Kamu serius??" tanya Shiera memastikan lagi.
"Sayangnya aku tidak pernah bercanda untuk hal seperti ini." jawab Gian sambil menunjukkannya senyuman menyeringainya.
Shiera pun hanya bisa memasang wajah yang panik dan gugup.
"Tenang saja,kita akan melakukannya secara bertahap.Yang penting persiapkan saja dirimu .." ujar Gian sambil memincingkan matanya dengan isyarat sengaja ingin menggoda Shiera.
Shiera akhirnya mengangguk dan hanya bisa menuruti semua perkataan Gian sambil tersenyum.
Disaat Gian masih tengah mendekap tubuh Shiera.Tanpa diduga seseorang masuk ke dalam rumah dan memanggil Gian dengan suara yang tak asing.
__ADS_1
"Gian,aku da..tang.." seru suara seseorang yang seketika kaget saat melihat sebuah pemandangan yang membuatnya syok.