Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila

Dinikahi Tuan Muda Pura-Pura Gila
Bab 58


__ADS_3

Gian dan Shiera kini menikmati suasana piknik dengan perasaan gembira.


Cuaca yang cerah dan angin yang sejuk,melengkapi suasana yang begitu tenang dan damai.


Shiera pun merasa bersyukur dapat menikmati suasana piknik yang sejak dulu sudah ingin ia lakukan.Tapi selalu saja terhalang oleh ibu dan adik tirinya.


"Ada yang sesuatu yang ingin ku tanyakan pada mu." sahut Gian.


Shiera pun langsung menoleh.


"Tentang apa tuan?" tanya Shiera balik.


"Ibu kandungmu." jawab Gian singkat.


Sontak membuat Shiera terkejut.


"Ke..Kenapa tuan ingin bertanya tentang ibu kandung ku?" tanya Sjoera dengan nada terbata dan kepala menunduk.


"Entah..Mungkin karena aku penasaran." jawab Gian sembari merebahkan tubuhnya.


Sesaat Shiera terdiam.


"Kau harus tahu,aku sudah jadi suami mu.Artinya aku berhak tahu bagaimana latar belakang hidup mu.Walaupun sebenarnya aku sudah tahu,tapi aku ingin dengar langsung dari mu." ujar Gian panjang lebar.

__ADS_1


Shiera masih terdiam.


"Kalau kau masih ingin menutupi ya sudah,aku tidak akan memaksa." ujar Gian lagi sembari memejamkan matanya,untuk mencoba tidur sebentar.


"Ayah ku bilang,ibu ku sudah lama meninggal.Sejak aku masih bayi." ungkap Shiera dengan pelan.


Gian pun langsung membuka matanya dan melirik kearah Shiera.


"Dan sejak saat itu,ayah ku menikah dengan seorang wanita yang sekarang menjadi ibu tiri ku." timpal Shiera menceritakan nya lagi.


"Lalu,kenapa mereka menyebut mu anak haram??" tanya Gian.


"I..Itu..Sebenarnya..-" jawab Shiera yang belum sempat menceritakannya.Tiba-tiba hujan pun turun dengan sangat deras.


Sontak membuat mereka kaget dan bergegas meninggalkan tempat piknik mereka untuk mencari tempat berteduh.


Brengsek..kenapa harus hujan??bukankah tadi cuaca sangat bagus??Ck..' umpat Gian dalam hatinya.


Sambil menunggu hujan berhenti,Gian sesaat bersiul-siul.Agar suasana tak begitu hening.


Dan beberapa saat ia menoleh ke arah Shiera yang terlihat seperti sedang mengusap-usap lengannya.


"Kau kenapa??Kedinginan?" tanya Gian.

__ADS_1


Shiera pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak tuan." jawab Shiera.


"Ck..Masih saja kau mau gengsi " ujar Gian yang langsung melepaskan pakaiannya.


Yang seketika membuat Shiera terkejut dan membalikkan tubuhnya.Ia begitu malu saat melihat Gian melepas pakaiannya dan memperlihatkan tubuh nya yang bidang dan berotot.


"A..Apa yang tuan lakukan?" tanya Shiera dengan ekspresi yang gugup.


Sebelum menjawab,Gian justru memakaikan pakaiannya pada Shiera.Membuat Shiera langsung merasa heran.


"Aku bukan tipe lelaki yang tidak peka.Kau bilang tidak apa-apa,tapi tubuh mu menunjukkan kedinginan." ujar Gian menjelaskan.


Shiera pun langsung terharu dengan tindakan Gian,yang dengan cepat paham dan mengambil tindakan untuk dirinya.Seakan sebagai bentul perhatian padanya.Tapi Shiera tetap membalikkan tubuhnya karena masih merasa malu untuk melihat tubuh Gian yang hanya bertelanjang dada.


"Jangan merasa malu, suatu saat kau juga pasti akan melihatnya..Bahkan kau juga akan menyentuh nya." sahut Gian yang sengaja mengucapkannya di telinga Shiera dari jarak dekat.


Seketika membuat Shiera semakin merasa malu dan wajahnya pun memerah.


"Tolong,jangan bicara yang tidak-tidak tuan." sahut Shiera menegur Gian.


Gian pun cuma bisa tersenyum,melihat kepolosan Shiera.Yang memang sengaja ia ingin menggoda Shiera.

__ADS_1


Dan..


"Hatchi..Hatchi ."


__ADS_2